Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Riwayat Keikutsertaan Inggris di 5 Edisi Terakhir Euro

Riwayat Keikutsertaan Inggris di 5 Edisi Terakhir Euro
Harry Kane (premierleague.com)

Inggris memiliki kiprah yang beragam selama mengikuti Euro. Hal tersebut bisa dilihat dari riwayat keikutsertaannya, khususnya di lima edisi terakhir. Meski belum bisa menjadi juara, prestasi Inggris terhitung semakin meningkat.

Hal ini menjadi salah satu kemajuan yang dialami Inggris dalam sebuah turnamen mayor. Penasaran dengan kiprah The Three Lions dalam lima edisi Euro terakhir yang mereka ikuti? Untuk mengetahuinya, yuk, simak ulasan berikut ini!

1. Inggris tersingkir lewat adu penalti pada delapan besar Euro 2004

David Beckham (thefa.com)
David Beckham (thefa.com)

Inggris dibekali deretan pemain bintang saat bermain di Euro 2004. Mulai dari posisi bertahan hingga penyerang, skuad Inggris sangat mentereng. Sebut saja John Terry, Sol Campbell, Steven Gerrard, Frank Lampard, David Beckham, Paul Scholes, Wayne Rooney, dan Michel Owen.

Akan tetapi, performa Inggris di Euro 2004 justru mengecewakan. The Three Lions hanya mampu menjadi runner-up pada fase grup. Saat memasuki fase gugur, Inggris pun tak bisa berbuat banyak. The Three Lions langsung gugur pada babak delapan besar karena kalah dari Portugal lewat adu penalti.

2. Inggris kembali pulang karena adu penalti di Euro 2012

Steven Gerrard (liverpoolfc.com)
Steven Gerrard (liverpoolfc.com)

Inggris gagal menembus Euro 2008. Perjalanan Inggris kemudian berlanjut di Euro 2012. Pada edisi kali ini, sejumlah pemain bintang dari Euro 2004 telah meninggalkan skuad Inggris. Hanya Steven Gerrard, Wayne Rooney, Ashley Cole, dan John Terry yang tersisa.

Dengan skuad yang diisi mayoritas pemain muda, Inggris tak mampu berbuat banyak di Euro 2012. Mereka kembali kalah pada babak delapan besar lewat adu penalti. Kali ini, Italia menjadi tim yang menyingkirkan mereka. Setelah bermain 0-0 selama 120 menit, Inggris kalah lewat babak tos-tosan dengan skor 2-4.

3. Inggris dipermalukan Islandia di Euro 2016

Wayne Rooney (thefa.com)
Wayne Rooney (thefa.com)

Skuad Inggris di Euro 2016 memiliki perubahan yang sangat signifikan dibandingkan dua edisi sebelumnya. Hanya tersisa Wayne Rooney dari skuad Inggris di Euro 2004. Pada edisi kali ini sejumlah nama baru bermunculan. Sebut saja Raheem Sterling, Harry Kane, Daniel Sturridge, Dele Alli, Eric Dier, dan Gary Cahill.

Dengan skuad baru, Inggris kembali tak bisa berbuat banyak. Inggris tersingkir pada babak 16 besar dengan cara yang memalukan. Pasalnya, Inggris disingkirkan oleh Islandia yang notabene debutan Euro. Inggris kalah dengan skor 1-2.

4. Inggris kalah pada final Euro 2020

Harry Kane (premierleague.com)
Harry Kane (premierleague.com)

Inggris kembali melakukan perubahan besar di Euro 2020. Pada edisi kali ini, sejumlah nama baru hadir untuk melengkapi pemain yang tersisa dari Euro 2016. Kyle Walker, Jude Bellingham, John Stones, Harry Maguire, Jordan Pickford, Bukayo Saka, Declan Rice, Kalvin Phillips, Luke Shaw, dan Kieran Trippier merupakan beberapa di antaranya.

Inggris tampil perkasa pada edisi kali ini. The Three Lions sukses menembus fase grup dan fase gugur dengan mudah. Namun, Italia kembali menjadi batu sandungan Inggris untuk berprestasi. Inggris kalah pada babak final Euro 2020 lewat adu penalti yang berkesudahan dengan skor 3-4 untuk Italia.

5. Inggris kembali gagal pada final Euro 2024

Jude Bellingham (twitter.com/BellinghamJude)
Jude Bellingham (twitter.com/BellinghamJude)

Skuad Inggris semakin matang di Euro 2024. Nama-nama mentereng seperti Harry Kane, Jude Bellingham, Kyle Walker, Kieran Trippier, John Stones, Harry Kane, Bukayo Saka, dan Declan Rice kembali jadi andalan. Pada edisi kali ini, Phil Foden, Marc Guehi, dan Kobbie Mainoo hadir sebagai penambah kekuatan.

Meski memiliki materi pemain berlimpah, Inggris dinilai tampil membosankan selama Euro 2024. Namun, skuad asuhan Gareth Southgate ini mampu menembus final. Akan tetapi, mereka kembali kalah pada partai puncak. Kali ini, Spanyol mengalahkan Inggris dengan skor 2-1.

Inggris selalu dihuni oleh pemain ternama dari satu edisi ke edisi yang lain. Performa Inggris pun meningkat jika dilihat dari dua edisi terakhir. Namun, Inggris masih belum bisa untuk membawa trofi ke rumahnya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Mufqi Fajrurrahman
EditorMufqi Fajrurrahman
Follow Us

Related Articles

See More

Joao Canceo, Pemain Pertama yang Menjuarai 4 Kompetisi Top Eropa

12 Mei 2026, 21:34 WIBSport