Como 1907 yang Lebih Matang Bikin Fabregas Tersenyum

Como bangkit mengalahkan Torino 3-1 di Serie A setelah tertinggal hampir satu jam; Jacobo Ramon menyamakan skor, lalu Nico Paz dan Martin Baturina memastikan kemenangan.
Cesc Fabregas memuji kesabaran, kedewasaan, dan daya juang Como, terutama saat menjalani pertandingan keempat dalam 10 hari serta menolak menyerah hingga akhir.
Fabregas menyoroti kebangkitan Ramon setelah kesalahan pada gol Torino dan menegaskan Como fokus meningkatkan konsistensi laga demi laga, bukan memikirkan Scudetto.
Jakarta, IDN Times - Pelatih Como 1907, Cesc Fabregas, memuji kesabaran, kedewasaan, dan daya juang anak-anak asuhnya saat menang atas Torino dengan skor 3-1 dalam laga Serie A 2026/27. Menurut Fabregas, I Lariani kini sudah lebih matang dan mampu keluar dari tekanan yang ada di lapangan.
Bertanding di Stadio Olimpico Grande Torino pada Selasa (27/10/2026) malam WIB, Como memang sempat tertinggal selama hampir satu jam setelah Che Adams mencetak gol untuk Torino. Tapi, pada akhirnya Como bisa menemukan solusi atas kebuntuannya.
Semua bermula ketika Jacobo Ramon menebus kesalahannya dengan mencetak gol penyeimbang melalui sundulan di menit 81. Setelah itu, Nico Paz dan Martin Baturina menambah dua gol untuk memastikan kemenangan 3-1 bagi Como.
1. Fabregas puas dengan mentalitas Como
Fabregas menilai pertandingan tersebut menjadi ujian kedewasaan bagi Como, terutama karena harus menghadapi jadwal padat. Laga melawan Torino merupakan pertandingan keempat Como dalam kurun waktu 10 hari.
"Kami masih harus membuktikan diri sebagai tim hebat. Namun, pertandingan ini sudah menjadi ujian kedewasaan bagi kami karena musim lalu tidak akan bermain dengan cara yang sama," ujar Fabregas, dilansir Sky Sport Italia.
"Ini pertandingan keempat kami dalam 10 hari. Situasi itu tidak mudah dihadapi maupun dipahami, tetapi kami menunjukkan kesabaran, kedewasaan, dan daya juang yang luar biasa. Kami menolak menyerah sampai akhir," lanjutnya.
2. Ramon bangkit setelah melakukan kesalahan
Comeback Como terasa semakin berarti bagi Fabregas karena Torino sedang berada dalam performa bagus. Sebelum menghadapi Como, Torino mencatatkan tiga kemenangan beruntun.
Fabregas mengakui kekalahan dari Frosinone sebelumnya memberikan pelajaran bagi timnya. Dia menilai Como belum mampu mengatasi pendekatan permainan lawan dalam pertandingan tersebut.
"Setiap kekalahan memberikan pelajaran. Saat melawan Frosinone, kami tidak tahu bagaimana keluar dari kesulitan dalam pertandingan itu. Namun, Frosinone adalah tim yang tetap berpegang pada ide permainannya sampai akhir, sedangkan Torino menunggu kami dengan pertahanan rendah, kemudian melancarkan serangan balik," ujar eks pemain Arsenal tersebut.
Secara khusus, Fabregas memuji Ramon yang mampu bangkit setelah melakukan kesalahan fatal dalam proses gol Torino.
"Saya mengagumi daya juang mereka. Sebagai contoh, Jacobo Ramon melakukan kesalahan serius, tetapi tetap tenang, kemudian mencetak gol penyeimbang," ujar Fabregas.
3. Belum pikirkan peluang Scudetto
Como sebelumnya dikenal mampu mengumpulkan lebih banyak poin pada paruh kedua musim. Namun, pada musim ini mereka telah menunjukkan perkembangan lebih awal. Meski harus menghadapi jadwal kompetisi Eropa, Como disebut mengoleksi empat poin lebih banyak dibandingkan periode yang sama musim lalu.
Ketika ditanya mengenai peluang Como bersaing memperebutkan gelar Scudetto, Fabregas menegaskan bahwa fokusnya saat ini bukanlah klasemen. Dia cuma ingin para pemainnya tampil lebih konsisten
"Sejujurnya, saya bahkan belum melihat klasemen. Jadi, saya tidak tahu berapa poin yang kami miliki. Saya tidak tertarik memikirkan hal itu (Scudetto). Kami harus menjalani satu pertandingan ke yang lainnya, dan terus meningkatkan standar," tutur Fabregas.






















