Wakil Eropa dengan Raihan Terburuk di 5 Edisi Piala Dunia Terakhir

Negara-negara Eropa punya prestasi yang hebat di Piala Dunia. Sepanjang sejarah, ada lima negara Eropa yang pernah juara. Ada juga lima negara yang pernah menjadi finalis.
Tak heran jika jatah wakil Eropa di tiap edisi Piala Dunia selalu paling banyak. Namun, tentu tidak semua tim Eropa selalu trengginas di Piala Dunia.
Ternyata, ada pula yang pernah tampil buruk, termasuk tim-tim besar. Ini wakil Eropa dengan raihan terburuk di lima edisi Piala Dunia terakhir.
1. Serbia Montenegro (Piala Dunia 2006)

Di Piala Dunia 2006 Jerman, Serbia tampil perdana di Piala Dunia setelah terpecah dari Yugoslavia. Saat itu, mereka masih menggunakan nama Serbia Montenegro. Pada fase grup, Serbia Montenegro tergabung di grup neraka berisi Argentina, Belanda, dan Pantai Gading.
Hasilnya, Serbia Montenegro jadi bulan-bulanan. Mereka selalu kalah dalam tiga laga, bahkan sempat terbantai 0-6 oleh Argentina.
Serbia Montegro sempat hampir menang di laga terakhir melawan Pantai Gading. Namun, mereka kalah 2-3 meski berhasil unggul 2-0 lebih dahulu.
Dengan koleksi 0 poin dan selisih gol minus 8, Serbia Montenegro bukan saja jadi wakil Eropa terburuk di Piala Dunia 2006. Mereka bahkan jadi tim terburuk di antara 32 peserta. Itu juga adalah prestasi terburuk mereka sepanjang keikutsertaan di Piala Dunia.
2. Prancis (Piala Dunia 2010)

Wakil Eropa terburuk di Piala Dunia 2010 Afrika Selatan sama sekali tak disangka. Prancis, runner-up edisi 2006, tersingkir pada fase grup sebagai juru kunci. Itu jadi periode kelam bagi Les Blues, karena sebelumnya mereka juga gugur pada fase grup Piala Eropa 2008.
Prancis tergabung di Grup A Piala Dunia 2010. Mereka segrup dengan tuan rumah Afrika Selatan, Meksiko, dan Uruguay.
Hasilnya, Prancis hanya meraih satu poin dari laga kontra Uruguay. Statistik Prancis saat itu bahkan hanya lebih baik dari tiga tim, yaitu Honduras, Kamerun, dan Korea Utara.
3. Inggris (Piala Dunia 2014)

Fase grup Piala Dunia 2014 Brasil menelan korban sejumlah tim besar Eropa. Italia, Spanyol, Inggris, dan Portugal gagal lolos ke babak 16 besar.
Dari antara mereka, yang terburuk adalah Inggris. The Three Lions hanya mampu meraih 1 poin dari 3 laga.
Saat itu, Inggris tergabung di Grup D berama Kosta Rika, Uruguay, dan Italia. Inggris kalah dari Italia dan Uruguay, lalu bermain imbang kontra Kosta Rika. Itu adalah kali pertama Inggris tersingkir pada fase grup Piala Dunia sejak 1958.
4. Islandia (Piala Dunia 2018)

Di Piala Dunia 2018 Rusia, ada negara Eropa yang tampil sebagai debutan. Islandia berhasil lolos ke Piala Dunia meski hanya memiliki sekitar 337 ribu penduduk. Bahkan, Islandia membuat kejutan di laga debutnya dengan menahan imbang Argentina pada matchday pertama Grup D.
Sayangnya, Islandia tetap tersingkir pada fase grup setelah kalah dari Nigeria dan Kroasia. Dengan koleksi satu poin, Islandia pun menjadi wakil Eropa terburuk di Piala Dunia 2018. Namun, mereka tetap bisa berbangga karena pernah tampil di pentas terbesar dunia.
5. Wales (Piala Dunia 2022)

Sementara, Piala Dunia 2022 Qatar tidak menyertakan debutan dari Eropa. Namun, Timnas Wales seolah jadi debutan karena mereka baru tampil lagi di Piala Dunia setelah 64 tahun lamanya.
Wales memulai fase grup Piala Dunia 2022 dengan menahan imbang Amerika Serikat. Namun, Gareth Bale dan kolega kalah dari Iran dan Inggris dalam dua laga berikutnya.
Dengan koleksi satu poin, raihan Wales sama dengan Denmark di Grup D dan Serbia di Grup G. Namun, selisih gol mereka lebih buruk sehingga jadi tim Eropa paling buruk di Piala Dunia 2022.
Tak selalu berprestasi, para wakil Eropa juga pernah melempem di Piala Dunia. Tim-tim besar pun tak terkecuali. Di Piala Dunia 2026 mendatang, tim Eropa mana yang bakal jadi penampil terburuk?



















