Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

3 Sirkuit Brasil yang Pernah Menggelar MotoGP, Nomor 1 Comeback 2026!

3 Sirkuit Brasil yang Pernah Menggelar MotoGP, Nomor 1 Comeback 2026!
ilustrasi pembalap motor beraksi di atas lintasan (unsplash.com/Harlie Raethel)
Intinya Sih
  • MotoGP resmi kembali ke Brasil pada 2026 di Autodromo Internacional Ayrton Senna, Goiania, setelah absen lebih dari satu dekade dengan kontrak penyelenggaraan hingga tahun 2030.
  • Sebelumnya, Brasil pernah menggelar MotoGP di Interlagos pada 1992 dan di Autodromo Internacional Nelson Piquet, Rio de Janeiro, yang menjadi tuan rumah terlama sebelum dibongkar untuk Olimpiade 2016.
  • Kembalinya seri ini mendapat dukungan pemerintah lokal serta dianggap strategis untuk memperkuat basis penggemar balap di Amerika Latin dan mendorong potensi pariwisata daerah.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

MotoGP dipastikan kembali ke Brasil setelah lebih dari 10 tahun absen dari kalender balap. Kepastian itu diumumkan Dorna Sports melalui laman resmi mengenai bergabungnya Autodromo Internacional Ayrton Senna di Goiania untuk 2026. Kembalinya seri ini sekaligus mengingatkan penggemar bahwa Brasil memiliki sejarah panjang dalam penyelenggaraan kejuaraan dunia balap motor.

Sebelum era modern MotoGP, Brasil sudah beberapa kali masuk kalender balap MotoGP. Sejumlah sirkuit berbeda pernah menjadi tuan rumah dengan periode tahun yang bervariasi. Termasuk Goiania, berikut adalah daftar sirkuit di Brasil yang pernah menggelar MotoGP.

1. Autodromo Internacional Ayrton Senna kembali menjadi penyelenggara MotoGP pada 2026

Autodromo Internacional Ayrton Senna di Goiania menjadi salah satu lintasan bersejarah dalam penyelenggaraan MotoGP di Brasil. GP Brasil mulai digelar di trek ini pada periode 1987–1989, saat kelas utama masih bernama 500cc. Namun, setelah itu MotoGP sempat berhenti digelar di Goiania dan pindah ke kota lain.

Setelah absen lebih dari 20 tahun, MotoGP dipastikan kembali ke Goiania mulai pada 2026. Kesepakatan tersebut mencakup kontrak selama 5 tahun atau hingga 2030. Pemerintah negara bagian Goias turut mendukung proyek ini sebagai bagian dari pengembangan olahraga dan pariwisata daerah.

Sirkuit ini bahkan sudah menjalani renovasi besar untuk memenuhi standar keselamatan terbaru dari FIM. Pembaruan mencakup perluasan area run-off, peningkatan fasilitas paddock, serta infrastruktur medis. Standar ketat ini menjadi syarat mutlak agar sebuah trek layak menggelar balapan kelas dunia.

Kembalinya Brasil dinilai strategis karena negara tersebut memiliki basis penggemar balap yang besar di Amerika Latin. Adanya pembalap Brasil, Diogo Moreira, di grid 2026 bisa makin memperbesar antusiasme masyarakat sana untuk datang menonton. Jika seri ini berhasil, bukan tidak mungkin akan banyak negara Amerika Latin yang tertarik ikut menggelar MotoGP.

2. Autodromo Jose Carlos Pace baru diberi satu kali kesempatan menggelar MotoGP

Autodromo Jose Carlos Pace atau yang lebih populer dengan Interlagos ternyata pernah masuk kalender MotoGP pada 1992. Meski Interlagos lebih identik dengan balapan mobil seperti Formula 1, karakteristik lintasannya juga pernah menguji nyali para pembalap roda dua. Trek ini memiliki kombinasi tikungan cepat, perbedaan ketinggian tanjakan yang ekstrem, serta beberapa sektor yang menuntut fokus tinggi para pembalap.

Namun, MotoGP tidak melanjutkan kontrak di sini setelah hanya menggelar satu balapan. Oleh karena itu, GP Brasil di Sao Paulo hanya memiliki satu nama pemenang MotoGP. Wayne Rainey menjadi satu-satunya pembalap yang berhasil juara di sana setelah finis terdepan mengalahkan John Kocinski dan Doug Chandler.

Setelah 1992, GP Brasil dipindahkan ke Rio de Janeiro. Ada banyak faktor yang menjadi pertimbangan dipindahkannya seri Brasil dari Interlagos. Sejak perpindahan tersebut, Interlagos tidak lagi masuk kalender MotoGP dan lebih sering menjadi tuan rumah balap mobil seperti Formula 1.

3. Autodromo Internacional Nelson Piquet sudah dibongkar untuk pembangunan venue Olimpiade 2016

Sirkuit yang terletak di Jacarepagua, Rio de Janeiro, ini merupakan venue yang paling lama menggelar MotoGP di Brasil. Autodromo Internacional Nelson Piquet menjadi penyelenggara GP Brasil pada 1995–2004. Catatan tersebut menjadikan lintasan ini sebagai sirkuit Brasil yang paling konsisten bertahan di kalender balap MotoGP.

Trek ini menawarkan kombinasi lintasan lurus yang sangat panjang dan tikungan tajam yang bervariasi. Sejumlah juara dunia legendaris pernah meraih kemenangan di sini. Nama-nama seperti Makoto Tamada, Max Biaggi, dan Nicky Hayden adalah tiga pembalap terakhir yang berhasil naik podium pada seri MotoGP di Rio de Janeiro tersebut.

Sayangnya, sirkuit ini sekarang sudah tinggal kenangan karena telah dibongkar. Lahan sirkuit dialihfungsikan untuk pembangunan fasilitas olahraga baru dalam rangka menyambut Olimpiade Rio 2016. Penutupan sirkuit di Jacarepagua ini membuat Brasil absen lama dari kalender MotoGP selama lebih dari 10 tahun.

Absennya Brasil selama lebih dari 2 dekade menjadi salah satu jeda terpanjang MotoGP untuk pasar Amerika Latin. Pengumuman kembalinya MotoGP ke Brasil menandai chapter baru bagi mereka dalam menggelar kompetisi balap motor dunia. Autodromo Internacional Ayrton Senna dikabarkan akan menjadi tuan rumah MotoGP sampai 2030.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Gagah N. Putra
EditorGagah N. Putra
Follow Us

Latest in Sport

See More