Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Serena Francis Jadi Manajer Garudayaksa Women, Manajemen Dukung Penuh
CEO Garudayaksa FC, Muhammad Reza Anugrah. (Dok. Garudayaksa).
  • Garudayaksa FC menunjuk Serena Francis untuk mengelola tim putri yang akan berlaga di IWL 2026/27.

  • Serena mendapat dukungan manajemen dan membawa pengalaman dari Bintang Timur Academy serta Timnas Indonesia U-16.

  • Garudayaksa FC dijadwalkan menghadapi Persita pada laga perdana IWL, 18 Oktober 2026.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
2023

Serena Francis menjadi asisten manajer Timnas Indonesia U-16 di Barcelona Football Festival 2023, Spanyol.

18 Oktober 2026

Garudayaksa FC dijadwalkan menjalani laga perdana IWL dengan menantang Persita.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Garudayaksa FC menunjuk Serena Francis sebagai manajer tim putri untuk mengikuti Indonesia Women’s League 2026/27.
  • Who?
    Serena Francis, CEO Garudayaksa FC Muhammad Reza Anugrah, pelatih Yopie Riwoe, dan tim putri Garudayaksa FC.
  • Where?
    Penunjukan berlangsung di lingkungan tim putri Garudayaksa FC; lokasi pertandingan perdana belum ada keterangan resmi.
  • When?
    Serena ditunjuk untuk IWL 2026/27. Laga perdana dijadwalkan pada 18 Oktober 2026.
  • Why?
    Serena dinilai memiliki rekam jejak positif dan pengalaman dalam pengelolaan manajerial sepak bola.
  • How?
    Serena akan membangun komunikasi dengan manajemen, pelatih, dan pemain, sementara manajemen menjamin dukungan terhadap kebutuhan tim.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Garudayaksa FC memilih Serena Francis untuk mengurus tim sepak bola putri. Serena akan bekerja bersama pelatih Yopie dan para pemain. Ia pernah mengurus tim sepak bola sebelumnya. Manajemen berjanji membantu kebutuhan tim. Sekarang, mereka bersiap melawan Persita pada pertandingan pertama IWL pada 18 Oktober 2026.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Penunjukan Serena Francis memberi Garudayaksa FC sosok dengan pengalaman pengelolaan sepak bola di tingkat akademi dan tim nasional usia muda. Dukungan manajemen juga membuka ruang kerja sama yang lebih kuat antara Serena, pelatih, dan pemain, sehingga persiapan tim putri menuju kompetisi dapat berjalan dengan dukungan operasional yang optimal.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Garudayaksa FC resmi menunjuk Serena Francis sebagai manajer di sektor tim putri untuk mengarungi Indonesia Women’s League (IWL) 2026/27. Serena diklaim memiliki rekam jejak yang positif.

Penunjukan ini mendapat dukungan penuh dari CEO Garudayaksa FC, Muhammad Reza Anugrah. Reza berharap kepemimpinan Serena mampu menciptakan sinergi yang solid antara manajemen, pelatih, dan para pemain di lapangan.

1. Harapan besar manajemen untuk tim putri

Setelah ditunjuk, Reza meminta sang manajer anyar untuk segera membangun komunikasi yang kuat demi memastikan seluruh kebutuhan operasional tim terpenuhi. Manajemen menjamin tidak hanya mendukung tim putri sebatas urusan administratif di belakang meja saja.

"Kami berharap Serena dapat menjalankan amanah ini dengan baik bersama pelatih dan pemain. Kami memastikan seluruh kebutuhan tim mendapat dukungan yang optimal," ujar Reza dalam keterangan resminya.

2. Rekam jejak Serena Francis

Manajemen memiliki alasan yang kuat dan terukur dalam menunjuk Serena. Wakil Wali Kota Kupang itu dinilai memiliki jam terbang yang cukup tinggi dalam hal pengelolaan manajerial sepak bola.

Serena pernah menjabat sebagai CEO sekaligus manajer Bintang Timur Academy di Atambua. Pengalaman berharganya semakin bertambah saat menjadi asisten manajer Timnas Indonesia U-16 di Barcelona Football Festival 2023, Spanyol.

Serena diharapkan bisa menjadi jembatan yang baik bagi strategi pelatih Yopie Riwoe. Manajer menuntut kombinasi mereka bisa membuka kesempatan lebih luas bagi para Srikandi sepak bola untuk berprestasi.

3. Siap beri kejutan dengan status underdog

Menghadapi kerasnya kompetisi IWL 2026/2027, Serena sadar betul timnya datang dengan status sebagai kuda hitam alias. Namun, dia menegaskan bahwa status tersebut sama sekali tidak akan membatasi ambisi tim untuk meraih hasil maksimal.

"Coach Yopie meramu kekuatan di lapangan, kami memastikan dukungan di belakangnya. Kami membangun kepercayaan agar setiap pemain berani menunjukkan kemampuan terbaiknya," tegas Serena.

Mereka dijadwalkan melakoni laga perdana IWL dengan menantang Persita pada 18 Oktober 2026.

Curated For You

Editorial Team

Related Article