Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Perjalanan Timnas Voli Putri Thailand Menjuarai AVC Continental 2026
ilustrasi voli (pexels.com/Critical Smith)
  • Thailand menjuarai AVC Continental 2026 setelah menyapu fase grup Pool B dengan kemenangan atas Australia, Indonesia, dan Kazakhstan, lalu melaju ke perempat final.
  • Di fase gugur, Thailand menyingkirkan Korea Selatan 3-0 pada perempat final dan mengalahkan Jepang 3-1 di semifinal meski Jepang lebih diunggulkan.
  • Thailand memastikan gelar lewat kemenangan dramatis 3-2 atas tuan rumah China di final, setelah bangkit dari ketertinggalan set dan unggul dalam serangan serta servis.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Timnas voli putri Thailand kembali menjadi sorotan setelah menjuarai AVC Continental 2026. Turnamen ini sendiri panggung bagi mereka untuk menunjukkan kualitas di tengah persaingan ketat di Asia. Perjalanan menuju podium juara tentu tidak berlangsung sederhana. Sejumlah lawan harus dihadapi Thailand dari fase awal hingga pertandingan penentuan dengan tiap laga menghadirkan tantangan berbeda.

1. Menang atas Australia pada laga perdana fase grup

Perjalanan manis Thailand ini dimulai dari fase grup. Mereka langsung tampil apik pada laga perdana melawan Australia yang merupakan tim terlemah di Pool B. Mereka menang telak 3 set langsung dengan skor 25-15, 25-15, dan 25-18 dalam waktu 1 jam 5 menit. Dalam pertandingan ini, Thailand unggul telak dari segi serangan dengan total 47 poin serta servis dengan 10 poin. Mereka juga tampil lebih efisien dengan lebih minim melakukan eror. Meskipun begitu, mereka kalah dari segi blok. Kemenangan telak itu otomatis membawa Thailand ke puncak klasemen sementara Pool B.

2. Menaklukkan Indonesia pada laga kedua fase grup

Thailand bersua sesama tim Asia Tenggara pada laga kedua fase grup AVC Continental 2026. Mereka berhadapan dengan Indonesia dan berhasil meraih kemenangan. Kemenangan mereka raih dengan mudah 3 set langsung dengan skor 25-16, 25-18, dan 25-15 dalam waktu 1 jam 6 menit. Thailand benar-benar menguasai pertandingan ini dengan unggul dari segala aspek, mulai dari serangan dengan 48 poin, blok dengan 7 poin, hingga servis dengan 6 poin. Mereka bahkan juga melakukan eror yang lebih minim. Hasil itu membuat Thailand makin kokoh di puncak klasemen.

3. Menyingkirkan Kazakhstan pada laga terakhir fase grup

Thailand berhadapan dengan Kazakhstan pada laga terakhir fase grup AVC Continental 2026. Pada laga ini, mereka mendapatkan sedikit perlawanan dibandingkan dua pertandingan sebelumnya. Pornpun Guedpard dan kawan-kawan harus bermain 4 set selama 1 jam 32 menit untuk mengunci kemenangan dengan skor 25-22, 25-16, 23-25, dan 25-11. Selama pertandingan, Thailand nyaris unggul dalam segala aspek. Mereka unggul dari segi serangan dengan meraup 62 poin, tajam dalam melakukan servis dengan mencetak 6 poin, serta lebih jarang melakukan kesalahan. Satu-satunya kelemahan mereka dalam laga ini adalah blok. Dengan hasil itu, Thailand menyapu bersih kemenangan pada fase grup dan lolos ke perempat final.

4. Memulangkan Korea Selatan pada perempat final

Memasuki perempat final, Thailand dihadapkan dengan Korea Selatan. Dalam laga ini, mereka lagi-lagi tampil mendominasi dengan tidak kehilangan satu set sekalipun. Mereka menang 3 set langsung dengan skor 25-20, 25-18, dan 25-21 dalam waktu 1 jam 18 menit. Thailand dominan dari segi serangan dan servis dengan total 57 poin. Dari segi blok, mereka juga mampu mengimbangi lawan. Meskipun begitu, mereka lebih banyak melakukan eror dalam laga ini dengan total 14 eror.

5. Membungkam Jepang pada semifinal

Thailand menghadapi lawan yang lebih diunggulka pada semifinal AVC Continental 2026. Mereka dihadapkan dengan Jepang yang lebih unggul dari segi peringkat. Meski begitu, Thailand tetap berhasil mengantongi kemenangan. Mereka menang 4 set dengan skor 25-21, 25-20, 20-25, dan 25-20 dalam waktu 1 jam 50 menit untuk mengunci satu tempat di partai final. Dalam laga ini, Thailand sejatinya kalah dari segi serangan dan servis. Mereka juga unggul tipis dari segi blok. Perbedaan yang mencolok dari laga ini adalah eror yang dilakukan masing-masing tim. Thailand tampil lebih efisien, sementara Jepang justru panen eror yang akhirnya menyumbang banyak poin untuk Thailand.

6. Mempermalukan China pada laga final

Final menjadi laga paling berat yang dijalani Thailand di AVC Continental 2026. Mereka tampil dengan beban sebagai juara bertahan serta menghadapi tim yang lebih diunggulkan yang juga berstatus sebagai tuan rumah, yakni China. Namun, mereka tetap berhasil mengemas kemenangan. Mereka mempermalukan China di hadapan pendukungnya sendiri dalam duel alot 5 set selama 2 jam 5 menit dengan skor 25-20, 11-25, 23-25, 25-18, dan 15-10. Dalam laga ini, Thailand kalah dominan dari segi blok. Selain itu, mereka juga banyak melakukan kesalahan sendiri. Namun, mereka berhasil menutupinya dengan meraup lebih banyak poin dari segi serangan dan servis.

Gelar juara AVC Continental 2026 menjadi tambahan prestasi penting bagi Thailand di kancah voli Asia. Keberhasilan ini juga menunjukkan bahwa mereka masih mampu mempertahankan posisi sebagai salah satu tim yang patut diperhitungkan dalam persaingan voli putri Asia.

Namun, mempertahankan konsistensi setelah meraih gelar tentu menjadi tantangan berikutnya. Menarik untuk melihat apakah keberhasilan di AVC Continental 2026 dapat menjadi pijakan bagi Thailand untuk kembali meraih prestasi pada ajang-ajang internasional berikutnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article