Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Serena Francis Jadi Manajer Garudayaksa Women, Manajemen Dukung Penuh

2 min read
Serena Francis Jadi Manajer Garudayaksa Women, Manajemen Dukung Penuh
CEO Garudayaksa FC, Muhammad Reza Anugrah. (Dok. Garudayaksa).
  • Garudayaksa FC menunjuk Serena Francis untuk mengelola tim putri yang akan berlaga di IWL 2026/27.

  • Serena mendapat dukungan manajemen dan membawa pengalaman dari Bintang Timur Academy serta Timnas Indonesia U-16.

  • Garudayaksa FC dijadwalkan menghadapi Persita pada laga perdana IWL, 18 Oktober 2026.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Garudayaksa FC resmi menunjuk Serena Francis sebagai manajer di sektor tim putri untuk mengarungi Indonesia Women’s League (IWL) 2026/27. Serena diklaim memiliki rekam jejak yang positif.

Penunjukan ini mendapat dukungan penuh dari CEO Garudayaksa FC, Muhammad Reza Anugrah. Reza berharap kepemimpinan Serena mampu menciptakan sinergi yang solid antara manajemen, pelatih, dan para pemain di lapangan.

  1. 1. Harapan besar manajemen untuk tim putri

    Setelah ditunjuk, Reza meminta sang manajer anyar untuk segera membangun komunikasi yang kuat demi memastikan seluruh kebutuhan operasional tim terpenuhi. Manajemen menjamin tidak hanya mendukung tim putri sebatas urusan administratif di belakang meja saja.

    "Kami berharap Serena dapat menjalankan amanah ini dengan baik bersama pelatih dan pemain. Kami memastikan seluruh kebutuhan tim mendapat dukungan yang optimal," ujar Reza dalam keterangan resminya.

  2. 2. Rekam jejak Serena Francis

    Manajemen memiliki alasan yang kuat dan terukur dalam menunjuk Serena. Wakil Wali Kota Kupang itu dinilai memiliki jam terbang yang cukup tinggi dalam hal pengelolaan manajerial sepak bola.

    Serena pernah menjabat sebagai CEO sekaligus manajer Bintang Timur Academy di Atambua. Pengalaman berharganya semakin bertambah saat menjadi asisten manajer Timnas Indonesia U-16 di Barcelona Football Festival 2023, Spanyol.

    Serena diharapkan bisa menjadi jembatan yang baik bagi strategi pelatih Yopie Riwoe. Manajer menuntut kombinasi mereka bisa membuka kesempatan lebih luas bagi para Srikandi sepak bola untuk berprestasi.

  3. 3. Siap beri kejutan dengan status underdog

    Menghadapi kerasnya kompetisi IWL 2026/2027, Serena sadar betul timnya datang dengan status sebagai kuda hitam alias. Namun, dia menegaskan bahwa status tersebut sama sekali tidak akan membatasi ambisi tim untuk meraih hasil maksimal.

    "Coach Yopie meramu kekuatan di lapangan, kami memastikan dukungan di belakangnya. Kami membangun kepercayaan agar setiap pemain berani menunjukkan kemampuan terbaiknya," tegas Serena.

    Mereka dijadwalkan melakoni laga perdana IWL dengan menantang Persita pada 18 Oktober 2026.

Share Article
Editorial Team

Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

Related Articles

See More