- Presiden Komisaris: Nik Rizal Kamil Nik Ibrahim Kamil
- Komisaris: Thomas Hundt
- Komisaris: Komathi Balakrishnan
- Komisaris Independen: Alexander S. Rusli
- Komisaris Independen: Thandalam Veeravalli Thirumala Chari
Linknet Rombak Direksi dan Komisaris dalam Rangka Perkuat Bisnis

RUPSLB Linknet pada 26 Oktober 2026 menyetujui pengunduran diri Vivek Sood dan Yosafat Hutagalung, serta menetapkan susunan baru Dewan Komisaris dan Direksi.
Kanishka Gayan Wickrama ditunjuk sebagai Presiden Direktur, sementara Nik Rizal Kamil Nik Ibrahim Kamil menjadi Presiden Komisaris dalam perubahan kepemimpinan perusahaan.
Linknet mengoptimalkan infrastruktur melalui ServeCo as a Service untuk meningkatkan utilisasi jaringan, fleksibilitas kolaborasi mitra, efisiensi operasional, dan respons terhadap permintaan konektivitas digital.
PT Link Net Tbk (“Linknet”, Kode Emiten: LINK) resmi mengumumkan perubahan susunan Dewan Komisaris dan Direksi lewat Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Senin (26/10/2026). Langkah strategis ini diambil untuk memperkuat tata kelola perusahaan sekaligus mempercepat pelaksanaan rencana bisnis ke depan.
Perubahan kepemimpinan ini menjadi awal fase baru bagi Linknet dalam merespons dinamika industri infrastruktur digital yang terus berkembang. Ingin tahu siapa saja jajaran pengurus barunya dan inovasi strategis yang bakal diusung? Simak ulasan lengkapnya di bawah ini!
1. Perubahan susunan pengurus untuk perkuat tata kelola

Rapat umum pemegang saham luar biasa PT Link Net Tbk (Dok. Linknet) Dalam RUPSLB tersebut, pemegang saham menyetujui pengunduran diri Vivek Sood dari posisi Presiden Komisaris dan Yosafat Hutagalung dari posisi Direktur. Sebagai gantinya, pemegang saham mengangkat susunan pengurus baru untuk memperkuat kolaborasi dan mengawal arah strategis perusahaan:
Dewan Komisaris:
Direksi:
- Presiden Direktur: Kanishka Gayan Wickrama
- Direktur: Krishna R. Worotikan
- Direktur: Eric Satya Arianto
- Direktur: Pricillia Margareth
2. Hadirkan inovasi strategis lewat ServeCo as a Service

Ilustrasi Saas (dok. Istimewa) Sebagai bagian dari transformasi bisnis, Linknet kini tengah mengoptimalkan kapabilitas infrastruktur dan operasionalnya lewat inisiatif bertajuk ServeCo as a Service. Inisiatif ini dirancang untuk memaksimalkan pemanfaatan aset jaringan Linknet melalui model kolaborasi yang lebih fleksibel bersama berbagai mitra strategis, sekaligus membuka peluang pertumbuhan baru di industri telekomunikasi.
3. Dorong penetrasi pasar dan respons kebutuhan digital

Ilustrasi jaringan konektivitas global dan kecerdasan buatan di seluruh dunia. (unsplash.com/Google DeepMind) Model ServeCo as a Service memungkinkan Linknet bergerak lebih lincah dalam merespons tingginya permintaan konektivitas dan layanan digital masyarakat. Presiden Direktur Linknet, Kanishka Wickrama, menegaskan bahwa pengoptimalan utilisasi jaringan ini berfokus pada efisiensi operasional demi menciptakan nilai jangka panjang yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan.
4. Siap hadapi dinamika industri infrastruktur digital

Infrastruktur digital yang terintegrasi menjadi fondasi utama dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. (Markus Stickling/Unsplash.com) Memasuki babak baru kepemimpinan, Linknet tetap cermat mengamati perkembangan pasar dan kebutuhan teknologi masa depan sebagai landasan menentukan langkah bisnis. Dengan jajaran pengurus baru serta strategi ServeCo as a Service, Linknet optimis dapat terus memperkuat posisinya sebagai penyedia layanan konektivitas terdepan di era transformasi digital. (WEB/AD)









![[REVIEW] Harvest Moon: Echoes of Teradea, Bukan Game Rekomendasi](https://image.idntimes.com/post/20261023/harvest-moon-echoes-of-teradea-1_35b0c2d8-9c60-46e7-8b3c-8d0ea4f54dd4.png)













