Timnas Korea Selatan Dicaci Maki Suporter di Bandara saat Pulang

- Suporter Korea Selatan mencaci pemain dan ofisial di bandara setelah tim gagal lolos ke fase gugur Piala Dunia 2026, meski kedatangan dilakukan dini hari untuk menghindari kerumunan.
- Hong Myung Bo menjadi sasaran utama kemarahan karena dianggap gagal membawa identitas permainan jelas dan diduga diangkat lewat nepotisme oleh Federasi Sepak Bola Korea.
- Presiden KFA Chung Mong Gyu turut dimaki suporter yang menuntut tanggung jawab serta perubahan besar di tubuh federasi akibat dugaan korupsi dan kegagalan total tim nasional.
Jakarta, IDN Times - Para pemain Korea Selatan tak bisa tenang ketika pulang. Meski mengambil trik kembali pada Selasa dini hari waktu setempat (30/6/2026), agar bisa menghindari amukan, suporter nyatanya tetap menunggu kedatangan mereka di bandara.
Ketika baru menginjakkan kaki di luar bandara sekitar pukul 03.50 waktu setempat, suporter langsung mencaci anggota kontingen Korea Selatan. Mereka meneriakkan kalimat makian, membentangkan spanduk menyindir kinerja Korea Selatan di Piala Dunia 2026.
1. Hong Myung Bo jadi sasaran amukan
Pelatih Hong Myung Bo menjadi sasaran utama amukan massa. Suporter menilai Hong bekerja dengan buruk, tak memiliki identitas permainan yang jelas. Sejak awal, suporter memang tak suka dengan penunjukan Hong, curiga ada praktik nepotisme ketika diangkat oleh Federasi Sepak Bola Korea (KFA) saat jadi pelatih tim nasional.
"Sepak bola Korea Selatan sudah mati," begitu salah satu bunyi dari spanduk yang dibentangkan suporter, dilansir Star News Korea.
"Hong Myung Bo harus keluar!" begitu teriakan suporter.2
2. Pemain dan Hong cuma diam
Tak ada kata-kata yang dikeluarkan Hong saat mendapatkan kritik tersebut. Wajahnya begitu datar, namun terlihat tegang ketika melewati deretan suporter.
Sementara, para pemain yang dikawal ratusan petugas keamanan, juga merasakan ketidaknyamanan ketika lewat. Mereka sadar telah bekerja dengan buruk hingga akhirnya Korea Selatan gagal lolos ke fase gugur Piala Dunia 2026.
3. Presiden KFA juga dimaki suporter
Sasaran amuk suporter lainnya adalah Presiden KFA, Chung Mong Gyu. Chung, yang muncul setelah semua pemain dan Hong meninggalkan bandara, langsung disambut dengan cacian suporter.
Mereka meminta Chung juga bertanggung jawab dan mendorong revolusi dalam tubuh KFA karena dianggap telah dicemari oleh praktik korupsi yang akut hingga akhirnya Taeguk Warriors gagal total.














