Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Pochettino Dikawal Ketat di Piala Dunia, Sampai Minta Diselamatkan

Pochettino Dikawal Ketat di Piala Dunia, Sampai Minta Diselamatkan
Penyerang AS, Folarin Balogun (nomor 20), merayakan gol ketiga timnya bersama rekan-rekan setim selama pertandingan sepak bola Grup D Piala Dunia 2026 antara AS dan Paraguay di Stadion Los Angeles di Inglewood pada 13 Juni 2026. (AFP/Patrick T. Fallon)
Intinya Sih
  • Mauricio Pochettino menceritakan pengalaman unik di Piala Dunia 2026, termasuk pengawalan ketat dan panggilan langsung dari Presiden AS Donald Trump sebelum turnamen dimulai.
  • Timnas Amerika Serikat tampil percaya diri setelah menang 4-1 atas Paraguay, dengan Pochettino menekankan pentingnya menjaga konsistensi jelang laga melawan Australia.
  • Pochettino melihat meningkatnya antusiasme publik terhadap sepak bola nasional sebagai momentum besar untuk perkembangan olahraga tersebut di Amerika Serikat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Pelatih Tim Nasional Amerika Serikat, Mauricio Pochettino, mengungkap pengalaman unik yang dialaminya selama Piala Dunia 2026. Selain mendapat pengawalan ketat ke mana pun pergi, Eks juru taktik Chelsea itu juga mengaku menerima panggilan langsung dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Pengakuan tersebut disampaikan Pochettino saat berbincang dengan media Spanyol, El Partidazo de COPE, menjelang pertandingan kedua Amerika Serikat menghadapi Australia di fase grup Piala Dunia 2026. Duel tersebut bakal berlangsung di Seattle Stadium, Sabtu (20/6/2026).

Pochettino mengatakan, sistem keamanan yang diterapkan selama turnamen berlangsung sangat ketat. Bahkan, dirinya selalu didampingi petugas keamanan setiap saat.

"Saya punya pengawal yang sangat baik, namanya Jerry. Tubuhnya memang tidak terlalu besar, tetapi saya tidak ingin berhadapan dengannya. Di belakangnya masih ada dua orang lain yang jauh lebih besar," ujar Pochettino sambil tertawa.

Pelatih asal Argentina itu kemudian menceritakan kejadian lucu saat mencoba menikmati waktu santai bersama istrinya di pantai.

Menurutnya, ia sempat meminta salah satu staf untuk mengalihkan perhatian pengawal agar bisa keluar tanpa diketahui. Namun rencana tersebut gagal karena banyak orang ternyata sudah mengenalinya.

"Beberapa hari lalu saya mencoba pergi berjalan-jalan di pantai bersama istri. Saya meminta staf saya mengalihkan perhatian pengawal karena saya ingin keluar diam-diam. Namun ketika kami tiba di sana, ternyata sudah banyak orang yang menunggu," kata Pochettino.

"Pada akhirnya saya meminta Jerry datang menyelamatkan saya," lanjutnya.

1. Pochettino ungkap ditelepon Donald Trump

Tak hanya soal pengawalan ketat, Pochettino juga mengungkap pengalaman menerima panggilan dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelum dimulainya Piala Dunia 2026.

Ia mengaku sempat merasa gugup karena khawatir tidak memahami seluruh isi percakapan dalam bahasa Inggris.

"Percakapannya hanya berlangsung beberapa menit. Beliau sangat ramah kepada semua pemain. Tentu saja dia adalah orang yang sangat sibuk, tetapi jika kami berhasil melangkah jauh di turnamen ini, saya yakin dia akan terus mendukung kami," ujar Pochettino.

Pernyataan tersebut menunjukkan besarnya perhatian publik dan pemerintah Amerika Serikat terhadap perjalanan tim nasional mereka di Piala Dunia yang digelar di kawasan Amerika Utara.

2. Amerika Serikat percaya diri hadapi Australia

Di atas lapangan, Amerika Serikat sedang berada dalam situasi positif usai membuka Piala Dunia 2026 dengan kemenangan telak 4-1 atas Paraguay.

Hasil tersebut meningkatkan kepercayaan diri skuad asuhan Mauricio Pochettino menjelang laga penting melawan Australia yang juga meraih kemenangan pada pertandingan pertamanya.

"Kami berada dalam situasi mental yang bagus. Energi dalam tim sangat positif, suasana kelompok juga luar biasa, dan kebersamaan antarpemain sangat kuat," kata Pochettino.

Meski demikian, ia mengingatkan para pemainnya untuk tak terlena karena perjalanan di Piala Dunia masih panjang.

"Ini baru satu pertandingan. Kami harus terus membuktikan bahwa kami mampu mempertahankan level permainan yang sama," bebernya.

3. Yakin sepak bola Amerika Serikat akan semakin besar

Pochettino juga menilai antusiasme masyarakat terhadap tim nasional Amerika Serikat terus meningkat. Menurutnya, kondisi tersebut dapat menjadi momentum penting bagi perkembangan sepak bola di negara tersebut.

"Saya mengatakan kepada para pemain setelah pertandingan, hati-hati jika para pendukung kami benar-benar mulai terbangun. Jika masyarakat mulai menyukai sepak bola dan merasakan gairah yang sama seperti kami, maka Amerika Serikat bisa menjadi kekuatan besar di masa depan," ujar Pochettino.

Pelatih berusia 54 tahun itu optimistis kesuksesan tim nasional di Piala Dunia 2026 dapat menjadi titik balik yang mendorong sepak bola Amerika Serikat berkembang lebih pesat dalam beberapa tahun ke depan.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ilyas Listianto Mujib
EditorIlyas Listianto Mujib

Related Articles

See More