4 Tuan Rumah Piala Afrika yang Kalah di Final, Maroko Terbaru

- Maroko kalah 0-1 dari Senegal pada final Piala Afrika 2025
- Nigeria kalah dari Kamerun pada final Piala Afrika 2000 lewat adu penalti
- Libia kalah juga kalah lewat adu penalti pada final Piala Afrika 1982
Maroko gagal mengakhiri Piala Afrika 2025 sebagai juara meski berstatus sebagai tuan rumah. Mereka kalah dari Senegal pada final yang berlangsung di Prince Moulay Abdellah Stadium pada Minggu (18/1/2026). Maroko menjadi tuan rumah keempat yang kalah pada partai puncak sejak Piala Afrika mulai bergulir pada 1957.
1. Maroko kalah 0-1 dari Senegal pada final Piala Afrika 2025 yang diwarnai polemik
Maroko kalah dari Senegal dengan skor 0-1 pada final Piala Afrika 2025. Mereka kehilangan trofi akibat tendangan kencang Pape Gueye pada menit 94. Laga berlanjut ke babak tambahan setelah huru-hara yang terjadi pada periode menit tambahan babak kedua. Wasit Jean-Jacques Ndala Ngambo memberikan hadiah penalti usai mengecek video assistant referee (VAR). Ia menyatakan El Hadji Malick Diouf melanggar Brahim Diaz karena menjatuhkannya saat berduel untuk bola udara yang berasal dari sepak pojok Achraf Hakimi.
Senegal tidak terima dengan keputusan tersebut. Mereka makin frustasi karena beberapa saat sebelumnya, Ngambo menganulir gol Ismaila Sarr akibat menilai adanya pelanggaran yang dilakukan Abdoulaye Seck kepada Hakimi. Sang pelatih, Pape Thiaw, menginstruksikan para pemainnya untuk keluar dari lapangan. Setelah berada di ruang ganti cukup lama, mereka akhirnya melanjutkan pertandingan pada menit 90+24. Diaz lantas maju sebagai algojo penalti. Secara mengejutkan, ia melepaskan tendangan panenka yang berhasil ditebak oleh Edouard Mendy.
2. Nigeria kalah dari Kamerun pada final Piala Afrika 2000 lewat adu penalti
Zimbabwe seharusnya menjadi tuan rumah Piala Afrika 2000. Namun, Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) membatalkannya karena ketidaksiapan mereka. Ghana dan Kamerun akhirnya terpilih sebagai tuan rumah bersama setelah mengalahkan Maroko yang juga mengajukan diri. Ghana terhenti pada perempat final, sedangkan Nigeria berhasil melaju sampai final. Sayangnya, Nigeria gagal menjadi juara usai kalah adu penalti dari Kamerun.
Mereka bermain di kandang, Moshood Abiola National Stadium, pada 12 Februari 2000. Laga berakhir 2-2 sebelum adu penalti. Nigeria comeback lewat Raphael Chukwu (44’) dan Jay-Jay Okocha (47’) setelah tertinggal oleh gol Samuel Eto'o (26’) dan Patrick Mboma (31’). Kamerun menang pada adu penalti dengan skor 4-3. Marc-Vivien Foe gagal mencetak gol untuk mereka, tetapi Nwankwo Kanu dan Victor Ikpeba lebih dulu gagal mencetak gol bagi Nigeria.
3. Libia kalah juga kalah lewat adu penalti pada final Piala Afrika 1982
Libia bermain di Piala Afrika untuk pertama kalinya pada 1982. Mereka mendapat kesempatan untuk menjadi tuan rumah. Libia berhasil lolos ke final setelah menjadi juara di grup A yang berisi Ghana, Kamerun, dan Tunisia serta menang 2-1 atas Zambia pada semifinal. Pada final yang berlangsung di Tripoli International Stadium pada 19 Maret 1982, Libia kembali bertemu Ghana. Ketika berjumpa pada fase grup, mereka imbang 2-2.
Libia harus merelakan trofi kepada Ghana usai kalah lewat adu penalti. Kedua tim seri 1-1 pada waktu normal. Ghana memimpin lewat George Alhassan (35’) dan Libia menyamakan kedudukan melalui Ali Musa Al-Beshari (70’). Libia kalah pada adu penalti akibat kegagalan Abdel Moneim Ghonaim dan Abdallah Zeiyu. Padahal, mereka sempat berada di atas angin karena Michael Owusu Mensah lebih dulu gagal menjalankan tugasnya untuk Ghana.
4. Tunisia kalah pada final Piala Afrika 1965 dari Ghana
Tuan rumah pertama yang kalah pada final Piala Afrika adalah Tunisia. Ini terjadi pada edisi 1965. Mereka takluk dari Ghana pada partai puncak yang berlangsung hingga babak tambahan di Stade Chedli Zouiten pada 19 November 1965.
Tunisia sebetulnya sempat comeback lewat gol dari Abdelmajid Chetali (47’) dan Tahar Chaibi (67’) setelah tertinggal oleh gol Frank Odoi (37’). Namun, mereka kecolongan gol Osei Kofi pada menit 79. Odoi lantas merebut trofi ke tangan Ghana lewat golnya pada menit 96.
Empat peserta di atas gagal menjadi juara akibat kalah pada final. Sebaliknya, terdapat 12 Piala Afrika ketika negara penyelenggara sukses menggondol trofi. Sementara itu, tim yang menjadi tuan rumah dalam 19 edisi lainnya tidak berhasil lolos ke final.

















