Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Tim Kuda Hitam Paling Dikenang pada 6 Edisi Piala Dunia Terakhir

Tim Kuda Hitam Paling Dikenang pada 6 Edisi Piala Dunia Terakhir
semifinal Piala Dunia 2002 mempertemukan Brasil dan Turki (fifa.com)

Selain sang juara, aspek menarik dari Piala Dunia adalah keberadaan tim-tim kuda hitam alias non-favorit. Di setiap edisi Piala Dunia pasti setidaknya ada satu tim yang mencetak sejarah dengan tampil mengejutkan. 

Seperti biasa, performa apik tim yang cenderung dianggap penggembira tentu membuat turnamen empat tahunan ini terasa lebih gereget. Rasa haus penonton akan variasi dan kejutan seakan terpuaskan.

Mari mengenang tim-tim kuda hitam paling inspiratif dalam enam edisi Piala Dunia terakhir. Cek apakah jagoanmu termasuk salah satunya?

1. Kroasia (semifinal Piala Dunia 1998)

Davor Suker usai melesakkan gol ke gawang Prancis di Piala Dunia 1998 (fifa.com)
Davor Suker usai melesakkan gol ke gawang Prancis di Piala Dunia 1998 (fifa.com)

Sebelum jadi finalis pada Piala Dunia 2018, Kroasia pertama kali mengguncang dunia dengan menembus semifinal Piala Dunia 1998. Usai jadi runner-up Grup H, Kroasia seakan tak terhentikan pada fase gugur. Mereka berhasil mengalahkan Rumania (1-0), kemudian Jerman dengan skor telak (3-0). 

Mereka bertemu dengan Prancis di semifinal dan sebenarnya sempat unggul 1-0. Namun, Prancis menciptakan dua gol balasan pada menit ke-70 dan 74. Ini sekaligus mengubur kesempatan Kroasia mencapai final Piala Dunia untuk pertama kalinya. Tak buruk-buruk amat, Kroasia meraih medali perunggu usai mengalahkan Belanda pada laga perebutan tempat ketiga. 

2. Turki (semifinal Piala Dunia 2002)

Turki dan Senegal di Piala Dunia 2002 (fifa.com)
Turki dan Senegal di Piala Dunia 2002 (fifa.com)

Pada edisi 2002, giliran Turki yang tampil melebihi ekspektasi kebanyakan orang. Mereka ditempatkan satu grup dengan tim favorit, Brasil pada babak penyisihan grup. Dengan susah payah, Turki akhirnya dinyatakan lolos ke fase gugur sebagai runner-up.

Fase gugur juga bukan perjuangan mudah untuk Turki. Mereka harus menghadapi Jepang di babak 16 besar, kemudian Senegal di perempat final. Semua pertandingan tersebut mereka menangkan dengan skor tipis. 

Sebagai negara yang baru dua kali ikut Piala Dunia, semifinal adalah capaian yang cukup tinggi untuk Turki. Sayangnya, mereka kembali dipertemukan dengan Brasil yang sebelumnya sudah menaklukkan mereka pada fase grup. Brasil akhirnya keluar sebagai pemenang dengan skor tipis 1-0. Mirisnya, 2002 adalah tahun terakhir Turki tampil di putaran final Piala Dunia. 

3. Ukraina (perempat final Piala Dunia 2006)

Ukraina di Piala Dunia 2006 (fifa.com)
Ukraina di Piala Dunia 2006 (fifa.com)

Piala Dunia 2006 adalah era emas sepak bola Ukraina. Datang sebagak debutan yang diremehkan, Ukraina berhasil lolos ke babak 16 besar menemani Spanyol sebagai perwakilan Grup H. Mereka kemudian dihadang Swiss yang berstatus juara Grup G. 

Beda dengan Spanyol yang harus tersingkir usai kalah dari Prancis, Ukraina justru berhasil menang adu penalti lawan Swiss setelah sebelumnya bermain imbang 0-0. Momen itu mengantar mereka melanggeng ke babak 8 besar.

Sayangnya, Italia terlalu kuat untuk Ukraina. Andriy Sevchenko dkk. harus tunduk dari lawannya dengan skor 3-0. Piala Dunia 2006 juga penampilan terakhir Ukraina di Piala Dunia. 

