Persija Lebih Pilih Berkandang di SUGBK Ketimbang JIS Hingga Akhir Musim

- Pelatih Mauricio Souza menegaskan Persija akan tetap berkandang di SUGBK karena kondisi lapangan yang lebih baik dan mendukung gaya permainan cepat timnya.
- Sisa laga kandang dianggap Souza sebagai momentum penting untuk menjaga performa Persija agar bisa kembali bersaing memperebutkan gelar Super League.
- Persija masih memiliki tiga laga kandang tersisa melawan Persis Solo, Persib Bandung, dan Semen Padang, dengan duel kontra Persib menjadi partai paling krusial.
Jakarta, IDN Times - Pelatih Persija, Mauricio Souza, secara gamblang menyatakan lebih memilih untuk berkandang di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) ketimbang di Jakarta International Stadium (JIS). Ini menyusul kemenangan Persija 3-0 atas Persebaya dalam laga lanjutan Super League 2025/2026 di SUGBK, Sabtu (11/4/2026).
Bagi Souza, kondisi lapangan SUGBK lebih baik ketimbang JIS. Hal itu membuat Persija, menurut Souza, lebih nyaman dalam bermain.
1. SUGBK dukung performa Persija

Dengan kualitas lapangan yang bagus, SUGBK dianggap bisa mendukung performa Persija. Rumput yang nyaman membuat Persija, dirasa Souza, bisa memainkan skema operan cepat dan membuat lawan kelimpungan. Maka dari itu, dia berharap Macan Kemayoran bisa terus main di SUGBK sepanjang sisa musim ini.
"Saya pikir, JIS itu stadion paling cantik di dunia. Tapi, semua orang bisa lihat bagaimana perbedaan kami kalau main di lapangan bagus," kata Souza dalam konferensi pers usai pertandingan.
2. Jadi momentum penting

Sisa laga kandang yang ada, bagi Souza, merupakan momentum penting buat Persija. Sebab, dengan main di SUGBK dan performanya menjadi semakin sempurna, bukan gak mungkin Persija bisa kembali bersaing demi gelar Super League.
"Jadi, bukan itu percuma nanti kami tidak meraih poin di JIS. Bukan cuma saya asal bicara, karena kami memang tidak bisa bermain bagus, ya. Tapi kalau kamu tanya ke pemain, ada Eksel di sini dan bisa jawab. Pasti, dia kasih tahu lapangan itu tidak bisa (untuk) momen ini. Jadi kami ambil keputusan di GBK," kata Souza.
Setali tiga uang, Eksel mengamini pernyataan dari Souza. Dia merasa performa Macan Kemayoran lebih impresif saat main di SUGBK.
3. Masih ada tiga laga kandang terisa

Persija masih memiliki tiga laga kandang yang tersisa di Super League musim ini. Persija diagendakan untuk berduel melawan Persis Solo pada 27 April 2026 mendatang. Kemudian, Persija juga masih menghadapi Persib Bandung pada 10 Mei 2026 nanti.
Terakhir, Persija menjamu Semen Padang pada 23 Mei 2026. Dari ketiganya, partai melawan Persib yang paling krusial karena bisa saja menjadi penentu nasib Persija.


















