Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

4 Pemain yang Mengawinkan Ballon’Or dan Sepatu Emas sebelum Harry Kane

4 min read
4 Pemain yang Mengawinkan Ballon’Or dan Sepatu Emas sebelum Harry Kane
ilustrasi seragam Lionel Messi (unsplash.com/dwlly)
  • Harry Kane menjadi pemain kelima yang meraih Ballon d’Or dan Sepatu Emas pada 2026, setelah menerima Sepatu Emas pada 19 Agustus dan Ballon d’Or pada 26 Oktober.
  • Gerd Mueller membuka daftar pada 1970, disusul Ronaldo Nazario pada 1997; keduanya meraih penghargaan berkat ketajaman gol bersama Bayern Muenchen dan Barcelona.
  • Cristiano Ronaldo menyamai pencapaian itu dua kali, sedangkan Lionel Messi memegang rekor tiga kali, termasuk musim 2011/2012 saat ia mencetak total 82 gol.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Harry Kane berhasil mengawinkan trofi Ballon d’Or dan Sepatu Emas pada 2026. Striker Bayern Muenchen asal Inggris itu menerima penghargaan Ballon d’Or pada 26 Oktober dan Sepatu Emas pada 19 Agustus. Menurut Opta, Kane merupakan pemain kelima yang mampu melakukan pencapaian semacam itu. Berikut empat pendahulunya.

  1. 1. Gerd Mueller menang Ballon d’Or dan Sepatu Emas pada 1970

    Gerd Mueller menjadi pemain pertama yang mengawinkan trofi Ballon d’Or dan Sepatu Emas. Striker asal Jerman ini melakukannya pada 1970. Pria yang lahir pada 3 November 1945 dan meninggal 15 Agustus 2021 tersebut memenangkan Sepatu Emas berkat 38 gol untuk Bayern Muenchen di Bundesliga Jerman 1969/1970. Sayangnya, kontribusinya gagal membawa Bayern menjadi juara. Mereka kalah dari Borussia Moenchengladbach.

    Mueller menambah 4 gol bagi Bayern di DFB-Pokal dan 19 gol bagi Timnas Jerman. Dari seluruh gol Mueller untuk negaranya pada musim ini, sepuluh di antaranya tercipta di Piala Dunia 1970 yang membuatnya keluar sebagai top skor kompetisi. Namun, ketajaman Mueller di depan gawang lagi-lagi tidak menghasilkan trofi kolektif. Ia dan Jerman cuma berakhir di peringkat ketiga dalam edisi yang berlangsung di Meksiko tersebut.

  2. 2. Ronaldo Nazario meraih trofi Ballon d’Or dan Sepatu Emas pada 1997

    Pencapaian Gerd Mueller baru terulang pada 1997. Pemain yang mengikuti jejaknya adalah Ronaldo Nazario. Striker asal Brasil tersebut membawa Barcelona menjuarai LaLiga Spanyol 1996/1997 sebagai top skor kompetisi dengan 34 gol. Ini membuatnya memenangkan Sepatu Emas. Pria yang lahir pada 18 September 1976 itu lantas menambah 13 gol di kompetisi lain yang berbuah trofi Copa del Rey dan UEFA Cup Winners’ Cup.

    Sebagai catatan, edisi 1997 merupakan kali pertama penghargaan Sepatu Emas digelar kembali setelah absen sejak 1992. Itu terjadi berbarengan dengan perubahan cara penentuan pemenang. Pada 1968—1991, L’Equipe sebagai penyelenggara memutuskannya berdasarkan jumlah gol dalam semusim. Sementara, mulai 1992—sekarang, European Sports Media memilihnya lewat akumulasi poin dengan gol tetap sebagai variabel utama.

  3. 3. Cristiano Ronaldo dua kali mengawinkan trofi Ballon d’Or dan Sepatu Emas

    Cristiano Ronaldo merupakan pemain ketiga yang berhasil mengawinkan trofi Ballon d’Or dengan Sepatu Emas. Bintang asal Portugal itu melakukannya ketika membela Manchester United (MU) pada 2007/2008. Ia membawa The Red Devils menjuarai English Premier League (EPL) dan Liga Champions Erop (UCL). Ronaldo melakukannya sebagai top skor kompetisi dengan 31 gol di EPL dan 8 gol di UCL. Ia menambah tiga gol di Piala FA, tetapi mereka gugur pada ronde keenam.

    Ronaldo tidak melakukannya sekali. Ia mengulanginya pada 2014 bersama Real Madrid. Namun, pria setinggi 1,87 meter yang lahir pada 5 Februari 1985 ini gagal mempersembahkan trofi LaLiga meski menyabet titel top skor dengan 31 gol. Cerita berbeda terukir di UCL. Ia membawa Los Blancos menjadi juara sebagai pencetak gol terbanyak dengan 17 gol. Ronaldo juga membantu Real Madrid memenangkan Copa del Rey dengan sumbangan tiga gol.

  4. 4. Lionel Messi sudah tiga kali memenangkan Ballon d’Or dan Sepatu Emas pada musim yang sama

    Lionel Messi berhasil melewati pencapaian Cristiano Ronaldo. La Pulga sudah mengawinkan trofi Ballon d’Or dan Sepatu Emas tiga kali. Pemain kidal asal Argentina itu melakukannya untuk pertama kali pada 2009/2010. Ia membawa Barcelona menjuarai LaLiga sebagai top skor kompetisi dengan 34 gol. Pria yang lahir pada 24 Juni 1987 tersebut meraih penghargaan individual yang sama di Liga Champions, tapi mereka kalah pada semifinal dari Inter Milan yang kemudian menjadi kampiun.

    Messi lantas mengulanginya pada 2011/2012. Sayangnya, ia tidak mampu mempersembahkan trofi LaLiga atau UCL. Namun, kelayakannya memenangkan Ballon d’Or dan Sepatu Emas pada musim ini tergambar dari total 82 gol yang berhasil dicetaknya. Itu masih tercatat sebagai jumlah tertinggal dalam semusim di sepak bola Eropa. Messi lantas terpilih sebagai pemenang Ballon d’Or dan Sepatu Emas untuk ketiga kalinya pada 2018/2019. Ia menciptakan 51 gol dan menjuarai LaLiga.

    Ballon d’Or dan Sepatu Emas merupakan penghargaan prestisius. Hanya ada lima pemain yang bisa mengawinkannya pada musim yang sama per 2026 ini. Lantas, akankah daftar bertambah pada 2027 nanti atau justru Harry Kane mampu mengikuti jejak Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi yang bisa melakukannya lebih dari sekali?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More