Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

4 HP Terpopuler Namun Paling Sulit Diperbaiki Sendiri

3 min read
4 HP Terpopuler Namun Paling Sulit Diperbaiki Sendiri
Nothing Phone 3 (dok. Nothing)
  • Kenaikan harga flagship dan kelangkaan memori membuat HP mudah diperbaiki makin penting, tetapi desain tipis, tahan air, dan penggunaan perekat kuat justru mempersulit servis.

  • iPhone 14 terkendala penguncian komponen via software, sedangkan Galaxy Z Fold7 sulit diperbaiki karena perekat industri, baterai rumit, dan layar lipat yang berisiko rusak.

  • Nothing Phone 3 mendapat skor reparabilitas 3/10 akibat sekrup tersembunyi dan minim suku cadang resmi; Pixel Fold menyediakan komponen, tetapi perbaikannya lama dan kompleks.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Di tengah harga HP flagship yang terus naik dan kelangkaan memori, HP yang mudah diperbaiki menjadi semakin berharga karena bisa digunakan untuk waktu yang lebih lama. Sayangnya, industri HP malah mengikuti tren yang sebaliknya. Demi bodi tipis, desain elegan dan sertifikasi tahan air, banyak brand menggunakan perekat yang kuat dan layout komponen yang rumit pada HP mereka. Bahkan, laporan Public Interest Research Group (PIRG) memberi Apple nilai D-minus, Samsung nilai D dan Google nilai C-minus untuk urusan kemudahan perbaikan. Berikut beberapa HP terpopuler namun paling sulit diperbaiki versi iFixit.

  1. 1. Apple iPhone 14

    Apple-iPhone-14-iPhone-14-Plus-hero-220907_Full-Bleed-Image.jpg.large.jpg
    Apple iPhone 14 (dok. Apple)

    Secara fisik, iPhone 14 sebenarnya cukup mudah dibongkar karena kaca belakangnya bisa dilepas. Masalahnya ada di sisi software. Apple menerapkan parts pairing yaitu memasangkan komponen penting dengan logic board, sehingga spare part bekas atau buatan pihak ketiga sulit digunakan. Bahkan komponen resmi pun bisa menampilkan peringatan “unknown part” dan fitur seperti Face ID, True Tone atau Battery Health jadi nonaktif. Akibatnya, pengguna mau tidak mau harus memperbaikinya langsung di Apple dan tentu saja biayanya tidak murah. Ganti layar sekitar US$279 (Rp5 juta) untuk iPhone 14 standar dan lebih dari US$300 (Rp5,5 juta) untuk varian Pro. Untungnya, masalah ini sudah teratasi sebagian pada iPhone 15 dan generasi setelahnya.

  2. 2. Samsung Galaxy Z Fold7

    kv_animated_PC.jpg
    Samsung Galaxy Z Fold7 (dok. Samsung)

    Desain Samsung Galaxy Z Fold7 termasuk yang paling tipis di kelas HP lipat, namun harga yang harus dibayar adalah soal kemudahan servis. Samsung menggunakan perekat kelas industri untuk menahan komponen di dalamnya. Bahkan untuk menjangkau dua baterainya, teknisi harus membuka panel belakang, banyak sekrup dan kabel. Setelah itu, baterai masih menempel kuat, dan pull tab-nya mudah putus ketika ditarik dengan tidak hati-hati. Bagian tersulit lain untuk dibongkar adalah layar bagian dalam, di mana bezel plastik di sekelilingnya direkatkan dan layar OLED-nya yang fleksibel mudah rusak. Layarnya mustahil untuk diganti sendiri, sehingga seluruh modul layar dan rangka harus diganti dengan biaya yang tidak murah.

  3. 3. Nothing Phone 3

    17e2a7ed8c351e2016683cc3344a695021c0214e-4096x2305.jpg
    Nothing Phone 3 (dok. Nothing)

    Skor kemudahan servis Nothing Phone 3 dari iFixit hanya 3 dari 10, sama seperti Galaxy Z Fold7. Bodi belakangnya yang transparan memang memberi kesan sekrupnya mudah dijangkau, namun kaca belakang itu direkatkan dengan sangat kuat. Setelah sekrup yang tampak dibuka, bagian belakang tetap tidak lepas karena ada sekrup tersembunyi di bawah stiker dekoratif. Stiker ini sulit dilepas dan lebih sulit lagi ketika dipasang kembali. Baterainya pun menempel kuat dengan pull tab, sementara layarnya direkatkan ke modul dan berisiko merusak rangka atau kaca belakang ketika dilepas. Selain itu, Nothing juga tidak menyediakan panduan perbaikan atau suku cadang resmi yang bisa dibeli secara bebas untuk perbaikan mandiri.

  4. 4. Google Pixel Fold

    Google-Pixel-Fold-News-Gear.jpg
    Google Pixel Fold (dok. Google)

    Google bekerja sama dengan iFixit untuk menyediakan suku cadang resmi seperti baterai dan layar, namun proses perbaikannya tetap merepotkan. Menurut iFixit, mengganti layar bagian dalam bisa memakan waktu tiga hingga empat jam, sedangkan baterai satu sampai dua jam. Komponennya tertata sangat rapat dan dikunci dengan perekat, meski tidak sekuat yang ada di Galaxy Z Fold7. Beberapa bagian juga menyatu, misalnya port USB-C yang disolder ke motherboard, sehingga kerusakan kecil bisa mengharuskan pengguna mengganti seluruh motherboard. Google memang tidak mengunci perangkatnya via software seperti iPhone 14, namun sedikit saja kesalahan ketika perbaikan bisa berujung fatal. Karenanya, melakukan perbaikan di teknisi profesional sangat dianjurkan.

    Demikian tadi ulasan mengenai beberapa HP terpopuler namun paling sulit diperbaiki versi iFixit. Selain HP-HP di atas, HP apa lagi yang menurutmu sulit diperbaiki?

Share Article
Topics
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More