Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Ribuan Suporter Banjiri Jalanan, Begini Megahnya Perpisahan Guardiola

Ribuan Suporter Banjiri Jalanan, Begini Megahnya Perpisahan Guardiola
Parade tim Manchester City saat perpisahan Pep Guardiola dipadati fans yang turun ke jalanan Kota Manchester. (AFP/PAUL ELLIS)
Intinya Sih
  • Pep Guardiola resmi mundur dari Manchester City akhir musim 2025/26, ditandai parade megah di Manchester yang diramaikan ribuan suporter dan perayaan dua gelar domestik.
  • Acara perpisahan di Co-op Live arena menampilkan seluruh trofi era Guardiola, kehadiran legenda klub, serta momen emosional bagi Bernardo Silva dan John Stones yang turut berpamitan.
  • Noel Gallagher memandu wawancara terakhir Guardiola, sementara mantan pemain Paul Dickov menegaskan warisan kuat sang pelatih akan menjaga stabilitas klub pasca kepergiannya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Era keemasan Manchester City bersama Pep Guardiola resmi berakhir. Sang manajer memutuskan mundur pada akhir musim 2025/26, setelah hampir satu dekade membawa The Citizens mendominasi sepak bola Inggris.

Sebagai bentuk penghormatan terakhir, ManCity menggelar parade bus atap terbuka yang berlangsung meriah di jalanan kota Manchester. Parade tersebut sekaligus menjadi perayaan keberhasilan The Citizens yang menyandingkan gelar Piala FA dan Piala Liga Inggris musim ini.

Acara itu bukan sekadar konvoi juara biasa. Ribuan suporter memadati jalanan untuk memberikan salam perpisahan kepada Guardiola, sosok yang sukses mempersembahkan 20 trofi selama masa baktinya di Etihad Stadium.

Atmosfer emosional dan penuh selebrasi pun menyelimuti momen perpisahan salah satu pelatih terbaik dalam sejarah klub tersebut. Lantas, seperti apa kemegahan dalam perpisahan sang maestro pinggir lapangan itu?

1. Parade trofi yang dikawal para legenda

Pemain Manchester City dan Pep Guardiola berbaris bersama trofi yang diraih selama masa kepelatihan Pep Guardiola di The Citizens.
Pemain Manchester City dan Pep Guardiola berbaris bersama trofi yang diraih selama masa kepelatihan Pep Guardiola di The Citizens. (DARREN STAPLES/AFP)

Setelah pawai bus yang membelah kota berakhir di Etihad Stadium, perayaan dilanjutkan dengan seremoni bertajuk The After Party di Co-op Live arena. Acara super megah yang dihadiri lebih dari 19.000 penonton ini memamerkan seluruh trofi yang pernah dimenangkan ManCity di bawah arahan Guardiola.

Deretan piala bergengsi tersebut dibawa masuk ke panggung secara bergantian oleh para pemain, serta sejumlah sosok penting di klub. Sejumlah andalan yang telah pergi dan sederet legenda klub juga dilibatkan.

Ederson Moraes, Fernandinho, dan Vincent Kompany selaku mantan kapten tim yang saat ini sedang melatih Bayern Munich hadir langsung untuk memberikan penghormatan kepada mantan pelatihnya.

Selain perpisahan Guardiola, malam itu juga menjadi ajang perpisahan emosional bagi dua bintang The Citizens, Bernardo Silva dan John Stone yang memutuskan hengkang di bursa transfer musim panas ini.

2. Noel Gallagher dan akhir siklus yang sempurna

Manajer Manchester City, Pep Guardiola (AFP / Darren Staples)
Manajer Manchester City, Pep Guardiola (AFP / Darren Staples)

Kemegahan acara perpisahan Guardiola semakin terasa dengan kehadiran musisi legendaris sekaligus penggemar fanatik ManCity, Noel Gallagher. Pentolan Oasis itu mendapat sambutan meriah dari ribuan suporter saat naik ke panggung sambil mengangkat trofi Piala FA.

Kehadiran Noel juga menghadirkan makna emosional tersendiri bagi perjalanan Guardiola di Inggris. Sebab, wawancara perpisahan sang pelatih dipandu langsung oleh Noel, sosok yang juga mewawancarainya saat pertama kali diperkenalkan sebagai manajer ManCity satu dekade lalu.

"Tidak ada alasan (khusus), tapi jauh di lubuk hati, saya tahu ini adalah waktu saya. Tidak ada yang abadi, tetapi yang abadi adalah perasaan, kenangan, dan cinta saya untuk Manchester City," ucap Guardiola penuh haru, dikutip dari ESPN.

3. Warisan kokoh agar tak bernasib seperti MU

Di tengah euforia perpisahan, banyak pihak mulai membandingkan kepergian Guardiola dengan efek kepergian Sir Alex Ferguson di Manchester United. Namun, mantan pemain ManCity, Paul Dickov, meyakinkan publik kalau Guardiola telah meninggalkan fondasi kuat.

"Ini adalah sepatu besar yang harus diisi, tapi ini akan lebih mudah ketimbang MU saat ditinggal Sir Alex, karena segala sesuatu di sini diatur untuk sukses," ujar Dickov

Guardiola juga memberikan pesan sederhana tetapi bermakna bagi siapa pun yang akan menggantikannya musim depan. Ia berpesan sang suksesor harus menjadi diri sendiri.

"Jadilah diri sendiri, bebaskan diri Anda, ikuti ide-ide Anda. Bekerjalah dengan giat dan semuanya akan baik-baik saja," ujar juru taktik berpaspor Spanyol tersebut.

Share Article
Topics
Editorial Team
Dheri Agriesta
EditorDheri Agriesta

Related Articles

See More