Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
SJFC Rayakan HUT ke-4, Dari Sepak Bola Hingga Santunan Anak Yatim
SJFC rayakan ultah ke-4, sekaligus adakan santunan bagi anak yatim. (Dok. SJFC)
  • Komunitas jurnalis Seejontor FC (SJFC) merayakan HUT ke-4 di GBK dengan laga persahabatan, santunan anak yatim, dan pembagian 170 paket sembako berkat dukungan anggota DPR RI Wahyu Sanjaya.
  • Ketua Umum Harry Prasetya menegaskan semangat kebersamaan jurnalis melalui sepak bola serta berharap SJFC terus berkembang lewat kegiatan sosial dan dukungan bagi pembinaan sepak bola usia dini.
  • Randra resmi menggantikan Harry sebagai ketua baru, membawa energi segar untuk memperluas kolaborasi olahraga dan sosial agar SJFC makin berdampak positif bagi komunitas jurnalis.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Komunitas sepak bola jurnalis Seejontor FC (SJFC) merayakan hari ulang tahun (HUT) ke-4 dengan menggelar laga persahabatan serta silaturahmi di Lapangan Sepak Bola C Senayan, Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta Pusat, Kamis (5/3/2026).

Perayaan HUT ke-4 SJFC tidak hanya diisi dengan pertandingan sepak bola. Ada juga kegiatan sosial berupa pemberian santunan kepada anak yatim piatu dan pembagian 170 paket sembako kepada masyarakat yang membutuhkan berkat dukungan Anggota DPR RI Komisi XI Wahyu Sanjaya.

1. Ada juga wakaf Al-Qur'an dari stasiun televisi nasional

SJFC rayakan ultah ke-4, sekaligus adakan santunan bagi anak yatim. (Dok. SJFC)

Selain itu, SJFC juga menerima wakaf Al-Qur’an dari salah satu stasiun televisi nasional, Garuda TV, sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan positif yang dilakukan para jurnalis tersebut.

Sejak berdiri, SJFC dikenal sebagai komunitas yang menghimpun jurnalis dari berbagai latar belakang. Di tengah rutinitas, sepak bola menjadi ruang rekreasi sekaligus sarana memperkuat jejaring persahabatan di antara para jurnalis.

Ketua Umum Seejontor FC, Harry Prasetya, mengatakan perjalanan empat tahun komunitas tersebut menjadi bukti bahwa solidaritas jurnalis tidak hanya terbangun di ruang redaksi, tetapi juga di lapangan hijau.

"Empat tahun bukan waktu yang singkat. Seejontor FC lahir dari semangat kebersamaan para jurnalis yang ingin tetap sehat, solid, dan menjaga silaturahmi lewat sepak bola," ujar Harry dalam keterangannya.

2. Harapan agar SJFC dapat berkembang

SJFC rayakan ultah ke-4, sekaligus adakan santunan bagi anak yatim. (Dok. SJFC)

Harry berharap, SJFC dapat terus berkembang dengan memperluas jaringan, menggelar pertandingan persahabatan dengan berbagai komunitas, serta menjaga tradisi kebersamaan di kalangan jurnalis.

Selain itu, dia juga berharap kegiatan sosial seperti charity dan coaching clinic sepak bola usia dini dapat terus dilanjutkan sebagai kontribusi nyata komunitas terhadap perkembangan olahraga di Indonesia.

"SJFC ingin terus mendukung perkembangan sepak bola sejak dini, semoga bisa terus mensupport sekolah sepak bola (SSB) di berbagai daerah,” ucap Harry.

3. SJFC dapat energi baru

SJFC gelar coaching clinic di Yogyakarta, gandeng legenda Timnas. (Dok. SJFC)

Masa jabatan Harry sebagai Ketua SeeJontor FC sudah selesai. Kini, tongkat estafet akan diteruskan oleh Randra yang merupakan jurnalis dari Detik.

Randra menegaskan komitmennya untuk membawa energi baru bagi komunitas sepak bola jurnalis tersebut. Menurutnya, Seejontor FC sudah memiliki fondasi kebersamaan yang kuat.

"Ke depan kami ingin menghadirkan warna baru dengan memperbanyak kegiatan olahraga, sosial, serta kolaborasi dengan berbagai komunitas agar Seejontor FC semakin berkembang dan memberi dampak positif,” ujar Randra.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Umum Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno (PPKGBK), Hadi Sulistia, turut menghadiri peringatan HUT ke-4 SJFC. Menurutnya, media memiliki peran penting sebagai jendela komunikasi GBK kepada publik.

"Dalam rangka mewujudkan visi kami, tagline yang diusung sederhana yaitu GBK untuk semua. Ini adalah ruang olahraga sekaligus paru-paru utama Jakarta yang harus ramah bagi semua kalangan, dari anak kecil hingga lansia, dari pedagang kecil hingga tokoh dan pemimpin dunia,” jelas Hadi.

Editorial Team