Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Ketatnya Persaingan di EPL 2025/2026 Berdasarkan Perolehan Poin

Ketatnya Persaingan di EPL 2025/2026 Berdasarkan Perolehan Poin
ilustrasi bola (pixabay.com/KelvinStuttard)
Intinya Sih
  • Musim EPL 2025/2026 jadi salah satu yang paling ketat, dengan hanya enam tim lama meningkat poin dan Arsenal keluar sebagai juara lewat 85 poin, unggul tujuh angka dari Manchester City.
  • West Ham United terdegradasi meski mengantongi 39 poin, menjadi catatan tertinggi bagi tim yang turun kasta sejak musim 2010/2011, setelah kalah bersaing tipis dengan Tottenham Hotspur.
  • Aston Villa dan Brentford naik posisi meski poinnya menurun, menggambarkan betapa rapatnya persaingan papan tengah di EPL 2025/2026 hingga selisih kecil bisa ubah peringkat signifikan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Edisi 2025/2026 menjadi salah satu musim dengan persaingan paling ketat dalam sejarah English Premier League (EPL). Setidaknya dibanding musim sebelumnya. Salah satu cara yang bisa kita pakai untuk melihat level kompetitif yang tinggi tersebut adalah perolehan poin akhir.

1. Hanya enam tim lama yang mengalami peningkatan poin

Tujuh belas dari 20 peserta Premier League 2025/2026 merupakan tim yang sama dalam 2 edisi sebelumnya. Itu karena tim promosi di EPL 2023/2024 dan 2024/2025 selalu terdegadasi lagi pada penghujung kompetisi. Tren tersebut terhenti pada musim ini. Hanya Burnley yang tidak mampu bertahan. Sementara, Leeds United berakhir di posisi 14 dan Sunderland membuat kejutan dengan duduk di peringkat ketujuh yang menghasilkan tiket Liga Europa 2026/2027.

Menariknya, cuma 6 dari 17 kontestan lama yang mengalami peningkatan poin. Arsenal menjadi juara berkat 85 poin, bertambah 11 angka dari musim sebelumnya. The Gunners unggul 7 poin dari Manchester City yang mengoleksi 71 poin di EPL 2024/2025. Manchester United menempati posisi ketiga dengan 71 poin, melonjak drastis dari 42 poin di EPL 2024/2025 yang mana mereka cuma bertengger di peringkat 15.

Persaingan yang ketat di EPL 2025/2026 mungkin paling tergambar dari pencapaian AFC Bournemouth dan Tottenham Hotspur. The Cherries bertambah satu angka saja di EPL 2025/2026 menjadi 57 poin. Namun, mereka naik hingga tiga posisi ke peringkat keenam dan lolos ke Liga Europa. Sementara itu, Spurs naik 3 angka menjadi 41 poin di EPL 2025/2026, tetapi tetap di posisi 17. Pada musim ini, mereka bahkan baru memastikan selamat dari degradasi pada pekan terakhir.

2. West Ham United terdegradasi dengan 39 poin

West Ham United merupakan tim yang dikalahkan Tottenham Hotspur dalam perebutan satu tempat terakhir di zona aman Premier League 2025/2026. The Hammers sebetulnya membantai Leeds United 3-0 pada pekan pemungkas. Namun, Spurs berhasil menang 1-0 atas Everton.

West Ham pun menutup musim dengan 39 poin, tertinggal 2 angka dari Spurs. Perolehan poin itu merupakan yang tertinggi bagi tim degradasi di EPL sejak 2010/2011. Birmingham City dan Blackpool sama-sama turun kasta dengan 39 poin pada edisi tersebut.

Menariknya, West Ham merupakan juru kunci di EPL 2010/2011 dengan 33 poin. Sebagai catatan, West Ham juga terekam sejarah sebagai tim yang terdegradasi dengan poin paling tinggi sejak EPL diikuti 20 klub mulai 1995/1996. Mereka mengoleksi 42 poin pada 2002/2003.

3. Aston Villa dan Brentford naik posisi, tapi perolehan poin berkurang

Apa yang dialami Aston Villa dan Brentford bisa menjadi satu gambaran kuat lain terkait kerasnya persaingan di Premier League 2025/2026. Jika dibandingkan dengan musim sebelumnya, keduanya memang mengalami peningkatan posisi. Namun, perolehan poinnya justru berkurang. Villa menduduki tempat keempat dengan 65 poin dan lolos ke Liga Champions Eropa (UCL). Di EPL 2024/2025, mereka mengoleksi 66 poin dan hanya berakhir di posisi keenam serta gagal bermain di UCL. Sementara, Brentford mengoleksi 53 poin di EPL 2025/2026, berkurang 3 angka dari musim sebelumnya. Namun, The Bees naik satu posisi ke peringkat sembilan.

Brighton & Hove Albion juga mengalami fenomena yang mirip. The Seagulls hanya mengumpulkan 53 poin di EPL 2025/2026, berkurang hingga 8 angka dibanding musim sebelumnya. Namun, tim asuhan Fabian Huerzeler tetap berada di posisi delapan. Menariknya, posisi tersebut cukup untuk membuat mereka lolos ke Liga Konferensi Eropa pada musim ini. Sebaliknya, Everton kembali menghuni posisi 13 meski mengalami penambahan satu poin menjadi 49 poin.

Papan tengah memang menjadi wilayah paling sengit di EPL 2025/2026 jika kita membandingkan perolehan poin per posisi (bukan tim) dengan musim lalu. Hanya peringkat 1 dan 2, 13—18, serta 20 yang mengalami peningkatan poin. Sementara, posisi 3 dan 19 kembali berakhir dengan 22 poin. Sisanya, peringkat 4—12 mengalami penurunan poin.

Dengan persaingan yang begitu ketat, poin memang bukan sekadar angka bagi tim-tim Premier League. Menarik untuk menantikan apakah level tinggi yang terjadi pada 2025/2026 akan kembali tersaji pada 2026/2027.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Topics
Editorial Team
Kidung Swara Mardika
EditorKidung Swara Mardika

Related Articles

See More