Tak Ada Remontada Bagi Barcelona dan Liverpool di Liga Champions

- Barcelona menang 2-1 atas Atletico Madrid lewat gol Lamine Yamal dan Ferran Torres, tapi tetap tersingkir karena kalah agregat 3-2 di perempat final Liga Champions.
- Liverpool ubah gaya main lebih menyerang dan turunkan Mohamed Salah, namun tetap kalah 0-2 dari PSG lewat dua gol Ousmane Dembele di babak kedua.
- Kegagalan Barcelona dan Liverpool melaju ke semifinal jadi pukulan besar; Barcelona gagal ulangi prestasi musim lalu, sementara Liverpool belum tembus semifinal sejak 2021/22.
Jakarta, IDN Times - Remontada atau comeback jadi sesuatu yang digaung-gaungkan Barcelona dan Liverpool di leg kedua perempat final Liga Champions 2025/26. Namun, hal itu tidak terjadi.
Barcelona dan Liverpool akhirnya harus merelakan tempat di semifinal Liga Champions. Hasil yang mereka dapat di leg kedua perempat final memastikan gugurnya mereka di ajang tersebut musim ini.
1. Barcelona menang, tetapi percuma
Di Wanda Metropolitano, Barcelona melakukan segala hal untuk mengalahkan Atletico Madrid. Namun, berbeda dengan leg pertama, serangan-serangan balik Atletico di leg kedua ini lebih berbahaya.
Barcelona sempat unggul dua gol lewat gol Lamine Yamal dan Ferran Torres, sebelum akhirnya Ademola Lookman memberi mimpi buruk bagi Barcelona. Atletico kalah 1-2, tetapi mereka lolos dengan agregat 3-2.
2. Mengubah gaya permainan tak berarti bagi Liverpool
Di leg kedua perempat final, Liverpool coba mengubah gaya permainan berbeda ketimbang leg pertama. Liverpool coba bermain lebih menyerang. Mereka juga memainkan Mohamed Salah, yang diparkir di leg pertama.
Namun, PSG datang dengan kondisi siap. Hasilnya, mereka menang dengan skor 2-0 lewat dua gol Ousmane Dembele di masa-masa akhir babak kedua. Tumbang sudah Liverpool di Liga Champions musim ini.
3. Petaka bagi Liverpool dan Barcelona
Kegagalan melaju ke semifinal ini jadi petaka tersendiri bagi Barcelona dan The Reds. Bagi Barcelona, mereka gagal mengulangi capaian musim lalu, di mana mereka lolos ke semifinal.
Berbeda dengan Blaugrana, Liverpool lebih kelam lagi. Setelah terakhir musim 2021/22, Liverpool belum bisa menjejakkan kaki lagi di semifinal Liga Champions. Tak ada remontada bagi mereka.

















