Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Sebastien Pocognoli Resmi Ditunjuk sebagai Pelatih Timnas Skotlandia
ilustrasi pertandingan sepak bola (pixabay.com/planet_fox)
  • Scottish FA menunjuk pelatih Belgia Sebastien Pocognoli sebagai pelatih Timnas Skotlandia dengan kontrak dua tahun, menggantikan Steve Clarke setelah seleksi komprehensif.
  • Federasi menilai Pocognoli kandidat paling menonjol, berbekal visi jelas dan rencana permainan agresif-menyerang untuk membawa energi baru bagi Skotlandia.
  • Pocognoli telah melakukan riset dan segera menyiapkan tim untuk UEFA Nations League 2026/2027, setelah pengalaman melatih Union Saint-Gilloise hingga AS Monaco.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Asosiasi Sepak Bola Skotlandia (Scottish FA) resmi mengumumkan penunjukan Sebastien Pocognoli sebagai pelatih baru Tim Nasional Skotlandia pada Senin (17/8/2026) kemarin. Juru taktik asal Belgia tersebut menandatangani kontrak berdurasi dua tahun. The Tartan Army memang harus bergerak cepat sebab mereka akan kembali berjuang di ajang UEFA Nations League 2026/2027.

Dilansir situs resmi Scottish FA, Chief Executive Scottish FA, Ian Maxwell, menyampaikan bahwa Sebastien Pocognoli menjadi kandidat paling unggul selama proses seleksi ketat. Lebih jauh, Maxwell mengaku tertarik dengan rencana yang dijabarkan sang juru taktik untuk Timnas Skotlandia. Hal tersebut rupanya sudah cukup untuk meyakinkan pihak federasi.

1. Disebut sebagai kandidat paling menonjol selama proses seleksi dilakukan

"Kami sangat senang mendapatkan Sebastien. Dia adalah kandidat paling menonjol dari proses yang komprehensif, sosok yang sangat mengesankan, dengan keinginan nyata untuk mengambil peran ini dan visi yang jelas tentang bagaimana dia ingin menjalankannya," tutur Maxwell. Ia pun turut menyampaikan apresiasi kepada pelatih sebelumnya, Steve Clarke, yang sukses membawa Skotlandia kembali ke Piala Dunia setelah 28 tahun absen.

Sementara itu, Chief Football Officer Scottish FA, Craig Mulholland, meyakini kedatangan Pocognoli bisa membawa angin segar bagi sepak bola Skotlandia. "Penunjukan Sebastien adalah momen yang mendebarkan bagi sepak bola Skotlandia. Dia adalah salah satu pelatih muda paling cerah dan paling diminati di Eropa. Dia akan membawa gaya permainan agresif dan menyerang yang akan memanjakan para pendukung," ungkapnya seperti dilansir BBC.

2. Pocognoli sudah melakukan banyak riset dan antusias menyambut tugas melatih Skotlandia

Berbicara perihak penunjukannya, Pocognoli mengaku sangat bangga dan antusias bisa dipercaya mengarsiteki Skotlandia. Ia mengaku kepincut dengan antusiasme para suporter The Tartan Army saat mendukung timnya di Piala Dunia 2026 lalu. Lebih jauh, Pocognoli pun sudah pernah mengalaminya sendiri ketika masih memperkuat Timnas Belgia.

"Sejak negosiasi dimulai, saya telah melakukan banyak riset, mengajukan banyak pertanyaan, dan melihat area yang dapat kami kembangkan. Saya sangat antusias dengan prospek ini dan berharap dapat bekerja sama dengan para pemain untuk mencapai kesuksesan yang lebih besar," jelas Pocognoli. Namun, ia harus segera tancap gas dengan memulai persiapan untuk UEFA Nations League 2026/2027 yang dihelat mulai bulan depan.

3. Sebelumnya sudah menukangi Union Saint-Gilloise dan AS Monaco

Dilansir Sky Sports, Sebastien Pocognoli bukan sosok asing bagi publik sepak bola Inggris. Ia sempat berkarier sebagai pemain di West Bromwich Albion dan Brighton & Hove Albion. Sebelum menjajal kompetisi di Inggris, mantan bek kiri ini telah mengoleksi trofi Eredivisie bersama AZ Alkmaar pada 2009, meraih gelar Belgian Cup bersama Standard Liege pada 2018, serta sempat membela Genk hingga memutuskan pensiun di usia awal 30-an.

Usai gantung sepatu, perjalanan kepelatihannya dimulai dari tim muda Union Saint-Gilloise (USG), Genk U-18, hingga Timnas Belgia kelompok umur. Puncak karier manajerialnya melesat ketika dipercaya menukangi tim senior USG pada 2024, dan mempersembahkan gelar liga pertama klub dalam 90 tahun. Ia pun sempat mengarsiteki klub Ligue 1, AS Monaco, di musim lalu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article