Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Uji Coba di Jepang, Tim Indonesia Cari Variasi Taktik Jelang Asian Games

Uji Coba di Jepang, Tim Indonesia Cari Variasi Taktik Jelang Asian Games
Ganda putra, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, dalam sesi TC jelang Asian Games 2026 di Jepang (dok.PP PBSI)
  • Tim bulu tangkis Indonesia menjalani latih tanding dengan NTT East Badminton Club di Tokyo.
  • Sparing dengan klub Jepang memberi pemain pengalaman menghadapi variasi pola permainan.
  • Ganda putra menyiapkan lima pemain dengan pasangan berbeda untuk Asian Games 2026.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Apakah latih tanding klub Jepang penting bagi tim Indonesia?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Tim bulu tangkis Indonesia menjalani uji coba kontra klub asal Jepang, NTT East Badminton Club, dalam pemusatan latihan (TC) hari kedua. Uji coba ini dianggap penting karena bisa memperkaya dan mematangkan persiapan Indonesia jelang Asian Games 2026 nanti.

Ada beberapa hal yang didulang skuad Indonesia dalam uji coba tersebut. Diharapkan, dari momen ini, performa para pemain Indonesia terangkat dan bisa tampil maksimal dalam turnamen multievent terbesar Asia tersebut.

  1. 1. Perkaya variasi taktik dan strategi

    Pelatih ganda putra, Antonius Budi Ariantho, dalam sesi TC jelang Asian Games 2026 di Jepang (dok.PP PBSI)
    Pelatih ganda putra, Antonius Budi Ariantho, dalam sesi TC jelang Asian Games 2026 di Jepang (dok.PP PBSI)

    Pelatih ganda putra, Antonius Budi Ariantho, menyambut positif kesempatan tim Indonesia berlatih tanding dengan NTT East Badminton Club. Menurut Anton, uji coba ini bisa menyiapkan Jonatan Christie dan kawan-kawan untuk menghadapi pola permainan yang berbeda.

    Dengan lawan dan gaya main yang berbeda, nantinya para pemain diharapkan bisa menemukan solusi saat berlaga. Sebab, variasi pola yang dimainkan lawan bisa memunculkan kreativitas pada para pemain.

    "Melawan klub dari Jepang, saya rasa itu sangat positif. Karena kami bisa mendapat variasi pola main dari lawan yang berbeda. Kalau dengan tim sendiri kan sudah sehari-hari ya. Manfaatnya nanti bisa dirasakan saat pertandingan, sudah lebih banyak dan siap dengan pola yang berbeda-beda," kata Anton.

  2. 2. Ganda putra siap tarung

    Ganda putra, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, dalam sesi TC jelang Asian Games 2026 di Jepang (dok.PP PBSI)
    Ganda putra, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri, dalam sesi TC jelang Asian Games 2026 di Jepang (dok.PP PBSI)

    Anton juga memastikan persiapan sektor ganda putra sudah berada pada level 100 persen dan siap berlaga dengan amunisi lima pemain di Asian Games 2026. Seluruhnya telah digembleng, bermain dengan pasangan yang berbeda sejak masih di Indonesia dengan tujuan agar tim memiliki sejumlah alternatif sesuai kebutuhan pertandingan.

    "Sejak di Indonesia sudah dibiasakan, lima pemain ini kami putar dengan pasangan yang berbeda. Saya rasa persiapan sudah matang banget ya, tinggal lihat nanti ketemu siapa, kebutuhannya bagaimana," kata Anton.

  3. 3. Beregu putra ditargetkan raih emas

    Tim bulu tangkis Indonesia menjalani pemusatan latihan (TC) di Jepang jelang Asian Games 2026 (dok.PP PBSI)
    Tim bulu tangkis Indonesia menjalani pemusatan latihan (TC) di Jepang jelang Asian Games 2026 (dok.PP PBSI)

    Ini menjadi modal baik untuk tim ganda putra Indonesia. Apalagi, mengingat anak-anak asuh Anton akan ikut memperkuat tim putra Indonesia di nomor beregu. Sebagai catatan, tim beregu putra Indonesia punya beban berat di Asian Games 2026. Sebab, PBSI membebankan target medali emas Asian Games kepada Fajar Alfian dan kawan-kawan.

    “Dari hasil diskusi tadi, harapan terbesar memang ada pada nomor beregu putra. Di cabang bulu tangkis nanti ada tujuh nomor yang dipertandingkan. Dari semua nomor tersebut, peluang terbesar yang kami lihat saat ini memang berasal dari beregu putra. Saat ini tim beregu putra Indonesia berada di peringkat kedua dunia, sehingga peluang untuk meraih medali emas cukup besar," kata Chef de Mission (CdM) Kontingen Indonesia untuk Asian Games 2026, Todotua Pasaribu, di Pelatnas PBSI awal Agustus 2026 lalu.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More