Gak Pakai Rem, Rooney Semprot Ronaldo Usai Cabut dari Portugal

Wayne Rooney mengkritik Cristiano Ronaldo karena meninggalkan pemusatan latihan Portugal saat berselisih dengan pelatih Jorge Jesus, dan mempertanyakan alasan di balik keputusan tersebut.
Rooney menilai pernyataan terbuka Ronaldo, termasuk tuduhan kepada Jesus, meremehkan pelatih serta berpotensi merusak hubungan dengan rekan setim dan federasi Portugal.
Federasi Sepak Bola Portugal dilaporkan menjatuhkan skorsing sementara kepada Ronaldo sambil menunggu penyelidikan disipliner independen, sehingga masa depan internasionalnya menjadi sorotan.
Jakarta, IDN Times - Tindakan Cristiano Ronaldo meninggalkan kamp Portugal akibat berselisih paham dengan pelatih Jorge Jesus menuai kecaman dari mantan rekan setimnya. Legenda Manchester United, Wayne Rooney, melontarkan kritik keras kepada Ronaldo akibat tindakannya tersebut.
Bagi Rooney, aksi pria 41 tahun tersebut tidak pantas. Sikap Ronaldo, dinilai Rooney, berpotensi merusak hubungan dengan pelatih, rekan setim, hingga federasi sepak bola Portugal (FPF).
1. Pertanyakan sikap Ronaldo

Cristiano Ronaldo berebut bola saat membela Portugal menghadapi Uzbekistan pada laga Grup K Piala Dunia 2026 di Houston Stadium, Houston, Amerika Serikat, 23 Juni 2026. (Foto: RONALDO SCHEMIDT/AFP) Rooney tidak menyembunyikan kekecewaannya terhadap tindakan Ronaldo yang meninggalkan Portugal akibat bertengkar dengan Jesus. Rooney mengaku bingung, karena Ronaldo cabut dengan alasan yang tidak profesional.
"Menurut saya tentang Ronaldo, hanya ada satu pertanyaan, 'Mengapa?' Itu terjadi pada hari yang sama ketika (Lionel) Messi pensiun dari tim nasional Argentina. Sementara itu, Ronaldo justru meninggalkan skuad Portugal dengan cara seperti itu, lalu mengeluarkan pernyataan tersebut. Itu benar-benar salah dari segala sisi," kata Rooney dalam kanal YouTube The United Stand, mengutip Goal International.
2. Ronaldo dinilai meremehkan pelatih
Perselisihan dengan Jesus menjadi semakin rumit setelah Ronaldo merilis pernyataan yang menuduh pelatihnya mengingkari janji. Ronaldo bahkan membandingkannya dengan legenda sepak bola seperti Pele dan Diego Maradona dalam pernyataan tersebut.
Situasi itu memicu kritik karena masalah yang semestinya dapat diselesaikan secara internal justru berkembang menjadi polemik terbuka di hadapan publik. Rooney menilai seorang pemain tidak seharusnya meremehkan posisi pelatih di hadapan tim.
"Meremehkan pelatih dan rekan-rekan setimnya seperti yang telah dia lakukan itu benar-benar salah. Merusak hubungan dengan Federasi Sepak Bola Portugal juga sama sekali tidak tepat. Segala sesuatu tentang tindakan tersebut benar-benar salah. Dari sudut pandang sepak bola, sebagai rekan setim maupun sebagai seorang manajer, melihat hal seperti itu bukanlah sesuatu yang menyenangkan," kata Rooney.
Rooney juga mengingatkan Ronaldo bahwa tiap pemain sepak bola punya era tersendiri di tim nasional masing-masing. Dia berharap, Ronaldo bisa menerima jika eranya sudah berakhir, sama seperti Messi.
"Setiap pemain akan menghadapi masa ketika mereka harus mengakhiri karier di tim nasional. Pada akhirnya, hal itu pasti akan terjadi, dan sayangnya, Ronaldo tidak menghadapinya dengan baik. Situasi ini terasa tidak nyaman untuk disaksikan," kata Rooney.
3. Masa depan Ronaldo dengan Portugal dalam tanda tanya
Kontroversi ini juga menimbulkan tanda tanya mengenai kelanjutan karier internasional Ronaldo. FPF dilaporkan telah memberlakukan skorsing sementara, sambil menunggu penyelidikan disipliner independen yang mendesak.
Selama proses tersebut berlangsung, Ronaldo dilaporkan tidak diperbolehkan mengikuti aktivitas tim nasional menjelang jeda internasional November 2026 nanti. Kondisi ini, diterima Ronaldo dengan lapang dada dan telah diungkapkannya lewat media sosial miliknya.





















