Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Tim Cook Pamit di Earnings Call, John Ternus Siap Pimpin Apple

Tim Cook Pamit di Earnings Call, John Ternus Siap Pimpin Apple
potret Tim Cook mengucapkan pesan perpisahan di WWDC 2026 (youtube.com/Apple)
Intinya Sih
  • Tim Cook memimpin earnings call terakhirnya setelah 15 tahun sebagai CEO Apple, mengucapkan terima kasih kepada investor dan analis serta menyatakan transisi kepada John Ternus berjalan mulus.
  • John Ternus akan resmi menjadi CEO pada 1 September 2026. Dalam konferensi itu, ia menegaskan Apple melihat peluang besar di perangkat berbasis AI tanpa memaparkan strategi rinci.
  • Apple mencatat pendapatan kuartal Juni 2026 sebesar US$109,4 miliar, naik 16 persen secara tahunan, dengan pertumbuhan dua digit pada iPhone, Mac, dan layanan digital.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Tim Cook resmi berpamitan dalam earnings call terakhirnya sebagai CEO Apple. Momen tersebut menjadi penutup perjalanan Cook selama 15 tahun memimpin konferensi laporan keuangan kuartalan Apple bersama analis dan pemegang saham. Dalam kesempatan itu, ia juga menegaskan bahwa proses transisi kepemimpinan kepada John Ternus berjalan lancar dan membuatnya optimistis terhadap masa depan perusahaan.

Perpisahan tersebut berlangsung di tengah kinerja keuangan Apple yang mencetak rekor baru. Perusahaan membukukan pendapatan kuartalan tertinggi untuk periode Juni 2026 sekaligus menunjukkan pertumbuhan dua digit di berbagai lini bisnis. Kondisi itu menjadi modal kuat bagi John Ternus yang akan resmi mengambil alih jabatan CEO mulai 1 September 2026.

1. Tim Cook sampaikan salam perpisahan

Tim Cook dalam pembukaan perayaan ulang tahun ke-50 Apple di toko Apple Grand Central Terminal di New York City pada 13 Maret 2026
Tim Cook dalam pembukaan perayaan ulang tahun ke-50 Apple di toko Apple Grand Central Terminal di New York City pada 13 Maret 2026 (commons.wikimedia.org/Tessa Bury)

Berbeda dari format earnings call biasanya, Cook menyempatkan diri menyampaikan pesan pribadi sebelum sesi tanya jawab dimulai. Ia mengucapkan terima kasih kepada para pemegang saham, khususnya investor jangka panjang, serta para analis yang selama bertahun-tahun mengikuti perkembangan Apple. Cook juga mengonfirmasi bahwa earnings call tersebut menjadi yang terakhir dipimpinnya.

Dalam pidatonya, Cook mengatakan John Ternus adalah sosok terbaik untuk memimpin Apple memasuki era berikutnya. Mengutip Apple Insider (1/8/2026), ia menilai proses transisi berjalan mulus dan menyebut dirinya sangat percaya terhadap kepemimpinan Ternus, tim eksekutif, serta seluruh karyawan Apple. Menurut Cook, masa depan perusahaan tetap cerah dan ia belum pernah merasa seoptimistis sekarang. Setelah menyampaikan salam perpisahan, Cook kembali menjalankan earnings call seperti biasa. Ia menjawab berbagai pertanyaan dari para analis, yang sebagian besar lebih dulu menyampaikan apresiasi atas kepemimpinannya selama lebih dari satu dekade.

2. Tim Cook memimpin lebih dari 60 kali earnings call

potret Tim Cook mengucapkan pesan perpisahan di WWDC 2026
potret Tim Cook mengucapkan pesan perpisahan di WWDC 2026 (youtube.com/Apple)

Sejak menjadi CEO Apple pada 2011, Tim Cook tidak pernah absen memimpin earnings call setiap kuartal. Selama sekitar 15 tahun, ia telah memimpin lebih dari 60 earnings call untuk memaparkan kinerja keuangan Apple kepada investor. Bahkan ketika beberapa kali mengalami gangguan kesehatan ringan, Cook tetap hadir memimpin jalannya konferensi tersebut.

Format earnings call Apple selama ini relatif konsisten. Pada bagian awal, Cook bersama Chief Financial Officer membacakan laporan keuangan perusahaan. Setelah itu, sesi dilanjutkan dengan tanya jawab bersama analis, yang sering kali menanyakan produk Apple yang belum diumumkan secara resmi.

Apple hampir selalu memberikan jawaban yang sama terhadap pertanyaan tersebut, yakni tidak akan mengomentari produk yang belum diumumkan. Menurut catatan AppleInsider, pada earnings call tahun 2018 variasi kalimat tersebut diucapkan hingga sebelas kali. Hal ini menjadi rekor tersendiri dalam sejarah konferensi keuangan Apple.

Cook juga pernah mengungkapkan kebiasaannya setelah earnings call berakhir. Dalam sebuah wawancara pada 2020, ia mengatakan selalu berjalan kaki mengelilingi Apple Park untuk menghilangkan tekanan setelah menyelesaikan konferensi yang sangat diperhatikan investor tersebut. Menurutnya, suasana Apple Park membuat berbagai tantangan besar yang dihadapi perusahaan terasa jauh lebih kecil.

3. Perjalanan Tim Cook dimulai bersama Steve Jobs

Steve Jobs
Steve Jobs (commons.wikimedia.org/Ben Stanfield)

Keterlibatan Tim Cook dalam earnings call sebenarnya dimulai jauh sebelum ia menjadi CEO. Saat Steve Jobs masih memimpin Apple, Cook bersama mantan CFO Peter Oppenheimer sudah beberapa kali dipercaya mempresentasikan hasil keuangan perusahaan kepada investor. Jobs sendiri hanya sesekali hadir dalam konferensi tersebut.

