Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Apakah iPhone Inter Terdaftar IMEI? Ini Penjelasan Lengkapnya
ilustrasi HP iPhone (pexels.com/Omar Gerardo)
  • Banyak iPhone ex-inter belum terdaftar di database Kemenperin dan Bea Cukai, sehingga berisiko kehilangan sinyal operator lokal meski masih bisa digunakan lewat Wi‑Fi.
  • IMEI iPhone inter dapat diregistrasikan secara legal melalui Bea Cukai dengan membayar pajak sesuai ketentuan agar perangkat bisa digunakan normal di jaringan Indonesia.
  • Beberapa iPhone inter memakai metode unlock tidak resmi yang sering tidak stabil, sehingga penting untuk selalu mengecek status IMEI sebelum membeli agar terhindar dari kerugian.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Banyak orang tertarik membeli iPhone ex-inter atau bekas internasional karena harganya biasanya lebih murah dibandingkan dengan versi resmi Indonesia. Selain itu, beberapa unit juga menawarkan kondisi yang masih mulus dengan kapasitas penyimpanan besar. Namun, sebelum membeli, kamu wajib tahu apakah iPhone inter terdaftar IMEI atau tidak.

Pertanyaan ini cukup sering muncul karena banyak pengguna mendapati sinyal kartu SIM tiba-tiba tidak bisa digunakan setelah memakai iPhone ex-inter. Hal tersebut berkaitan dengan aturan registrasi IMEI di Indonesia yang cukup ketat. Nah, supaya kamu gak salah beli, berikut penjelasan lengkapnya.

1. iPhone inter belum tentu langsung terblokir

Ilustrasi HP (pexels.com/Jakub Zerdzicki)

Pada umumnya, iPhone ex-inter belum tercatat secara resmi di sistem database Kementerian Perindustrian dan Bea Cukai ketika pertama kali masuk atau dibeli di Indonesia. Akibatnya, perangkat tersebut berpotensi terkena blokir jaringan operator di Indonesia. Ketika IMEI belum terdaftar, kartu SIM lokal biasanya tidak bisa menangkap sinyal. Jadi, meskipun iPhone masih bisa digunakan untuk Wi‑Fi, fitur telepon dan internet seluler sering kali tidak berfungsi. Namun, ada beberapa kondisi yang membuat iPhone inter bisa digunakan secara normal di Indonesia. Berikut penjelasannya.

Tidak semua iPhone internasional langsung kehilangan sinyal saat digunakan. Beberapa perangkat masih bisa menangkap jaringan dalam jangka waktu tertentu karena sistem pendataan IMEI dilakukan secara bertahap. Biasanya, pengguna baru sadar setelah muncul notifikasi bahwa perangkat tidak terdaftar. Setelah itu, sinyal operator akan hilang dan kartu SIM tidak lagi terbaca. Karena itulah, banyak penjual mengatakan perangkat “aman sinyal” meski sebenarnya status IMEI belum resmi terdaftar. Kondisi seperti ini sering membuat pembeli bingung setelah beberapa minggu pemakaian.

2. IMEI bisa didaftarkan secara resmi

Ilustrasi HP (pexels.com/Jakub Zerdzicki)

Meski awalnya belum terdaftar, sebenarnya IMEI iPhone inter masih bisa didaftarkan secara legal. Proses ini biasanya dilakukan melalui Bea Cukai dengan membayar pajak sesuai ketentuan yang berlaku. Cara ini umum dilakukan oleh pengguna yang membeli iPhone dari luar negeri untuk pemakaian pribadi.

Setelah registrasi berhasil, perangkat akan masuk ke database nasional sehingga sinyal operator lokal bisa digunakan secara normal. Namun, biaya registrasi kadang cukup besar tergantung pada harga perangkat. Karena alasan tersebut, gak sedikit orang yang akhirnya lebih memilih iPhone resmi Indonesia karena penggunaannya cenderung lebih nyaman dan minim risiko.

