5 Tim yang Kalah dalam 4 Laga Awal Kasta Atas Inggris Tanpa Cetak Gol

- Coventry City kalah 0-5 dari Brighton pada pekan keempat Premier League 2026/2027, melengkapi empat kekalahan beruntun tanpa gol dan membuatnya terpuruk di dasar klasemen.
- Menurut Opta, Coventry menjadi tim kelima dalam sejarah kasta teratas Liga Inggris yang kalah pada empat laga pembuka musim tanpa mencetak gol.
- Derby County dan Crystal Palace mampu bertahan setelah awal serupa, sedangkan Stoke City serta Preston North End terdegradasi pada akhir musim.
Coventry City kembali menelan kekalahan pada pekan keempat English Premier League 2026/2027. Kali ini, pasukan Frank Lampard dipermalukan Brighton & Hove Albion di kandang sendiri lewat skor telak 0-5. Kekalahan ini membuat Coventry City menghasilkan rekor minor. Opta mencatat, Coventry City menjadi tim kelima dalam sejarah yang selalu kalah dalam empat laga awal musim tanpa membuat gol di kasta teratas Liga Inggris.
1. Derby County mampu bertahan meski memulai musim 1899/1900 dengan buruk
Derby County menjadi tim pertama yang mengawali musim dengan buruk pada 1899/1900. Kala itu, The Rams menelan empat kekalahan tanpa sekalipun membuat gol. Pada laga pertama, Derby kalah 0-1 dari Notts County. Setelah itu, Derby dihajar 0-2 oleh Manchester City. Derby kalah lagi 0-1 dari Sheffield United, diikuti hasil 0-2 oleh Newcastle United.
Beruntungnya, Derby bisa bangkit setelah awal musim yang inkonsisten. Setelah rentetan hasil buruk tersebut, Derby tak tersentuh kekalahan dalam tujuh laga. Meski sempat menurun dengan kalah tiga kali beruntun, Derby kembali menjaga konsistensinya. Derby mampu finis di urutan keenam dengan total 36 poin, hasil 14 kemenangan, 8 keimbangan, dan 12 kekalahan.
2. Awal musim 1906/1907 yang inkonsisten membuat Stoke City terdegradasi
Memasuki abad baru 20, Stoke City mengulangi catatan buruk Derby County pada 1906/1907. Berbeda dengan Derby County yang bisa bangkit, Stoke City tak mampu melakukannya. Stoke mengakhiri musim di dasar klasemen dan berujung degradasi ke kasta kedua. Stoke hanya mengumpulkan 26 poin, hasil dari 8 kemenangan, 10 keimbangan, dan 20 kekalahan.
Pada partai pertama, Stoke menghadapi Liverpool sebagai juara bertahan. Hasilnya, Stoke kalah 0-1. Setelah itu, Stoke kalah 0-2 dari Aston Villa dan dihajar Bristol City tiga gol tanpa balas. Pada laga keempat, Stoke kembali melawan Aston Villa dan kalah lagi 0-1. Meski sempat bangkit, Stoke benar-benar kesulitan pada paruh kedua musim yang berujung turun kasta.
3. Preston North End juga turun kasta pada 1924/1925 setelah awal musim yang buruk
Preston North End menderita empat kekalahan beruntun tanpa membuat gol pada awal musim 1924/1925. Preston memulai musim dengan takluk 0-1 dari West Ham United. Preston lalu kalah 0-2 dari Sunderland dan Burnley. Preston terpuruk setelah kalah 0-4 dari Leeds United.
Sepanjang musim, Preston memang kesulitan sehingga lebih sering mengalami kekalahan. Preston mencatatkan 26 kali kalah. Preston hanya mendapatkan 26 poin berkat 10 kali menang dan 6 kali imbang. Alhasil, Preston mesti terdegradasi dari First Division pada akhir musim.
4. Crystal Palace berhasil bertahan meski mengawali musim 2017/2018 tanpa kemenangan
Setelah hampir seabad catatan buruk ini tidak ada, Crystal Palace justru mengalami pada 2017/2018. Padahal, tim ibu kota baru mengganti pelatih pada musim panas 2017. Frank de Boer mengambil alih kursi pelatih menyusul mundurnya Sam Allardyce. Namun, empat kekalahan berturut-turut tanpa membuat gol membuat De Boer didepak.
Crystal Palace mengawali musim dengan kekalahan 0-3 dari tim promosi, Huddersfield Town. Setelah itu, Crystal Palace keok 0-1 dari Liverpool, disusul hasil buruk tiga gol tanpa balas dari Swansea City. De Boer akhirnya dipecat setelah Crystal Palace kalah 0-1 dari Burnley pada laga keempat. Roy Hodgson lalu datang sebagai juru selamat. Meski sempat naik turun, Crystal Palace berhasil bertahan di Premier League setelah mengakhiri musim di posisi kesebelas.
5. Berlabel tim promosi, Coventry City memulai musim 2026/2027 dengan buruk
Coventry City promosi ke Premier League 2026/2027 dengan status juara EFL Championships 2025/2026. Di bawah asuhan Frank Lampard, Coventry kembali ke kasta teratas setelah 25 tahun absen. Sayangnya, optimisme tinggi runtuh ketika musim telah berjalan. Coventry City masuk catatan buruk dengan mengalami empat kekalahan pada laga awal tanpa membuat gol.
Kekalahan pertama diderita saat bertamu ke markas Arsenal dengan skor 0-3. Pada laga kedua, Coventry gagal menang melawan Hull City sebagai sesama tim promosi. Coventry kalah 0-1 di kandang sendiri. Skor serupa juga dialami Coventry di markas Manchester City. Kekalahan paling buruk dialami dengan dipermalukan lima gol tanpa balas oleh Brighton & Hove Albion di hadapan pendukung sendiri. Coventry terpuruk di dasar klasemen tanpa poin.
Sebagai pemain, Frank Lampard memang punya karier gemilang. Namun di pinggir lapangan, kiprahnya masih naik turun meskipun pernah memimpin Chelsea dan Everton berkompetisi di Premier League. Kini, sosok 48 tahun itu mesti berbenah jika tak ingin kariernya sebagai pelatih berakhir lebih cepat. Patut ditunggu kebangkitan Coventry City di Premier League 2026/2027.


















