Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Guardiola Layangkan Pesan Buat Penerusnya di Manchester City

Guardiola Layangkan Pesan Buat Penerusnya di Manchester City
Manajer Manchester City, Pep Guardiola (AFP / Glyn Kirk)
Intinya Sih
  • Pep Guardiola resmi mengakhiri masa 10 tahunnya di Manchester City dengan 20 trofi, menandai berakhirnya era sukses yang sulit ditandingi.
  • Guardiola berpesan agar penerusnya tidak meniru gaya main tiki-taka miliknya, melainkan membangun identitas dan filosofi permainan sendiri.
  • Dalam perpisahan emosional, Guardiola menangis dan menyebut ManCity sebagai tempat paling spesial, sementara Bernardo Silva memujinya sebagai manajer revolusioner.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Pep Guardiola resmi menutup eranya di Manchester City setelah menyelesaikan tugas dalam duel kontra Aston Villa, Minggu (24/5/2026). Guardiola cabut dari ManCity setelah berkuasa selama 10 tahun dan mempersembahkan 20 trofi dari berbagai kompetisi.

ManCity tentunya sulit mencari pengganti Guardiola. Mereka juga bakal mengalami transformasi, layaknya Liverpool, usai ditinggal Juergen Klopp. Fenomena itu, dianggap Guardiola, menjadi hal yang wajar. Maka dari itu, eks pelatih Barcelona itu menitipkan satu pesan buat penerusnya. Apa itu?

1. Jangan tiru gaya mainnya

The Citizens diubah Guardiola seperti Barcelona ketika ditanganinya. Permainan progresif dengan berbasis filosofi tiki-taka, diterapkan Guardiola selama memimpin ManCity. Namun, Guardiola sadar setiap juru taktik memiliki ciri khas tersendiri.

Dia tak mau penerusnya nanti meniru gaya mainnya. Justru, Guardiola mendorong agar manajer baru ManCity bekerja dan menerapkan gaya main yang sesuai identitas personalnya, menjadi versi terbaik dirinya sendiri. Bagi Guardiola, transformasi ManCity akan berjalan mulus, lantaran sudah memiliki struktur dan manajemen yang matang.

"Manajer berikutnya harus menjadi dirinya sendiri. Itu yang paling penting. Cara mereka berkomunikasi, memperlakukan orang, gaya bermain, bekerja, harus menjadi diri sendiri," ujar Guardiola, dilansir Daily Mirror.

2. Susah tahan tangis

Guardiola begitu emosional ketika menjalani laga terakhirnya bersama ManCity. Sepanjang pidato, Guardiola menangis. Bahkan, dia menyatakan jika ManCity merupakan tempat yang paling spesial dalam hidupnya. Bahkan, dia meminta agar suporter memeluknya jika bertemu di tengah jalan.

"Saya tidak pernah membayangkan mendapatkan cinta sebesar ini. Menjadi manajer kalian adalah sebuah kehormatan. Ingat, ketika bertemu saya, di mana pun, jangan sungkan untuk memeluk," kata Guardiola.

3. Manajer inovatif yang revolusioner di ManCity

Kedatangan Guardiola bak berkah buat ManCity. Hal itu diakui oleh playmaker ManCity, Bernardo Silva. Dia merasa Guardiola merupakan manajer revolusioner yang mampu mengangkat status ManCity sebagai raksasa di Inggris dan Eropa, hingga sulit dihentikan lawan.

"Pep adalah alasan kami memenangkan begitu banyak trofi. Dia terus menciptakan hal baru, terus berkembang, dan tidak membiarkan lawan beradaptasi. Dia adalah manajer terbaik sepanjang masa," ujar Silva.

Share Article
Topics
Editorial Team
Satria Permana
EditorSatria Permana

Related Articles

See More