Reaksi keras Arteta di pinggir lapangan langsung memantik kecaman dari berbagai pihak, termasuk pengamat sepak bola, Jobi McAnuff. Dia mengaku sangat terkejut melihat sikap manajer asal Spanyol itu yang seolah lupa kalau Dowman masih anak-anak.
Polemik Arteta Marahi Wonderkid Arsenal, Bilang Apa Sih?

Arsenal tersingkir dari Carabao Cup setelah kalah adu penalti dari Fleetwood Town.
Max Dowman menerima kartu merah setelah menendang lawan, lalu mendapat teguran dari Mikel Arteta.
Reaksi Arteta menuai kecaman, termasuk dari pengamat sepak bola Jobi McAnuff.
Jakarta, IDN Times - Sikap manajer Arsenal, Mikel Arteta, kala tim asuhannya tersingkir secara mengejutkan dari Piala Liga oleh tim kasta keempat, Fleetwood Town, Rabu dini hari WIB (28/10/2026), tengah menjadi sorotan. Arteta dianggap oleh sejumlah pihak tidak sensitif dan terlalu kejam terhadap wonderkid Arsenal, Max Dowman.
Kritik yang muncul terhadap Arteta tak lain adalah ketika memarahi Dowman di pinggir lapangan dan lorong pemain usai kartu merah. Menurut beberapa pihak, Arteta tak seharusnya bersikap demikian karena bisa menurunkan moral pemuda 16 tahun tersebut.
1. Arteta cuma ingatkan Dowman

Gelandang Arsenal, Max Dowman (kanan), dilanggar bek Southampton, Ryan Manning (kiri), dalam laga perempat final FA Cup 2026 antara Southampton vs Arsenal di St Mary’s Stadium, Southampton, Inggris, 4 April 2026. (Foto: Glyn Kirk/AFP) Arteta mengaku, isi pembicaraannya dengan Dowman merupakan pengingat soal instruksi di ruang ganti. Dalam momen itu, Arteta mengaku sebenarnya sudah mengingatkan setiap pemain agar berhati-hati saat berduel melawan tim yang lebih rendah kastanya karena selalu bisa memberikan kejutan.
"Itu berkaitan dengan sesuatu yang sudah kami diskusikan sebelum pertandingan," kata Arteta, dilansir The Independent.
2. Banyak yang kasihan dengan Dowman
"Saya tidak bisa memahami reaksi Mikel Arteta, saya sama sekali tidak menyukainya," ujar McAnuff, dikutip dari Daily Mirror.
Sementara, eks pemain Arsenal, Paul Merson, menilai hukuman kartu merah langsung untuk aksi Dowman terasa sangat kejam. Bagi Merson, seharusnya wasit bisa lebih bijak karena Piala Liga tak menerapkan video assistant referee (VAR).
"Saya merasa kasihan pada anak itu. Dia sedang frustrasi dan jika ada VAR, mereka mungkin akan membatalkannya," ujar Merson.
3. Fleetwood bungkam Arsenal

Para pemain Arsenal merayakan gol Bruno Guimaraes ke gawang Leeds United (AFP / Adrian Dennis) Fleetwood memang menciptakan sensasi usai menyingkirkan Arsenal lewat adu penalti dengan skor 3-5 (1-1). Bahkan, dalam duel tersebut, Fleetwood sempat unggul lebih dulu lewat aksi Laupalo-Bi membobol gawang Arsenal pada menit ke-21. Namun, The Gunners berhasil menyamakan kedudukan melalui Viktor Gyokeres ketika babak kedua baru berjalan lima menit.
Meski mendominasi jalannya pertandingan, Arsenal gagal mencetak gol tambahan hingga waktu normal berakhir, yang memaksa duel harus lanjut ke penalti. The Gunners keok usai Bruno Guimares gagal sebagai eksekutor keempat.




















