Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Benarkah realme GT 9 dan Neo 9 Batal Rilis? Ini Bocorannya
realme GT 8 Pro (realme.com)

Kabar kurang menggembirakan datang bagi penggemar smartphone flagship realme. Sebuah bocoran terbaru menyebutkan bahwa perusahaan dikabarkan membatalkan peluncuran seri realme GT 9 dan Neo 9 pada 2026. Jika informasi ini benar, maka lini GT yang selama ini menjadi andalan realme di segmen premium berpotensi tidak lagi memiliki penerus dalam waktu dekat. Meski begitu, hingga saat ini realme belum mengumumkan keputusan tersebut secara resmi.

Mengutip Notebookcheck (23/7/2026), laporan itu pertama kali diungkap oleh tipster Digital Chat Station. Menurut bocoran tersebut, realme telah menghentikan lini smartphone yang saat ini beredar di China dan stok perangkat yang ada diperkirakan habis sekitar November mendatang. Setelah itu, perusahaan disebut tidak lagi meluncurkan model baru dari seri GT maupun Neo di negara asalnya. Karena masih berupa bocoran, informasi ini masih perlu menunggu konfirmasi resmi dari pihak realme.

1. realme dikabarkan menghentikan lini GT dan Neo

realme GT 8 Pro (realme.com)

Informasi dari Digital Chat Station sejalan dengan pernyataan realme beberapa waktu lalu yang mengumumkan penghentian sementara peluncuran smartphone baru di China. Kebijakan tersebut memunculkan spekulasi bahwa perusahaan tengah menyiapkan strategi bisnis baru. Langkah ini juga diyakini berkaitan dengan restrukturisasi yang dilakukan induk perusahaan OPPO. Restrukturisasi tersebut menyatukan pengembangan bisnis dan perangkat lunak realme bersama OnePlus.

Menurut bocoran yang beredar, realme tidak memiliki rencana menghadirkan seri GT 9 maupun Neo 9 di China pada tahun ini. Pasar global juga disebut tidak akan memperoleh penerus baru dari kedua lini tersebut. Artinya, bukan hanya konsumen di China yang terdampak, tetapi juga pengguna di berbagai negara lain. Jika benar terjadi, maka lini GT dan Neo akan absen dari portofolio realme untuk sementara waktu.

2. realme memprioritaskan seri angka

realme C100 (realme.com)

Sebagai pengganti lini GT dan Neo, realme dikabarkan akan lebih memprioritaskan seri angka sebagai produk utamanya di pasar internasional. Seri ini diperkirakan menjadi tulang punggung perusahaan di berbagai wilayah, termasuk Asia Tenggara. Strategi tersebut dinilai dapat menyederhanakan portofolio produk yang ditawarkan kepada konsumen. Dengan begitu, realme bisa lebih fokus mengembangkan satu lini smartphone untuk pasar global.

Bocoran yang sama juga menyebutkan bahwa lini produk global realme akan menjadi lebih ringkas. Perusahaan disebut hanya akan mempertahankan bisnis smartphone dan perangkat audio di luar China. Untuk saat ini belum ada rencana menghadirkan tablet maupun laptop baru ke pasar global. Meski demikian, sebuah tablet gaming masih disebut berpeluang dirilis pada masa mendatang.

3. Integrasi dengan OPPO semakin erat

ColorOS 16 (oppo.com)

Perubahan strategi ini berjalan seiring integrasi yang semakin erat antara realme, OnePlus, dan OPPO. realme India sebelumnya telah mengonfirmasi bahwa smartphone mendatang akan menggunakan ColorOS 17 sebagai pengganti realme UI. Menurut perusahaan, perubahan tersebut bertujuan mempermudah proses pengembangan perangkat lunak dan distribusi pembaruan sistem. Langkah ini sekaligus memperlihatkan arah baru pengembangan software di bawah ekosistem OPPO.

Penyatuan platform perangkat lunak juga membuka peluang hadirnya pengalaman pengguna yang lebih seragam di ketiga merek tersebut. Integrasi ini memungkinkan pengembangan fitur dilakukan secara lebih efisien. Selain itu, pembaruan sistem operasi dan keamanan diharapkan dapat didistribusikan lebih cepat kepada pengguna. Strategi tersebut menjadi bagian dari upaya OPPO membangun ekosistem yang lebih terintegrasi.

4. Pengguna lama tidak perlu khawatir

realme GT 7T (realme.com)

Bagi pemilik perangkat seperti realme GT 7 Pro, bocoran ini tidak mengubah komitmen perusahaan terhadap dukungan perangkat lunak. realme tetap menjanjikan tiga kali pembaruan sistem operasi Android dan empat tahun pembaruan keamanan. Dukungan tersebut berlaku sesuai jadwal yang sebelumnya telah diumumkan perusahaan. Artinya, pengguna lama masih akan memperoleh pembaruan dalam beberapa tahun ke depan.

Perbedaannya, pembaruan tersebut nantinya akan disalurkan melalui ColorOS, bukan lagi realme UI. Perubahan ini merupakan konsekuensi dari penyatuan platform software bersama OPPO dan OnePlus. Meski nama antarmukanya berubah, realme memastikan komitmen pembaruan tetap dipenuhi. Karena itu, pengguna perangkat yang sudah beredar tidak perlu khawatir kehilangan dukungan software.

5. Bagaimana dampaknya untuk pasar Indonesia?

realme GT 7 Pro (realme.com)

Pasar Indonesia sendiri sebelumnya sudah tidak mendapatkan realme GT 8 karena perangkat tersebut hanya dirilis di China. Jika bocoran terbaru ini terbukti benar, maka belum ada penerus realme GT 7 yang direncanakan untuk pasar global. Kondisi tersebut membuat GT 7 berpotensi menjadi model terakhir dari lini GT yang dipasarkan secara internasional, termasuk Indonesia. Tentu saja, kepastian mengenai hal ini masih menunggu pengumuman resmi dari realme.

Di sisi lain, realme tampaknya akan semakin mengandalkan lini produk lain di Indonesia. Kini, perusahaan teknologi satu ini masih memasarkan P Series, C Series, Note Series, serta seri angka seperti realme 16. Apabila strategi baru benar-benar diterapkan, portofolio smartphone realme di pasar global akan menjadi lebih sederhana dibandingkan sebelumnya. Hal itu sekaligus menandai perubahan besar dalam strategi bisnis perusahaan untuk beberapa tahun mendatang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article