Tangis Fans Iringi Perpisahan Pep Guardiola di Manchester City

- Parade juara Manchester City berubah jadi momen perpisahan emosional bagi Pep Guardiola setelah satu dekade membawa klub meraih 20 trofi, termasuk enam gelar Premier League dan satu Liga Champions.
- Pidato perpisahan Guardiola di depan ribuan fans memicu tangis dan sorakan, ia mengungkapkan rasa cintanya pada Manchester serta kebanggaannya atas dukungan luar biasa selama melatih The Citizens.
- Kepergian Guardiola menandai awal era baru Manchester City dengan rencana regenerasi skuad dan pencarian pelatih pengganti, sementara beberapa pemain senior juga turut mengucapkan salam perpisahan.
Jakarta, IDN Times - Lautan biru langit memenuhi jalanan Manchester saat ribuan fans Manchester City mengantar perpisahan Pep Guardiola. Parade juara yang seharusnya menjadi pesta trofi berubah menjadi momen emosional bagi pelatih paling sukses dalam sejarah klub.
Setelah 10 tahun membangun dominasi Manchester City di Inggris dan Eropa, Guardiola akhirnya resmi mengakhiri perjalanannya di Etihad Stadium. Dua trofi domestik musim ini, Carabao Cup dan FA Cup, menjadi penutup era penuh kejayaan yang menghadirkan 20 gelar untuk The Citizens.
Suporter tak berhenti menyanyikan nama Guardiola sepanjang parade. Beberapa fans bahkan terlihat menangis ketika bus tim melintasi pusat Kota Manchester menuju Etihad Stadium.
1. Parade juara Manchester City jadi salam perpisahan untuk Pep Guardiola
Manchester City menggelar parade juara usai menutup musim dengan raihan Carabao Cup dan FA Cup. Namun, atmosfer perayaan kali ini terasa jauh lebih emosional karena menjadi momen terakhir Pep Guardiola bersama publik Etihad.
Sepanjang rute parade dari Northern Quarter hingga Etihad Stadium, ribuan fans memenuhi jalan sambil membawa syal dan bendera biru langit khas ManCity. Nyanyian untuk Guardiola terus bergema di tengah pesta juara tersebut.
Sejumlah mantan pemain yang pernah menjadi bagian penting era Guardiola turut hadir dalam parade. Nama-nama seperti Jack Grealish, Ederson, Fernandinho, hingga Vincent Kompany ikut memberikan penghormatan kepada pelatih asal Spanyol itu.
Manchester City juga menampilkan seluruh trofi yang diraih Guardiola selama satu dekade terakhir. Total, Guardiola mempersembahkan 20 trofi, termasuk enam gelar Premier League dan satu trofi Liga Champions.
Selama melatih Manchester City, Guardiola juga mencatat ratusan kemenangan dan mengubah ManCity menjadi kekuatan dominan baru di sepak bola Eropa. Era tersebut dianggap sebagai periode paling sukses dalam sejarah klub.
2. Pidato Perpisahan Pep Guardiola bikin fans Manchester City menangis
Suasana parade berubah semakin emosional ketika Guardiola menyampaikan pidato perpisahannya di depan ribuan fans Manchester City.
Guardiola mengaku Manchester sudah menjadi rumah baginya selama satu dekade terakhir. Ia juga menyampaikan rasa cintanya kepada para pendukung City yang selalu berada di belakang tim dalam setiap situasi.
Di tengah gemuruh fans, Guardiola mengaku tak pernah membayangkan akan mendapatkan cinta sebesar itu selama melatih Manchester City.
“Sebuah kehormatan besar bisa berkontribusi di klub ini. Setiap keputusan yang saya ambil, meski penuh kesalahan, selalu saya pikirkan demi yang terbaik untuk klub ini. Saya sangat mencintai kalian semua dan saya tidak pernah membayangkan mendapatkan cinta sebesar ini. Dan ingat, ketika bertemu saya, di mana pun, jangan sungkan untuk memeluk saya.” ujar Guardiola dilansir Daily Mirror.
Momen tersebut langsung disambut sorakan panjang dari para suporter. Nama Guardiola terus diteriakkan saat sang pelatih melambaikan tangan ke arah tribun fans.
Meski gagal mempertahankan gelar Premier League setelah finis di bawah Arsenal musim ini, Guardiola tetap meninggalkan Manchester City dengan dua trofi domestik sebagai penutup era emasnya.
3. Manchester City memulai era baru setelah Guardiola pergi
Kepergian Guardiola menandai dimulainya babak baru bagi Manchester City. Klub kini bersiap memasuki era regenerasi setelah satu dekade penuh dominasi di bawah pelatih asal Spanyol tersebut.
Sejumlah laporan menyebut Enzo Maresca menjadi kandidat terkuat pengganti Guardiola. Sosok asal Italia itu bukan nama asing karena pernah menjadi asisten Guardiola sebelum melatih Chelsea.
Pelatih baru ManCity nantinya akan mewarisi skuad yang mulai dipenuhi pemain muda. Nama seperti Marc Guehi, Antoine Semenyo, dan Rayan Cherki diproyeksikan menjadi wajah baru The Citizen di era berikutnya.
Tak hanya Guardiola, dua pemain senior Manchester City, John Stones dan Bernardo Silva, juga resmi mengucapkan salam perpisahan. Stones bahkan menjadi satu-satunya pemain tersisa dari era awal Guardiola di City.
Perpisahan Guardiola bukan sekadar akhir dari masa kerja seorang pelatih. Manchester City kehilangan sosok yang mengubah klub menjadi raksasa sepak bola dunia.
Parade juara itu pada akhirnya bukan hanya tentang trofi. Bagi fans Manchester City, malam tersebut menjadi salam terakhir untuk era terbaik dalam sejarah klub.


















