Jack Rudoni, Gelandang Coventry City dengan Level Liga Champions

- Jack Rudoni mencetak dua gol penentu kemenangan 3-2 Coventry City atas Derby County, membawa tim semakin dekat ke promosi Premier League musim 2025/2026.
- Meski sempat absen karena cedera betis dan menit bermain menurun drastis, Rudoni tetap produktif dengan torehan gol konsisten sepanjang musim.
- Frank Lampard memuji performa Rudoni setara level Liga Champions dan mengakui peran hubungan pelatih-pemain mereka dalam perkembangan pesat sang gelandang.
Jack Rudoni menjadi pahlawan Coventry City dalam kemenangan 3-2 atas Derby County pada pekan ke-40 Championship Inggris 2025/2026, Jumat (3/4/2026). Sebuah hasil dramatis yang sangat krusial. Sebab, itu makin mendekatkan langkah mereka untuk promosi ke English Premier League (EPL).
Rudoni memborong dua gol. Performa impresifnya sampai membuatnya mendapat pujian tinggi dari sang pelatih, Frank Lampard. Legenda Chelsea dan Timnas Inggris ini menyebut, gelandangnya tersebut memiliki kualitas untuk bermain bukan hanya di EPL, melainkan juga Liga Champions Eropa (UCL).
1. Jack Rudoni mencetak dua gol yang begitu klinis ke gawang Derby County
Coventry City bermain di kandang, Coventry Building Society Arena, saat berhadapan dengan Derby County pada Jumat (3/4/2026). The Sky Blues membuka papan skor melalui sepakan indah Frank Onyeka pada menit 12. Namun, The Rams membalas lewat tandukan Ben Brereton Diaz pada menit 38. Gol tersebut membuat Coventry kehilangan dominasi. Mereka berhasil merebutnya kembali setelah Frank Lampard melakukan tiga pergantian pada menit 64. Salah satunya dengan memasukkan Jack Rudoni dan menarik keluar Josh Eccles. Terbukti, Rudoni langsung membuat Coventry memimpin lagi 4 menit kemudian. Ia mencetak gol yang begitu menawan.
Gelandang setinggi 1,85 meter itu menerima bola dari Onyeka di sepertiga terakhir lapangan. Rudoni sebetulnya memiliki ruang tembak yang begitu terbuka. Namun, ia memilih memberikan umpan kepada Milan van Ewijk di kanan. Van Ewijk lantas mengirim crossing ke kotak penalti. Matt Clarke mampu melakukan blok. Namun, Rudoni berhasil menguasai rebound meski sempat terpeleset. Pemain asli Inggris yang lahir pada 14 Juni 2001 ini kemudian melakukan aksi cemerlang. Ia terlihat seperti hendak melepaskan tembakan dengan kaki kanan, tapi justru memindahkan bola ke kaki kirinya. Pergerakan tersebut mengecoh tiga personel Derby. Hasilnya, Rudoni dengan mudah menaruh bola ke gawang.
Sayangnya, Coventry kembali kehilangan keunggulan akibat tendangan penalti Diaz pada menit 77. Tayangan ulang menunjukkan striker Timnas Chile tersebut terlihat dengan sengaja membenturkan kakinya ke tubuhnya Carl Rushworth sehingga terjatuh. Namun, Tom Nield yang bertugas sebagai wasit tidak bisa menyaksikannya karena tidak ada Video Assistant Referee (VAR). Meski begitu, Coventry berhasil mencetak gol kemenangannya hanya 3 menit berselang. Rudoni memperlihatkan aksi klinis untuk kedua kalinya. Ia menyontek crossing dari van Ewijk pada sentuhan pertama. Makin memukau, Rudoni melakukannya dengan kaki kanan. Padahal, ia adalah seorang kidal.
2. Jack Rudoni tetap produktif meski diserang badai cedera pada 2025/2026
Jack Rudoni menjadi supersub dalam kemenangan 3-2 Coventry City atas Derby County pada Jumat (3/4/2026). Namun, Frank Lampard memainkannya sebagai pengganti bukan karena tidak memercayainya untuk tampil sejak awal, melainkan karena baru saja pulih dari cedera. Ia absen dalam empat pertandingan sebelumnya karena masalah di bagian betis. Kondisi ini pula yang menyebabkannya tidak bisa berlaga pada pekan ke-7—15 Championship 2025/2026 serta ke-26 yang berakhir dengan kekalahan 1-2 dari Norwich City.
Cedera pula yang menjadikan 2025/2026 sebagai musim dengan menit bermain paling minim dalam karier senior Rudoni. Ia total baru tampil selama 1.971 menit di semua kompetisi per 4 April 2026. Padahal, sebelumnya, Rudoni beraksi hingga 4.010 menit pada 2024/2025, 3.153 menit pada 2023/2024, 3.794 menit pada 2022/2023, 3.856 menit pada 2021/2022, dan 2.059 menit pada 2020/2021. Rudoni memang pernah hanya mendapat kesempatan selama 1.118 menit pada 2019/2020. Namun, ini merupakan musim debutnya.
Hebatnya, meski terganggu cedera, Rudoni tetap produktif pada 2025/2026. Sebelum brace ke gawang Derby, ia selalu mencetak 1 gol dalam 3 penampilan terakhirnya. Ia juga lebih dulu mengemas dwigol kala Coventry membantai Queens Park Rangers 7-1 pada pekan ketiga. Dengan enam pertandingan tersisa, Rudoni pun masih berpeluang untuk melewati torehan 10 gol pada 2024/2025 dan 12 gol pada 2021/2022 sebagai 2 musim paling produktifnya.
3. Perkembangan pesat Jack Rudoni tidak terlepas karena Frank Lampard
Frank Lampard tidak bisa menyembunyikan kekagumannya kepada Jack Rudoni usai dua gol impresif ke gawang Derby County pada Jumat (3/4/2026). Dalam sebuah wawancara dengan Sky Sports setelah pertandingan, Lampard menegaskan, performa Rudoni pada laga ini berada di level ajang sekelas Liga Champions. Komentar tersebut dapat dimaknai pula sebagai apresiasi akumulatif selama mereka bekerja sama, bukan hanya karena penampilan dalam satu laga.
Seperti tergambar dalam penjelasan di atas, salah satu kualitas menonjol dari Rudoni sebagai gelandang adalah insting tajamnya untuk mencetak gol. Lampard jelas berperan dalam perkembangan tersebut. Sebab, selain karena pelatihnya, ia juga merupakan orang dengan kriteria serupa saat berkarier sebagai pemain. Lampard bahkan pernah membandingkan langsung hubungan dirinya dengan Rudoni seperti ketika ia dilatih Jose Mourinho.
Dilansir BBC pada 25 November 2025, Lampard mengungkapkan, Mourinho adalah salah satu influenser terbesar dalam kariernya karena mampu membuka cakrawalanya sebagai pemain. Koneksi semacam itu lantas Lampard terapkan kepada Rudoni. Lampard menyebut, mereka memang sering membicarakan cara bermain sebagai gelandang dan menghadirkan ancaman di depan gawang lawan. Sebagai catatan, keduanya sama-sama bergabung dengan Coventry pada permulaan 2024/2025.
Jika benar berhasil promosi ke Premier League 2026/2027, Rudoni jelas bakal menjadi pilar kunci Coventry untuk setidaknya tidak terdegradasi. Namun, bukan tidak mungkin Rudoni merealisasikan pujian Lampard dengan pindah ke klub peserta Liga Champions.



















