Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Rekrutan Real Madrid dari Klub Bundesliga sebelum Yan Diomande

5 Rekrutan Real Madrid dari Klub Bundesliga sebelum Yan Diomande
ilustrasi logo Real Madrid (unsplash.com/simonreza_)
  • Real Madrid merekrut Yan Diomande dari RB Leipzig pada musim panas 2026 senilai 125 juta euro, dengan kontrak jangka panjang hingga 2033.
  • Rekrutan Bundesliga sebelumnya menghasilkan pilar berprestasi: Dani Carvajal mengoleksi 27 trofi, Toni Kroos 23 trofi, sementara Jude Bellingham mencatat 46 gol dan 33 assist dalam 140 laga.
  • Luka Jovic gagal memenuhi ekspektasi dengan 5 gol dari 51 laga, sedangkan David Alaba meninggalkan klub pada 2026 setelah kebugarannya menurun akibat cedera ACL.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Real Madrid akhirnya mendapatkan tanda tangan Yan Diomande pada musim panas 2026. Tak kurang dari 125 juta euro atau Rp2,57 triliun dibayarkan kepada RB Leipzig. Sang pemain dikontrak jangka panjang hingga 2033 mendatang. Sebelum Yan Diomande, Real Madrid pernah merekrut sejumlah pemain dari klub Bundesliga Jerman. Seperti apa kiprahnya?

  1. 1. Dani Carvajal menghadirkan kejayaan Real Madrid berkat perannya sebagai bek kanan

    Dani Carvajal merupakan salah satu lulusan akademi tersukses yang pernah dilahirkan Real Madrid. Ia menghabiskan waktu selama 13 tahun di tim utama Real Madrid pada 2013–2026. Meski menimba ilmu di La Fabrica, Carvajal sejatinya dibeli pada musim panas 2013. Setahun sebelumnya, Real Madrid melepasnya ke Bayer Leverkusen dengan klausul buy-back.

    Faktor ketatnya persaingan membuat Carvajal muda dilepas dahulu. Performa gemilangnya bersama Bayer Leverkusen membuat Real Madrid membelinya kembali seharga 6,5 juta euro atau Rp133 miliar. Kariernya di Santiago Bernabeu bertahan selama 13 tahun. Bertugas sebagai bek kanan, ia diandalkan dalam 451 laga dengan 14 gol dan 66 assist. Ia sukses membawa Real Madrid berjaya dengan raihan 27 trofi, termasuk 6 Liga Champions Eropa.

  2. 2. Toni Kroos menjelma sebagai gelandang elite hingga menjadi legenda Real Madrid

    Toni Kroos menjadi salah satu pembelian sukses Real Madrid dari Bundesliga. Pada musim panas 2014, Bayern Munich melepasnya hanya 25 juta euro atau Rp514 miliar. Nilai transfer ini menguntungkan Real Madrid sebab mendapatkan gelandang sekaliber Kroos dengan murah. Terlebih lagi, ia datang dengan status kampiun Piala Dunia 2014 bersama Timnas Jerman.

    Benar saja, Kroos menjelma sebagai gelandang papan atas bersama Real Madrid. Kariernya membentang panjang selama 10 tahun hingga memutuskan pensiun pada 20224. Selama sedekade di Santiago Bernabeu, ia diandalkan dalam 465 laga dengan mengemas 28 gol dan 99 assist. Ia merupakan sosok penting kesuksesan hattrick juara Liga Champions pada 2016–2018. Ia juga melengkapi torehannya menjadi lima kali mengangkat Si Kuping Besar pada 2022 dan 2024. Secara total, ia menambah 23 trofi ke lemari prestasi Real Madrid.

  3. 3. Luka Jovic gagal memenuhi ekspektasi meski dibeli dengan mahal

    Luka Jovic pernah membela Real Madrid pada 2019–2022. Kala itu, ia dibeli dari Frankfurt seharga 63 juta euro atau Rp1,29 triliun. Real Madrid rela membayar mahal setelah performa apiknya pada 2018/2019. Ia mengemas 27 gol dan 7 assist dari 48 laga. Dengan statistik ini, tak heran Real Madrid mau menebusnya mahal meski usianya baru 22 tahun.

    Sayangnya, Jovic tak bisa memenuhi ekspektasi. Kehadirannya memang bertujuan sebagai pelapis Karim Benzema. Namun, ia gagal bersinar meski diberi banyak kesempatan. Ia bahkan sempat dipinjamkan kepada Frankfurt untuk mengembalikan ketajamannya. Meski di klub Jerman tersebut mampu produktif, ia gagal meneruskannya ketika kembali pada 2021/2022. Secara total, ia hanya menghasilkan 5 gol dan 3 assist dari 51 penampilan di berbagai ajang.

  4. 4. Sempat diandalkan di lini pertahanan, David Alaba dilepas setelah kontraknya habis

    David Alaba baru saja meninggalkan Real Madrid pada musim panas 2026. Manajemen tidak memperpanjang kontraknya menyusul kondisi kebugarannya yang belum fit dalam 2 tahun terakhir. Kendati begitu, Alaba sejatinya merupakan sosok tak tergantikan dalam performa terbaiknya. Kedatangannya pada 2021 lalu menghadirkan ketangguhan di lini belakang. Secara total, ia dipercaya mengawal pertahanan dalam 132 laga dengan 5 gol dan 9 assist.

    Bergabung secara bebas transfer setelah habis kontrak di Bayern Munich, Alaba langsung menjadi andalan di Real Madrid. Musim debutnya, ia berhasil membantu tim menjuara Liga Champions. Prestasi serupa juga diperolehnya pada 2023/2024. Sayangnya, cedera anterior cruciate ligament (ACL) pada akhir 2023 membuat kariernya menurun drastis. Setelah melewatkan lebih dari setahun untuk pemulihan, pemain Austria ini tak mampu kembali ke penampilan terbaiknya hingga akhirnya dilepas Real Madrid ketika kontraknya habis.

  5. 5. Jude Bellingham hingga kini masih menjadi tumpuan kreativitas permainan tim

    Jude Bellingham merupakan pembelian terakhir Real Madrid dari klub Bundesliga. Pada musim panas 2023, Real Madrid memecahkan rekor transfer klub dengan membelinya dari Borussia Dortmund seharga 127 juta euro atau Rp2,61 triliun. Hingga kini, biaya tinggi yang dibayarkan ini sepadan dengan konsistensi yang ditunjukkan oleh gelandang Inggris tersebut. 

    Musim debutnya pada 2023/2024, Bellingham memperlihatkan dirinya layak dihargai selangit. Berperan sebagai gelandang serang, ia produktif melalui 23 gol dan 13 assist dari 42 laga. Hasilnya, Real Madrid sukses merengkuh gelar juara Liga Champions dan LaLiga Spanyol. Dalam 3 tahun terakhir, Bellingham telah memainkan 140 laga dengan 46 gol dan 33 assist. Kini, ia siap diandalkan kembali di bawah asuhan Jose Mourinho pada musim baru 2026/2027. 

    Mayoritas pemain di atas mampu diandalkan dalam waktu yang lama oleh Real Madrid. Meski tidak semua,  Ini menunjukkan kepercayaan Real Madrid dengan berbelanja di klub-klub Bundesliga. Banyak yang menilai harga Yan Diomande terlalu tinggi mengingat kontribusinya baru terlihat setahun terakhir. Namun, Real Madrid bertaruh besar dengan talenta mudanya yang masih bisa dimaksimalkan. Patut dinantikan kontribusinya pada musim anyar. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More