Jakarta, IDN Times - Era keemasan Manchester City bersama Pep Guardiola resmi berakhir. Sang manajer memutuskan mundur pada akhir musim 2025/26, setelah hampir satu dekade membawa The Citizens mendominasi sepak bola Inggris.
Sebagai bentuk penghormatan terakhir, ManCity menggelar parade bus atap terbuka yang berlangsung meriah di jalanan kota Manchester. Parade tersebut sekaligus menjadi perayaan keberhasilan The Citizens yang menyandingkan gelar Piala FA dan Piala Liga Inggris musim ini.
Acara itu bukan sekadar konvoi juara biasa. Ribuan suporter memadati jalanan untuk memberikan salam perpisahan kepada Guardiola, sosok yang sukses mempersembahkan 20 trofi selama masa baktinya di Etihad Stadium.
Atmosfer emosional dan penuh selebrasi pun menyelimuti momen perpisahan salah satu pelatih terbaik dalam sejarah klub tersebut. Lantas, seperti apa kemegahan dalam perpisahan sang maestro pinggir lapangan itu?