4. Ghana (perempat final Piala Dunia 2010)

Ghana di Piala Dunia 2010 (fifa.com)
Ghana di Piala Dunia 2010 (fifa.com)

Pada 2010, Ghana berkesempatan jadi tim Afrika pertama yang mencapai semifinal Piala Dunia. Itu pun didapat dengan susah payah. Pada babak penyisihan grup mereka kalah dari Jerman, seri dengan Australia, dan secara mengejutkan mengalahkan Serbia. 

Pada babak 16 besar, giliran Amerika Serikat yang mereka singkirkan dengan skor tipis 2-1. Mereka pun harus berhadapan dengan Uruguay di babak perempat final. Laga berlangsung dramatis. Satu peluang emas mereka digagalkan Luis Suarez lewat handball yang berbuah kartu merah dan hadiah penalti untuk Ghana. 

Sayangnya tendangan penalti Asamoah Gyan menabrak tiang gawang dan skor 1-1 bertahan sampai waktu ekstra berakhir. Adu penalti pun dilakukan untuk menentukan satu tim yang lanjut ke semifinal. Uruguay dinyatakan sebagai pemenang lewat sepakan penalti ala Panenka dari Sebastián Abreu (El Loco). 

5. Kosta Rika (perempat final Piala Dunia 2014)

pertandingan Belanda vs Kosta Rika di Piala Dunia 2014 (fifa.com)
pertandingan Belanda vs Kosta Rika di Piala Dunia 2014 (fifa.com)

Kosta Rika jadi tim paling mengejutkan pada Piala Dunia 2014. Satu grup dengan tim-tim unggulan macam Italia, Uruguay, dan Inggris, mereka justru keluar sebagai pemuncak klasemen. Pada babak 16 besar mereka bermain imbang lawan Yunani dan akhirnya bisa dinyatakan sebagai pemenang usai unggul lewat adu penalti. 

Pada laga perempat final lawan mereka adalah Belanda. Lagi-lagi Kosta Rika berhasil mempertahankan skor seri 0-0 sampai waktu ekstra berakhir. Malapetaka terjadi saat adu penalti. Belanda menurunkan Tim Krul menjelang akhir waktu ekstra seakan sudah mempersiapkan sang kiper untuk adu penalti. Krul dengan pendekatan manipulatifnya berhasil menggagalkan dua tendangan penalti Kosta Rika dan membenamkan mimpi perwakilan CONCACAF tersebut. 

6. Rusia (perempat final Piala Dunia 2018)

laga Rusia lawan Spanyol Piala Dunia 2018 (instagram.com/teamrussia)
laga Rusia lawan Spanyol Piala Dunia 2018 (instagram.com/teamrussia)

Sejak bernama resmi Rusia (usai Uni Soviet pecah), tim sepak bola mereka berpartisipasi dalam empat edisi Piala Dunia. Tiga di antaranya (1994, 2002, 2014) hanya mampu mereka lakoni sampai fase grup. Kejutan terjadi pada 2018 saat Rusia berstatus tuan rumah. Untuk pertama kalinya sejak tak lagi bernama Uni Soviet, mereka berhasil mencapai babak perempat final. 

Itu terjadi setelah mereka mengalahkan Arab Saudi (5-0) dan Mesir (3-1) di fase grup. Meski kalah telak 3-0 dari Uruguay, dua kemenangan sebelumnya cukup membawa mereka lolos ke babak gugur. Tanpa disangka, Rusia berhasil menahan imbang Spanyol pada babak 16 besar dan mengalahkan mereka lewat adu penalti. Igor Akinfeev menjadi pahlawan usai menepis dua sepakan penalti Spanyol. 

Laga perempat final jauh lebih dramatis. Rusia dan Kroasia saling berkejaran gol dan laga berakhir dengan skor 1-1 pada waktu normal. Pada waktu ekstra, Kroasia sempat unggul lewat gol Vida, tetapi dibalas beberapa menit kemudian lewat tandukan Mario Fernandes. Pada adu penalti, Rusia harus menelan kekalahan dan gagal melaju ke semifinal. 

Piala Dunia 2022 sendiri banyak menawarkan kejutan dari tim-tim unggulan. Untuk Piala Dunia 2022, siapa kira-kira yang layak dapat gelar tim kuda hitam paling mencolok?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Dwi Ayu Silawati
EditorDwi Ayu Silawati
Follow Us

Latest in Sport

See More

Atletico Madrid vs Barcelona Live di TV Mana? Ini Link Streamingnya

05 Apr 2026, 02:13 WIBSport