Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Tunisia Babak Belur di Piala Dunia 2026, Pemain Semprot Pejabat Federasi

Tunisia Babak Belur di Piala Dunia 2026, Pemain Semprot Pejabat Federasi
Bek Tunisia Mohamed Ben Hamida (21) berduel dengan penyerang Swedia Viktor Gyokeres (17) pada pertandingan Grup F Piala Dunia 2026 di Stadion Monterrey, Guadalupe, 14 Juni 2026. (FOTO: Julio Cesar Aguilar/AFP)
Intinya Sih
  • Tunisia tersingkir dari fase grup Piala Dunia 2026 setelah kalah telak dari Swedia dan Jepang, membuat harapan melangkah jauh pupus lebih awal.
  • Ali Abdi tampil emosional, meminta maaf kepada suporter Tunisia atas hasil buruk timnya dan menegaskan kekecewaannya terhadap situasi internal tim.
  • Abdi mengkritik Federasi Sepak Bola Tunisia serta mantan pelatih karena terlalu banyak perubahan dan persiapan minim yang dinilai merusak stabilitas tim.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Bek Tunisia, Ali Abdi, meluapkan rasa frustrasinya setelah timnya dipastikan gagal lolos dari fase Grup H PIala Dunia 2026. Abdi mengungkapkan kemarahannya, terutama kepada Federasi Sepak Bola Tunisia (TFF).

Harapan Tunisia untuk melangkah jauh di Piala Dunia 2026 pupus usai menelan dua kekalahan telak sepanjang laga fase Grup F Piala Dunia 2026. Setelah dihajar Swedia 1-5 pada laga pembuka, Tunisia kembali dipermalukan Jepang dengan skor telak 0-4.  Hasil tersebut memastikan langkah Elang Carthage terhenti lebih awal dari turnamen terbesar sepak bola dunia.

1. Ali Abdi menangis dan minta maaf kepada suporter

Abdi begitu emosional saat diwawancarai usai kekalahan telak dari Jepang. Dengan mata berkaca-kaca, Abdi menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh pendukung Tunisia yang berharap banyak pada penampilan tim di Piala Dunia 2026.

"Saya meminta maaf kepada para suporter Tunisia, bukan kepada orang-orang yang senang menyebarkan informasi ke sana-kemari. Itu bukan demi kepentingan negara," ujar Abdi mengutip RMC Sport.

2. Kritik keras Federasi Sepak bola Tunisia

Di balik kesedihannya, Abdi melontarkan kritik tajam kepada TFF dan mantan pelatih Sabri Lamouchi. Menurut Abdi, terlalu banyak perubahan dilakukan jelang Piala Dunia dan berimbas pada kondisi tim yang kehilangan fondasi kuat jelang turnamen.

"Kami tidak punya waktu untuk bekerja. Kami menghancurkan semuanya untuk membangun ulang setiap saat, padahal seharusnya memperbaiki kekurangan yang ada. Kami datang ke Piala Dunia dengan pemain-pemain yang belum pernah bersama. Membangun tim nasional yang kompetitif membutuhkan waktu dan stabilitas," ujar Abdi.

3. Persiapan tim dinilai tak sesuai standar

Abdi secara terbuka menyampaikan penilaiannya soal masa persiapan Tunisia jelang Piala Dunia 2026 yang dinilai tidak berjalan ideal. Abdi membandingkan kondisi Tunisia dengan negara-negara lain yang dinilainya mempersiapkan diri selama bertahun-tahun. 

"Kami tidak bisa menyiapkan Piala Dunia hanya dengan memainkan beberapa pertandingan saja, menghadapi lawan-lawan yang telah melakukan persiapan selama bertahun-tahun," kata Abdi.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Satria Permana
EditorSatria Permana

Related Articles

See More