Apple tengah menikmati momentum positif di lini Mac. Berdasarkan data dari International Data Corporation (IDC) per April 2026, pertumbuhan platform Mac tercatat melampaui rata-rata industri hingga lebih dari 9 persen secara tahunan (1Q26 dibanding 1Q25). Angka ini menunjukkan bahwa strategi Apple mulai menunjukkan hasil nyata. Salah satu pendorong utamanya adalah MacBook Neo yang hadir sebagai disruptor sehingga mengubah peta persaingan dan menarik minat pasar lebih luas. Kehadiran MacBook Neo melengkapi lini yang sebelumnya didominasi oleh varian Pro dan MacBook Air.
Namun, muncul pertanyaan terkait posisi MacBook Air. Laptop yang dulu sebagai pembuka jalan ke ekosistem Mac kini mulai kehilangan daya tariknya. Ketika konsumen disuguhkan alternatif yang lebih terjangkau dan performa yang sudah memadai, posisi Air tidak lagi sejelas sebelumnya. Jika MacBook Neo terus menguat, apakah MacBook Air masih layak untuk dipilih saat ini?