3. Banyak iPhone inter memakai metode unlock tertentu

ilustrasi HP iPhone (pexels.com/cottonbro studio)

Di pasaran, ada beberapa iPhone inter yang menggunakan metode unlock agar tetap bisa memakai kartu SIM lokal. Misalnya menggunakan interposer, unlock chip, atau metode lainnya. Sayangnya, cara seperti ini sering tidak stabil.

Setelah pembaruan iOS atau perubahan sistem operator, sinyal bisa hilang sewaktu-waktu. Selain itu, penggunaan metode tidak resmi juga berisiko membuat pengalaman penggunaan jadi kurang nyaman. Jadi, kamu perlu lebih hati-hati jika menemukan iPhone inter dengan harga terlalu murah.

4. Cek status IMEI sebelum membeli sangat penting

ilustrasi HP iPhone (unsplash.com/Amanz)

Sebelum membeli iPhone inter, kamu wajib mengecek status IMEI perangkat terlebih dahulu. Langkah ini penting untuk memastikan apakah perangkat sudah terdaftar atau belum. Kamu bisa melihat nomor IMEI melalui menu pengaturan atau mengetik kode #06# pada perangkat.

Setelah itu, cek statusnya melalui situs resmi Kemenperin. Jika IMEI sudah terdaftar, maka peluang perangkat aman digunakan jauh lebih besar. Sebaliknya, jika tidak ditemukan di database, kamu perlu mempertimbangkan ulang sebelum membeli.

Jadi, jawaban dari pertanyaan apakah iPhone inter terdaftar IMEI adalah tidak selalu. Secara umum, iPhone ex-inter memang belum tercatat resmi di database Kemenperin maupun Bea Cukai saat dibeli, sehingga berisiko mengalami pemblokiran sinyal operator lokal. Meski begitu, beberapa perangkat masih bisa digunakan jika IMEI sudah diregistrasikan secara legal. Karena itu, kamu sebaiknya selalu mengecek status IMEI sebelum membeli iPhone inter agar tidak rugi di kemudian hari.

FAQ Seputar Apakah iPhone Inter Terdaftar IMEI

Apakah pendaftaran IMEI melalui Bea Cukai mendapatkan pembebasan pajak?

Ya, khusus untuk penumpang yang membawa perangkat dari luar negeri masuk ke Indonesia, terdapat fasilitas pembebasan pajak sebesar 500 USD per orang. Jika harga iPhone inter tersebut di bawah 500 USD, maka pendaftaran IMEI gratis. Jika di atas 500 USD, nilai yang dikenakan pajak hanyalah selisihnya. Namun, fasilitas ini hanya berlaku jika registrasi dilakukan di bandara saat kedatangan atau maksimal 60 hari setelahnya dengan membawa paspor dan dokumen penerbangan.

Apakah iPhone inter yang terkena blokir IMEI masih bisa menggunakan eSIM lokal?

Tidak bisa. Aturan pemblokiran IMEI berlaku untuk semua jenis kartu SIM, baik kartu SIM fisik maupun nomor digital (eSIM). Jika IMEI perangkat tersebut tidak terdaftar di database Bea Cukai atau Kemenperin, jaringan operator lokal tidak akan mendeteksi sinyal untuk fungsi seluler apa pun, termasuk eSIM.

Apa risikonya jika saya menggunakan jasa "Unblock IMEI" atau "Tembak IMEI" murah yang marak di media sosial?

Menggunakan jasa pemutihan IMEI ilegal sangat berisiko karena umumnya bersifat sementara (hanya bertahan 1 hingga 3 bulan). Sistem Bea Cukai dan Kemenperin terus melakukan pembersihan (cleansing) massal terhadap IMEI ilegal. Selain itu, ada risiko penipuan uang hilang dan perangkat Anda bisa terblokir secara permanen.

Berapa lama batas waktu pendaftaran IMEI setelah ponsel tiba di Indonesia?

Batas waktu pendaftaran IMEI secara resmi melalui Bea Cukai bagi penumpang dari luar negeri adalah 60 hari sejak tanggal kedatangan di Indonesia. Jika lewat dari 60 hari, perangkat sudah tidak bisa didaftarkan melalui jalur penumpang dan tidak akan mendapatkan fasilitas pembebasan pajak 500 USD.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article