Transformasi Raphinha sebagai Striker Barcelona pada Awal 2026/2027

- Kepergian Robert Lewandowski dan gagalnya transfer Julian Alvarez membuat Hansi Flick memercayakan Raphinha sebagai striker, sementara Gabriel Jesus masih beradaptasi dan Hamza Abdelkarim belum berpengalaman.
- Raphinha sudah terbiasa berganti peran di Barcelona, dari winger kanan ke kiri, lalu menjadi sosok kunci era Flick dengan 34 gol dan 26 assist pada 2024/2025.
- Pada lima laga awal 2026/2027, Raphinha mencetak delapan gol dan satu assist, selalu terlibat gol dalam lima kemenangan Barcelona, termasuk dua gol saat menang 5-1 atas Feyenoord.
Raphinha mengawali musim baru 2026/2027 dengan peran berbeda di Barcelona. Hansi Flick sebagai pelatih memasangnya sebagai striker di beberapa laga awal. Padahal, pemain asal Brasil ini biasa bertugas sebagai winger dalam beberapa musim terakhir. Meski begitu, Raphinha justru menunjukkan performa yang tak kalah mengesankan. Barcelona menyapu bersih lima laga awal musim dengan kemenangan dan Raphinha selalu terlibat dalam prosesnya. Lalu, apa yang melatarbelakangi perubahan ini dan bagaimana Raphinha melakukannya dengan baik?
1. Pergeseran peran Raphinha terjadi karena kepergian Robert Lewandowski dan kegagalan merekrut Julian Alvarez
Bursa transfer musim panas 2026 menjadi periode sibuk bagi Barcelona. Sebanyak 15 pemain dilepas dan 8 nama baru didatangkan ke Camp Nou. Salah satu sosok kunci yang dilepas adalah Robert Lewandowski. Manajemen tidak memperpanjang kontraknya sebagai bagian dari regenerasi. Selama 4 tahun di Barcelona, ia mengemas 120 gol dan 34 assist dari 193 laga.
Dengan kepergian Lewandowski yang merupakan mesin gol, Barcelona membidik Julian Alvarez sebagai pengganti. Sayangnya, saga transfer selama 2 bulan berakhir tanpa hasil. Harga tinggi yang dipasang Atletico Madrid membuat Barcelona tak mampu membelinya. Kontroversi juga sempat mewarnai prosesnya sehingga Barcelona akhirnya urung merekrut sang pemain. Barcelona lalu menebus Gabriel Jesus dari Arsenal. Selain itu, manajemen juga memermanenkan Hamza Abdelkarim dari Al-Ahly dan dipromosikan ke tim utama.
Kendati punya dua striker di skuad, Raphinha tetap dipilih karena pengalamannya. Jesus memang datang dengan profil menjanjikan lewat 32 gol dan 22 assist dari 123 penampilan selama di Arsenal. Ia juga membantu Arsenal menjuarai English Premier League 2025/2026. Namun, Jesus masih perlu adaptasi. Sementara untuk Abdelkarim, bakat mudanya masih perlu diasah. Meski dipromosikan karena talentanya, masih terlalu dini langsung mengandalkannya. Dengan kondisi tersebut, maka Flick memercayakan Raphinha mengisi peran striker pada awal 2026/2027.
2. Raphinha sebelumnya pernah dipasang di beberapa posisi dan mampu moncer
Pergeseran peran Raphinha di Barcelona ini sejatinya bukan kali pertama terjadi. Ketika datang pada 2022, Raphinha diplot sebagai winger kanan. Namun, ia berada dalam bayang-bayang Ousmane Dembele. Kendati hanya semusim menjadi pelapis, Raphinha tetap kesulitan pada pada awal kedatangannya. Ketika Dembele hengkang 2023, Ferran Torres lebih dipercaya. Xavi Hernandez sebagai pelatih saat itu sering memainkannya sebagai pemain pengganti.
Ketika Lamine Yamal mencuat dan mencuri atensi, Raphinha tengah mengalami cedera hamstring. Yamal menunjukkan bakat mudanya layak mendapatkan tempat utama di sisi kanan. Xavi lalu memercayai sang pemain muda menempatinya. Ketika Raphinha pulih dari cedera, Xavi mengubah perannya sebagai winger kiri. Meski sempat kesulitan, Raphinha benar-benar berubah dan bangkit ketika Hansi Flick mengambil alih kursi kepelatihan pada 2024.
Pada 2024/2025, Raphinha menjalani musim terbaiknya. Transfermarkt mencatat, Raphinha fit sepanjang musim tanpa sekalipun absen karena cedera. Ia total mengemas 34 gol dan 26 assist dari 57 laga di berbagai ajang. Ia membantu Barcelona meraih treble ajang domestik dan membawa tim ke semifinal Liga Champions Eropa. Setelah musim yang sulit, Raphinha mencuat sebagai sosok kunci kompetitifnya Barcelona pada musim debut Hansi Flick.
3. Raphinha hadir sebagai striker baru dengan performa cemerlang pada awal 2026/2027
Tidak adanya striker baru yang teruji membuat Hansi Flick memasang Raphinha di pos tersebut mulai 2026/2027. Kegagalan transfer Julian Alvarez membuat Barcelona mesti memanfaatkan sumber daya yang ada. Meski membeli Gabriel Jesus, tim mesti menunggu adaptasinya mengingat Barcelona adalah klub Spanyol pertamanya. Raphinha lalu mencuat sebagai solusi.
Pada awal 2026/2027, Raphinha sudah bermain dalam lima laga di semua ajang. Hasilnya impresif dengan 8 gol dan 1 assist. Dari lima penampilan tersebut, pemain 29 tahun ini selalu berkontribusi gol dalam kemenangan Barcelona. Terbaru, Raphinha mencetak brace dalam kemenangan 5-1 atas Feyenoord Rotterdam pada partai pertama Liga Champions 2026/2027.
Raphinha hadir sebagai juru gedor utama yang lebih berpengalaman dan sudah padu bersama skuad. Setelah musim-musim sebelumnya membantu tim juara di ajang domestik, kini tujuan lebih besar menanti, yakni Liga Champions. Dengan peran barunya sebagai striker, akankah Raphinha membawa Barcelona mengangkat trofi Si Kuping Besar pada akhir musim nanti?






















