Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Polemik Arteta Marahi Wonderkid Arsenal, Bilang Apa Sih?
Wonderkid Arsenal, Max Dowman, merayakan gol keduanya saat menghadapi Everton dalam laga Premier League di Emirates Stadium, London, 14 Maret 2026. Gol tersebut turut mengantar Arsenal meraih kemenangan 2-0. (Foto: Ben Stansall/ AFP)
  • Arsenal tersingkir dari Carabao Cup setelah kalah adu penalti dari Fleetwood Town.

  • Max Dowman menerima kartu merah setelah menendang lawan, lalu mendapat teguran dari Mikel Arteta.

  • Reaksi Arteta menuai kecaman, termasuk dari pengamat sepak bola Jobi McAnuff.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
menit ke-21

Aaron Laupalo-Bi membobol gawang Arsenal sehingga Fleetwood Town lebih dulu unggul.

babak kedua baru berjalan lima menit

Viktor Gyokeres menyamakan kedudukan untuk Arsenal.

waktu normal

Arsenal gagal mencetak gol tambahan sehingga pertandingan berlanjut ke adu penalti.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Arsenal tersingkir dari Carabao Cup setelah kalah adu penalti 3-5 dari Fleetwood Town.
  • Who?
    Arsenal, Fleetwood Town, Max Dowman, Mikel Arteta, dan Jobi McAnuff terlibat dalam peristiwa tersebut.
  • Where?
    Lokasi pertandingan masih belum diketahui.
  • When?
    Arsenal kebobolan pada menit ke-21 dan menyamakan kedudukan ketika babak kedua baru berjalan lima menit.
  • Why?
    Arsenal tersingkir karena kalah dalam adu penalti setelah gagal mencetak gol tambahan pada waktu normal.
  • How?
    Fleetwood unggul lebih dulu, Arsenal menyamakan skor, lalu kalah 3-5 dalam adu penalti setelah Bruno Guimares gagal sebagai eksekutor keempat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Arsenal kalah dari Fleetwood Town setelah pertandingan berakhir dengan adu penalti. Max Dowman, pemain Arsenal yang masih berusia 16 tahun, mendapat kartu merah karena menendang lawan. Mikel Arteta menegurnya. Jobi McAnuff mengkritik reaksi Arteta dan menyebut Dowman masih anak-anak.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Arsenal tetap mampu menyamakan kedudukan setelah tertinggal lebih dulu dari Fleetwood Town. Pertandingan juga memperlihatkan adanya pembahasan sebelumnya antara Mikel Arteta dan Max Dowman, sementara perhatian terhadap reaksi Arteta membuka ruang bagi evaluasi atas cara menangani pemain muda.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Sikap manajer Arsenal, Mikel Arteta, kala tim asuhannya tersingkir secara mengejutkan dari Piala Liga oleh tim kasta keempat, Fleetwood Town, Rabu dini hari WIB (28/10/2026), tengah menjadi sorotan. Arteta dianggap oleh sejumlah pihak tidak sensitif dan terlalu kejam terhadap wonderkid Arsenal, Max Dowman.

Kritik yang muncul terhadap Arteta tak lain adalah ketika memarahi Dowman di pinggir lapangan dan lorong pemain usai kartu merah. Menurut beberapa pihak, Arteta tak seharusnya bersikap demikian karena bisa menurunkan moral pemuda 16 tahun tersebut.

1. Arteta cuma ingatkan Dowman

Gelandang Arsenal, Max Dowman (kanan), dilanggar bek Southampton, Ryan Manning (kiri), dalam laga perempat final FA Cup 2026 antara Southampton vs Arsenal di St Mary’s Stadium, Southampton, Inggris, 4 April 2026. (Foto: Glyn Kirk/AFP)

Arteta mengaku, isi pembicaraannya dengan Dowman merupakan pengingat soal instruksi di ruang ganti. Dalam momen itu, Arteta mengaku sebenarnya sudah mengingatkan setiap pemain agar berhati-hati saat berduel melawan tim yang lebih rendah kastanya karena selalu bisa memberikan kejutan.

"Itu berkaitan dengan sesuatu yang sudah kami diskusikan sebelum pertandingan," kata Arteta, dilansir The Independent.

2. Banyak yang kasihan dengan Dowman

Reaksi keras Arteta di pinggir lapangan langsung memantik kecaman dari berbagai pihak, termasuk pengamat sepak bola, Jobi McAnuff. Dia mengaku sangat terkejut melihat sikap manajer asal Spanyol itu yang seolah lupa kalau Dowman masih anak-anak.

"Saya tidak bisa memahami reaksi Mikel Arteta, saya sama sekali tidak menyukainya," ujar McAnuff, dikutip dari Daily Mirror.

Sementara, eks pemain Arsenal, Paul Merson, menilai hukuman kartu merah langsung untuk aksi Dowman terasa sangat kejam. Bagi Merson, seharusnya wasit bisa lebih bijak karena Piala Liga tak menerapkan video assistant referee (VAR).

"Saya merasa kasihan pada anak itu. Dia sedang frustrasi dan jika ada VAR, mereka mungkin akan membatalkannya," ujar Merson.

3. Fleetwood bungkam Arsenal

Para pemain Arsenal merayakan gol Bruno Guimaraes ke gawang Leeds United (AFP / Adrian Dennis)

Fleetwood memang menciptakan sensasi usai menyingkirkan Arsenal lewat adu penalti dengan skor 3-5 (1-1). Bahkan, dalam duel tersebut, Fleetwood sempat unggul lebih dulu lewat aksi Laupalo-Bi membobol gawang Arsenal pada menit ke-21. Namun, The Gunners berhasil menyamakan kedudukan melalui Viktor Gyokeres ketika babak kedua baru berjalan lima menit.

Meski mendominasi jalannya pertandingan, Arsenal gagal mencetak gol tambahan hingga waktu normal berakhir, yang memaksa duel harus lanjut ke penalti. The Gunners keok usai Bruno Guimares gagal sebagai eksekutor keempat.

Curated For You

Editorial Team

Related Article