Indonesia Pertama Kali Tanpa Wakil di Final All England Sejak 2011, Benarkah?
- Indonesia gagal menembus final All England 2026, menjadi kali pertama sejak 2011 tanpa wakil di partai puncak turnamen bulu tangkis tertua dunia itu.
- PP PBSI tidak berhasil memenuhi target minimal satu gelar meski mengaku sudah melakukan persiapan matang, dengan fokus utama pada pasangan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri.
- Catatan prestasi Indonesia di All England sebelumnya cukup konsisten, dengan sederet juara dari 2012 hingga 2025 sebelum akhirnya terhenti pada edisi 2026.
Jakarta, IDN Times - Indonesia gagal tampil maksimal di All England 2026. Dalam turnamen tertua di dunia itu, Indonesia gagal menyumbang gelar bahkan tak memiliki wakil di final.
Dengan fakta ini, Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) gagal memenuhi targetnya. Selain itu, ada rekor Indonesia yang tercoreng karena untuk pertama kalinya gagal mengirim wakil ke final dalam 15 tahun terakhir. Benarkah?
1. Indonesia sebelumnya rajin main di final

Dari data yang didapat lewat laman resmi BWF, ternyata benar ini menjadi kali pertama buat Indonesia tak main di final dalam 15 tahun terakhir. Sejak 2012, Pasukan Garuda selalu mengirimkan minimal satu wakil ke final.
Edisi terakhir Indonesia tanpa wakil di final adalah pada 2011. Di momen itu pula, Indonesia tanpa gelar.
2. Tak penuhi target

PBSI sebenarnya sempat percaya diri bisa meraih gelar dari All England. Persiapan jelang All England, diklaim sudah matang, dan setidaknya menurut PBSI bisa meraih satu gelar dari Birmingham. Kemudian, yang dibebankan untuk meraih gelar adalah pasangan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri. Kenyataannya, Fajar/Fikri malah dikalahkan juniornya, Raymond Indra/Nikolaus Joaquin.
"Dengan persiapan menyeluruh dan fokus penuh, Indonesia menargetkan minimal satu gelar pada All England 2026. Fajar/Fikri targetnya (juara All England) ya. Menurut saya, persiapan ini baik, ya. Karena mereka ada waktu, beberapa bulan mempersiapkan diri untuk All England. Dibandingkan Raymond/Joaquin, yang sudah dari Thailand, Kejuaraan Bulu Tangkis Beregu Asia (BATC) 2026 pulang. Ini kan persiapan mereka berapa minggu? Dua minggu ke Eropa. Tentu kan lebih bagus Fajar/Fikri," kata pelatih ganda putra utama PBSI, Antonius Budi Ariantho, ditemui di Pelatnas PBSI beberapa waktu lalu.
3. Capaian terbaik Indonesia di All England sejak 2011

Berikut catatan capaian terbaik wakil Indonesia di ajang All England sejak edisi 2011:
2011: Tanpa gelar
2012: Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir (Juara)
2013: Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir (Juara)
2014: Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan dan Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir (Juara)
2015: Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir (Runner-up)
2016: Praveen Jordan/Debby Susanto (Juar)
2017: Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon (Juara)
2018: Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon (Juara)
2019: Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan (Juara)
2020: Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti (Juara), Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon (Runner-up)
2021: Tidak ikut serta
2022: Bagas Maulana/Muhammad Shohibul Fikri (Juara), Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan (Runner-up)
2023: Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto (Juara), Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan (Runner-up)
2024: Jonatan Christie dan Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto (Juara), Anthony Sinisuka Ginting (Runner-up)
2025: Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana (Runner-up)
2026: Tanpa gelar


















