Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Harga iPhone Bakal Naik, Tim Cook Akui Kenaikan Sulit Dihindari
Tim Cook, CEO Apple (commons.wikimedia.org/Valery Marchive (LeMagIT))
  • Tim Cook mengonfirmasi bahwa Apple sulit menahan kenaikan harga akibat lonjakan biaya chip memori dan penyimpanan yang membuat kondisi pasar menjadi tidak berkelanjutan.
  • Lini iPhone 18 diperkirakan terdampak kenaikan harga signifikan karena biaya komponen meningkat, meski Apple belum mengumumkan keputusan resmi terkait penyesuaian harga tersebut.
  • Permintaan besar dari industri AI memperparah kelangkaan chip memori global, mendorong produsen prioritas ke server AI dan menyebabkan seluruh industri teknologi menghadapi tekanan biaya tinggi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

CEO Apple Tim Cook memberi sinyal bahwa harga produk Apple berpotensi mengalami kenaikan dalam waktu dekat. Mengutip MacRumors (19/6/2026) dalam wawancara dengan The Wall Street Journal, CEO Apple Tim Cook mengakui bahwa lonjakan biaya chip memori dan penyimpanan telah membuat perusahaan kesulitan mempertahankan harga saat ini tanpa meneruskan sebagian beban biaya kepada konsumen.

"Kenaikan harga sayangnya tidak dapat dihindari," kata Cook kepada The Wall Street Journal. Ia menjelaskan bahwa Apple selama ini berupaya melindungi pelanggan dari lonjakan biaya komponen, tetapi kondisi pasar saat ini sudah menjadi "tidak berkelanjutan" sehingga perusahaan tidak lagi mampu menyerap seluruh kenaikan biaya tersebut.

1. Lonjakan harga chip memori jadi penyebab utama

chipset Apple A18 (apple.fandom.com)

Menurut Tim Cook, pasokan chip memori saat ini tidak mampu mengimbangi permintaan yang terus meningkat. Ia mengatakan bahwa produsen memori meneruskan kenaikan harga yang sangat besar kepada perusahaan teknologi, termasuk Apple.

"Pasokan semakin sedikit ketika konsumen tetap menginginkan perangkat baru, sementara perusahaan memori meneruskan kenaikan harga yang sangat besar kepada kami," ujar Cook. Ia menambahkan bahwa Apple membutuhkan harga dan pasokan memori yang kembali ke tingkat yang lebih wajar agar perangkat konsumen tidak menjadi semakin mahal.

2. iPhone 18 berpotensi mengalami kenaikan harga

iPhone 17 (apple.com)

Apple belum mengungkap produk mana yang akan mengalami penyesuaian harga maupun kapan kebijakan tersebut diterapkan. Namun, lini iPhone 18 yang dijadwalkan meluncur pada September mendatang diperkirakan menjadi salah satu produk yang berpotensi terdampak oleh kenaikan biaya komponen. Laporan The Wall Street Journal menyebut Apple kemungkinan perlu menaikkan harga perangkatnya secara signifikan untuk mempertahankan margin keuntungan di tengah mahalnya chip memori dan SSD. Sementara itu, firma riset TechInsights memperkirakan iPhone 18 Pro perlu dibanderol sekitar 270 dolar Amerika Serikat lebih mahal dibanding pendahulunya jika Apple ingin menjaga tingkat profitabilitas yang sama. Jika mengacu pada kurs sekitar Rp17.823 per dolar Amerika Serikat saat artikel ini ditulis, kenaikan sebesar 270 dolar Amerika Serikat tersebut setara Rp4,8 juta. Meski demikian, angka tersebut masih berupa estimasi dari analis dan belum mencerminkan keputusan resmi Apple terkait harga iPhone 18 Pro.

3. Ledakan AI memperparah krisis pasokan

Siri AI (apple.com)

Kenaikan harga komponen tidak terjadi tanpa sebab. Permintaan chip memori yang sangat besar dari perusahaan-perusahaan kecerdasan buatan (AI) telah membuat pasokan global semakin ketat. Produsen seperti Samsung, SK Hynix, dan Micron memang tengah meningkatkan kapasitas produksi, tetapi sebagian besar tambahan produksi tersebut diprioritaskan untuk kebutuhan server AI.

Di sisi lain, Apple juga membutuhkan kapasitas memori yang lebih besar untuk mendukung fitur-fitur AI generasi baru pada perangkatnya. Cook bahkan menggambarkan kondisi ini sebagai situasi yang sangat langka. "Saya belum pernah melihat kondisi seperti ini di bidang apa pun selama lebih dari 40 tahun," ungkapnya kepada The Wall Street Journal.

4. Bukan hanya Apple saja yang menghadapi tekanan

Nintendo Switch (unsplash.com/Erik Mclean)

Tekanan biaya komponen sebenarnya dirasakan oleh hampir seluruh industri teknologi. Menurut laporan BBC, harga RAM yang biasanya menjadi salah satu komponen komputer paling murah telah meningkat lebih dari dua kali lipat sejak Oktober 2025. Selain lonjakan permintaan AI, gangguan rantai pasok global juga turut memperparah situasi.

Sejumlah perusahaan besar sudah mulai menyesuaikan harga produknya. Samsung sebelumnya memperingatkan bahwa kelangkaan chip memori dapat membuat perangkat elektronik semakin mahal. Pada April lalu, Sony menaikkan harga konsol PlayStation 5 sebesar 90 pound sterling di Inggris dan 100 dolar di Amerika Serikat (Rp1,7 juta) akibat tekanan ekonomi global yang masih berlanjut. Nintendo juga mengumumkan kenaikan harga Switch 2 yang mulai berlaku pada September karena perubahan kondisi pasar dan meningkatnya biaya produksi.

Kenaikan harga perangkat elektronik tampaknya menjadi tren yang semakin sulit dihindari sepanjang 2026. Firma riset Omdia bahkan memperkirakan harga jual rata-rata smartphone global akan naik sekitar 20 persen dan mencapai rekor tertinggi baru tahun ini. Bagi konsumen yang berencana membeli iPhone baru, pernyataan Tim Cook dapat menjadi sinyal bahwa era harga smartphone premium yang relatif stabil mulai berubah. Jika pasokan chip memori belum kembali normal dalam waktu dekat, bukan hanya iPhone, tetapi juga berbagai perangkat teknologi lain berpotensi mengalami kenaikan harga dalam beberapa waktu mendatang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article