Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Mengapa Laptop Rp5 Jutaan Kini Kurang Ideal untuk Jangka Panjang?
ilustrasi menggunakan laptop (freepik.com/pressfoto)
  • Harga laptop naik signifikan, membuat anggaran Rp5 jutaan kini hanya mampu membeli spesifikasi yang dulu dijual lebih murah.
  • Kenaikan harga komponen akibat tren AI dan gangguan rantai pasok mendorong produsen menyesuaikan harga laptop agar tetap untung.
  • Perkembangan software yang cepat membuat laptop Rp5 jutaan cepat kewalahan, sehingga kurang ideal untuk penggunaan jangka panjang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jika kamu merasa laptop Rp5 jutaan kini terasa kurang menarik dibanding beberapa tahun lalu, anggapan itu bukan sekadar perasaan. Harga laptop memang mengalami kenaikan secara signifikan. Akibatnya, anggaran yang sama kini hanya mampu membeli laptop dengan spesifikasi yang sebelumnya dijual lebih murah.

Perubahan tersebut membuat banyak calon pembeli merasa spesifikasi laptop seolah berjalan di tempat. Padahal, kebutuhan software terus meningkat dari tahun ke tahun sehingga laptop dituntut memiliki performa yang lebih baik. Nah, kondisi inilah yang membuat laptop Rp5 jutaan kini kurang ideal jika ditujukan untuk penggunaan jangka panjang.

1. Laptop yang dulu lebih murah kini dijual di kisaran Rp5 jutaan

ilustrasi seseorang sedang ingin menghidupkan laptop (freepik.com/pvproduction)

Beberapa tahun lalu, pasar laptop sempat menghadirkan banyak pilihan menarik di kisaran Rp4 jutaan. Saat itu, pengguna masih bisa menemukan laptop dengan AMD Ryzen 5 3200U atau Intel Core i3 generasi ke-11 pada rentang harga tersebut, terutama dari merek lokal. Alhasil, anggaran Rp5 jutaan mampu menjangkau laptop dengan spesifikasi yang lebih tinggi.

Kini, situasinya berubah. Laptop dengan prosesor yang sama justru banyak dijual di kisaran Rp5 jutaan, sementara beberapa merek ternama masih menawarkan model berbasis Intel Celeron pada rentang harga serupa. Kondisi ini membuat konsumen berpikir dua kali sebelum membeli laptop baru.

2. Kenaikan harga komponen mengerek harga laptop

ilustrasi laptop (freepik.com/yanalya)

Naiknya harga laptop tidak terjadi tanpa alasan. Salah satu penyebab utamanya adalah ledakan tren Artificial Intelligence (AI) yang meningkatkan permintaan terhadap komponen memori seperti RAM dan SSD untuk kebutuhan pusat data. Di sisi lain, industri semikonduktor juga masih merasakan dampak gangguan rantai pasok yang membuat biaya produksi berbagai komponen belum sepenuhnya kembali normal.

Produsen akhirnya harus menyesuaikan harga agar tetap memperoleh margin keuntungan. Akibatnya, laptop dengan spesifikasi yang sama kini dijual lebih mahal dibanding sebelumnya. Konsumen pun harus mengeluarkan dana lebih besar hanya untuk mendapatkan performa yang sebenarnya sudah tersedia beberapa tahun lalu.

3. Software terus berkembang, tetapi value laptop Rp5 jutaan justru menurun

ilustrasi menggunakan laptop (pexels.com/ROMAN ODINTSOV)

Perkembangan software berlangsung jauh lebih cepat dibanding peningkatan spesifikasi laptop di kelas Rp5 jutaan. Windows 11, browser modern, aplikasi produktivitas, hingga berbagai fitur berbasis AI kini membutuhkan RAM, storage, dan performa prosesor yang lebih besar agar dapat berjalan dengan nyaman. Tak pelak, spesifikasi yang saat ini masih terasa cukup bisa lebih cepat kewalahan dalam beberapa tahun ke depan.

Kondisi tersebut membuat laptop Rp5 jutaan kurang ideal jika ditujukan untuk penggunaan selama lima tahun atau lebih. Bukan karena perangkatnya buruk, melainkan karena perkembangan kebutuhan komputasi berjalan jauh lebih cepat dibanding peningkatan spesifikasi yang ditawarkan pada kelas harga ini. Oleh sebab itu, calon pembeli perlu mempertimbangkan kebutuhan jangka panjang sebelum memutuskan membeli laptop.

Laptop Rp5 jutaan masih layak dipilih untuk belajar, bekerja, dan aktivitas komputasi ringan. Namun jika dibandingkan beberapa tahun lalu, spesifikasi yang didapat konsumen sudah tidak lagi sebesar sebelumnya. Jika ingin menggunakan laptop dalam jangka panjang, menambah budget untuk mendapatkan spek yang lebih modern akan menjadi pilihan yang lebih oke.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article