Salah satu momen yang paling dikenang terjadi pada Oktober 2010 ketika Jobs muncul dalam earnings call setelah Apple mencatat kuartal pertamanya dengan pendapatan lebih dari 20 miliar dolar Amerika Serikat atau 360 triliun rupiah. Saat itu Jobs membahas kesuksesan iPad generasi awal, sementara Cook melengkapi penjelasan dengan data adopsi iPad di kalangan perusahaan. Ketika analis meminta rincian margin keuntungan iPhone 4, Cook memilih tidak memberikan jawaban.

Kini, situasi Apple sangat berbeda dibandingkan masa itu. Nilai kapitalisasi pasar perusahaan telah menyentuh sekitar 5 triliun dolar Amerika Serikat atau setara 90 kuadriliun rupiah. Capaian ini menjadikannya sebagai salah satu perusahaan paling bernilai di dunia. Meski demikian, saham Apple hampir selalu mengalami penurunan setelah earnings call, termasuk kali ini ketika saham Apple (AAPL) sempat turun sekitar 8 persen pada perdagangan setelah bursa meski perusahaan melaporkan hasil yang melampaui ekspektasi Wall Street.

4. John Ternus bersiap memimpin Apple

sosok John Ternus saat presentasi WWDC 2025
sosok John Ternus saat presentasi WWDC 2025 (youtube.com/Apple)

Cook sebelumnya telah mengumumkan akan mengundurkan diri sebagai CEO pada awal tahun ini. Proses transisi kepemimpinan dijadwalkan berlangsung mulai 1 September 2026. Hal ini bertepatan dengan periode yang diperkirakan menjadi debut besar John Ternus sebagai CEO melalui peluncuran seri iPhone 18.

Apple pun terus menunjukkan bahwa proses pergantian kepemimpinan berjalan tanpa hambatan. Mashable melaporkan bahwa beberapa hari sebelum earnings call, Cook dan Ternus tampil bersama pada pemutaran perdana serial Ted Lasso musim keempat. Dalam kesempatan itu, Cook menyebut Ternus sebagai sosok yang paling tepat memimpin Apple dan menegaskan bahwa keduanya ingin memastikan transisi berlangsung sebaik mungkin karena Apple pantas mendapatkan kepemimpinan terbaik.

Ternus sendiri mengaku antusias menyambut peran barunya. Namun, ketika ditanya mengenai langkah pertama yang akan diambil sebagai CEO, ia hanya menjawab bahwa publik harus menunggu. Apple juga berupaya menunjukkan kesinambungan kepemimpinan, bahkan keduanya tampil mengenakan setelan jas biru tua serupa lengkap dengan pin bertuliskan "Believe" di kerah jas mereka.

Dalam earnings call terakhir tersebut, Ternus lebih banyak mendengarkan dan membiarkan Cook memimpin jalannya konferensi. Ia baru berbicara ketika mendapat pertanyaan mengenai persaingan perangkat berbasis kecerdasan buatan (AI) yang tengah dikembangkan perusahaan seperti OpenAI dan SpaceX. Ternus tidak mengungkapkan strategi Apple secara rinci dan hanya menegaskan bahwa perusahaan melihat peluang besar di bidang tersebut serta tetap fokus menjalankan rencana yang telah disiapkan.

5. Apple tutup kuartal dengan rekor pendapatan yang sangat kuat

logo Apple
logo Apple (apple.com)

Perpisahan Tim Cook terjadi di tengah kinerja bisnis Apple yang sangat kuat. Mengutip situs resmi Apple, pada kuartal III tahun fiskal 2026 yang berakhir 27 Juni 2026, Apple membukukan pendapatan sebesar 109,4 miliar dolar Amerika Serikat (1,9 kuadriliun rupiah) atau naik 16 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Dari total tersebut, penjualan iPhone menyumbang 54,3 miliar dolar Amerika Serikat atau setara 978 triliun rupiah, sementara laba bersih perusahaan mencapai 29,8 miliar atau 537 miliar rupiah.

Apple juga mencatat margin kotor sebesar 50,1 persen, termasuk dampak positif sekitar dua poin persentase dari pengembalian tarif. Laba per saham terdilusi (Earnings Per Share) mencapai 2,02 dolar Amerika Serikat alias meningkat 29 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Ini juga termasuk tambahan 0,11 dolar Amerika Serikat per saham dari pengembalian tarif tersebut. Cook menyebut Apple berhasil mencatat kuartal Juni terbaik sepanjang sejarah perusahaan, ditopang pertumbuhan dua digit pada bisnis iPhone, Mac, dan layanan digital di seluruh wilayah operasional. Ia juga menyoroti peluncuran Siri AI terbaru pada WWDC26 serta berbagai pembaruan perangkat lunak dan fitur keselamatan anak yang diperkenalkan Apple.

Sementara itu, CFO Kevan Parekh mengatakan Apple juga mencetak rekor baru untuk EPS, arus kas operasional, dan jumlah perangkat aktif di seluruh kategori produk maupun wilayah penjualan. Selain itu, dewan direksi Apple menetapkan dividen tunai sebesar 0,27 dolar Amerika Serikat per saham, yang akan dibayarkan pada 13 Agustus 2026 kepada pemegang saham yang tercatat hingga penutupan perdagangan 10 Agustus 2026. Berkat kinerja tersebut, John Ternus akan memulai masa kepemimpinannya dengan fondasi bisnis yang sangat kuat sekaligus ekspektasi tinggi dari investor dan pasar.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More