Todd Boehly Mau Jual Saham Chelsea, Pemilik Berganti Lagi?

- Todd Boehly dan Mark Walter dilaporkan berdiskusi menjual 12,8 persen saham Chelsea dengan nilai lebih dari 5 miliar poundsterling atau Rp120,7 triliun.
- Clearlake Capital saat ini memegang 61,5 persen saham Chelsea; jika saham tersebut dibeli Hansjorg Wyss, ia berpotensi menjadi pemegang saham mayoritas.
- Chelsea telah menghabiskan 1,5 miliar poundsterling untuk pemain dalam empat tahun tanpa trofi, sambil enam kali mengganti manajer permanen dan menuai kritik harga tiket.
Jakarta, IDN Times - Kabar mengejutkan datang dari Chelsea. Sebanyak dua pemilik klub asal London itu, Todd Boehly dan Mark Walter, berniat menjual sebagian saham mayoritas yang dinaungi oleh Clearlake Capital.
Dilansir The Financial Times, Boehly bersama Walter sedang berdiskusi untuk menjual 12,8 persen sahamnya. Nilai yang dipatok dalam proporsi saham itu mencapai lebih dari lima miliar poundsterling atau setara dengan Rp120,7 triliun.
1. Berapa sih saham milik Boehly dan Walter di Chelsea?
Clearlake memegang 61,5 persen saham di Chelsea. Sementara, sisa 38,5 persen saham dikendalikan oleh miliuner asal Swiss, Hansjorg Wyss.
Andai saham Boehly dan Walter dijual ke pihak lain sebesar 12,8 persen, maka sisanya hanya tersisa 48,7 persen. Dengan proporsi ini, Clearlake sebenarnya masih menjadi pemegang saham mayoritas dan memiliki kendali lebih dominan atas Chelsea.
2. Ada potensi pemilik berganti
Namun, cerita berbeda akan terjadi jika Wyss yang membelinya. Dengan skenario itu, Wyss akan menjadi pemegang saham mayoritas dan akan mengendalikan Chelsea.
Bisa jadi, revolusi besar-besaran dilakukan oleh Wyss, mengingat pengelolaan The Blues ketika dikendalikan Boehly dan kawan-kawan sejak 2022 masih berantakan dan belum bisa memberikan hasil signifikan.
3. Chelsea sudah keluar uang banyak, tapi...
Chelsea sudah mengeluarkan uang hingga 1,5 miliar poundsterling atau setara Rp36,2 triliun untuk merekrut pemain dalam empat tahun terakhir. Namun, belum ada trofi yang berhasil dipersembahkan dengan uang sebesar itu.
Yang terjadi justru sebaliknya, Chelsea malah sering gonta-ganti manajer. Mereka tercatat enam kali melakukan pergantian manajer permanen dan Xabi Alonso menjadi pimpinan teranyar.
Selain itu, Chelsea juga sering kena semprot oleh suporter. Sebab, harga tiket yang ditetapkan oleh manajemen begitu tinggi.


















