Sesumbar Arbeloa: Real Madrid Gak Butuh Keajaiban di Markas Bayern

- Alvaro Arbeloa menegaskan Real Madrid tidak butuh keajaiban untuk menyingkirkan Bayern Munich dan yakin timnya bisa lolos ke semifinal Liga Champions.
- Arbeloa menyebut mentalitas comeback Madrid sebagai yang terkuat di Eropa, menegaskan identitas klub sebagai raja Liga Champions.
- Bayern tercatat tangguh di kandang dengan hanya satu kekalahan musim ini, sementara Madrid punya rekor tandang impresif di Liga Champions.
Jakarta, IDN Times - Pelatih Real Madrid, Alvaro Arbeloa, melontarkan perang urat saraf jelang melakoni duel hidup-mati di markas Bayern Munich, Allianz Arena, Kamis (16/4/2026) dini hari WIB. Arbeloa menyatakan, Los Blancos tidak butuh keajaiban demi bisa lolos ke semifinal Liga Champions.
Karena kalah 1-2 di leg pertama, Madrid butuh menang dengan margin dua gol untuk lolos di waktu normal, atau selisih satu gol untuk melewati skenario adu penalti. Arbeloa optimistis Madrid menang, apa pun skenarionya.
1. Madrid punya DNA raja Eropa
Terkait situasi ini, Arbeloa menegaskan kembali identitas Madrid sebagai raja Liga Champions. Soal remontada di kompetisi Eropa, Arbeloa meyakini tidak ada tim seahli Madrid. Dia meyakini tidak ada tim di dunia ini yang memiliki mentalitas comeback sekuat Real Madrid saat berada di situasi terjepit.
"Pertama-tama, kami adalah Real Madrid; jika ada tim yang datang ke stadion ini untuk membalikkan keadaan, itu adalah kami," kata Arbeloa, dikutip dari Football Espana.
2. Gak butuh keajaiban buat menang di Munich
Arbeloa juga menyepelekan mitos soal sulitnya menaklukkan Bayern di Allianz Arena. Dia menegaskan Kylian Mbappe dan kawan-kawan dapat melakukan hal tersebut tanpa membutuhkan keajaiban.
"Saya tidak melihat kami harus melakukan keajaiban apa pun. Siapa pun yang mengenal Real Madrid tidak akan berpikir kemenangan nanti adalah sebuah mukjizat," ujar Arbeloa.
3. Rapor Bayern dan Madrid
Statistik Bayern yang tangguh di kandang sebenarnya menjadi alarm pengingat buat Madrid. Di Bundesliga musim ini, Die Roten baru merasakan satu kekalahan dan tak tersentuh sepanjang main di Liga Champions.
Sementara itu, Madrid berhasil memenangkan empat dari enam laga tandangnya di Liga Champions musim ini. Menarik untuk dinantikan, apakah Madrid mampu melakukan remontada, atau justru senasib dengan Barcelona dan Liverpool?
















