Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Google–YouTube Satukan Kekuatan Lindungi Mental Remaja Indonesia

Google–YouTube Satukan Kekuatan Lindungi Mental Remaja Indonesia
Acara #AKSIDIGITAL: Ruang Tumbuh Keluarga Indonesia di Jakarta, pada Senin (08/06/2026) (IDN Times/Misrohatun)
Intinya Sih
  • Google dan YouTube meluncurkan Buku Panduan Kesehatan Mental Remaja untuk membantu keluarga dan sekolah menjaga kesejahteraan mental remaja di dunia digital, bekerja sama dengan Komdigi dan para pakar nasional.
  • Inisiatif ini melatih 2.500 guru BK serta menyediakan strategi lokal menghadapi perundungan siber, pengelolaan waktu layar, dan tekanan sosial agar pendidik dan orang tua lebih siap mendampingi remaja.
  • YouTube memperkuat ekosistem aman lewat fitur pengatur durasi Shorts, pengingat tidur, serta peningkatan kualitas rekomendasi konten edukatif yang mendukung kebijakan perlindungan anak dalam sistem elektronik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Gogle dan YouTube resmi meluncurkan Buku Panduan Kesehatan Mental Remaja (Digital Wellbeing Guidebook). Panduan ini dirancang untuk membekali keluarga serta komunitas sekolah dengan keterampilan menjaga kesehatan mental dan keselamatan remaja di ruang digital, sekaligus menjadi langkah strategis dalam mendukung program kerja Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

"Di Indonesia, YouTube telah berevolusi menjadi sumber daya yang mendorong bangsa dalam kondisi pembelajaran terus-menerus, membuka dunia penemuan dan kemungkinan bagi generasi berikutnya," ujar Celeste Campbell-Pitt, Director of Government Affairs and Public Policy, YouTube, APAC dalam acara #AKSIDIGITAL: Ruang Tumbuh Keluarga Indonesia di Jakarta, pada Senin (08/06/2026).

Komitmen Google dan YouTube

Celeste mengatakan, dengan bahu-membahu melalui inisiatif seperti AKSI Digital, generasi mendatang akan memiliki pengetahuan dan ketangguhan yang mereka butuhkan untuk berkembang di era digital.

"Filosofi kami dalam mendukung generasi muda itu sederhana: Kami bertujuan untuk melindungi mereka di dunia digital, bukan dari dunia digital," lanjutnya.

Buku Panduan Kesehatan Mental Remaja (Digital Wellbeing Guidebook) merupakan jembatan penting antara kebijakan, platform dan orang tua. Pembuatannya berkolaborasi dengan para pakar seperti Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI), Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Universitas Indonesia, serta didukung Komdigi guna mengubah tantangan psikologis yang rumit menjadi panduan yang sederhana dan dapat diterapkan.

Namun, keefektifan sebuah buku panduan bergantung pada orang-orang yang menggunakannya. Sebagai bagian dari peluncuran program percontohan berkelanjutan, mereka melatih 2.500 guru9f bimbingan konseling (BK), membekali pendidik dan orang tua dengan strategi yang disesuaikan secara lokal dan relevan secara budaya untuk menangani perundungan siber, pengelolaan waktu layar, dan tekanan sosial dalam kehidupan.

"Saat kita mengajarkan seorang anak cara mengendarai sepeda, kita tidak hanya memberikan sepeda dan membiarkannya begitu saja. Kami memberi mereka helm, mengajarkan aturan lalu lintas dan berlari di samping mereka sampai mereka menemukan keseimbangan. Buku panduan ini adalah cara kami untuk berlari di samping setiap keluarga," Celeste mengatakan.

Terobosan inovasi perusahaan

Komitmen Google dan YouTube dalam menjaga ekosistem yang aman tercermin melalui berbagai alat bantu praktis, seperti terobosan pertama di industri berupa pengatur durasi menonton Shorts dan pengingat Waktu Tidur (Bedtime Reminders) yang dapat disesuaikan untuk membantu orang tua menetapkan batasan digital yang sehat.

Fitur-fitur ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan YouTube untuk meningkatkan kualitas rekomendasi bagi remaja dengan menerapkan prinsip kualitas baru.

Langkah ini meningkatkan frekuensi penayangan video berkualitas tinggi yang menyenangkan, sesuai usia, dan bernilai edukatif, sekaligus membatasi rekomendasi jenis konten tertentu yang dapat berdampak kurang baik bagi sebagian remaja jika dikonsumsi secara berulang.

Landasan kepercayaan ini telah memungkinkan YouTube berkembang menjadi ruang kelas digital yang krusial di Indonesia. Berdasarkan studi Ipsos yang dirilis pada Agustus 2025, ditemukan:

  • 89 persen orang tua setuju bahwa anak mereka mendapatkan manfaat dari penggunaan YouTube untuk belajar.
  • 92 persen orang tua mengatakan YouTube membuat pendidikan lebih mudah diakses.
  • 82 persen guru yang disurvei menyebutkan bahwa YouTube membantu siswa memahami materi pelajaran yang kompleks.
  • 96 persen guru di Indonesia kini telah mengintegrasikan YouTube ke dalam tugas dan metode pembelajaran mereka

Apresiasi dari Komdigi

IMG_9525.jpeg
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid (IDN Times/Misrohatun)

Langkah strategis ini bertujuan menciptakan lingkungan belajar digital yang aman sekaligus mendukung penuh implementasi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 tahun 2025 tentang Perlindungan Anak dalam Sistem Elektronik (PP Tunas).

Pemerintah menyambut baik kolaborasi strategis ini sebagai langkah nyata dalam memperkuat perlindungan anak dan penguatan karakter bangsa di era modern. Dengan keterlibatan lintas kementerian dan perangkat daerah, program ini mencakup penguatan kesehatan mental remaja usia 13–16 tahun, pelatihan pembuatan konten edukatif bagi guru, hingga literasi siber bersama ICT Watch untuk mencegah risiko cyberbullying dan kecanduan gawai.

"Buku Panduan Kesehatan Mental Remaja (Digital Wellbeing Guidebook) adalah sebuah buku panduan untuk orang tua, yang paling tidak membantu orang tua untuk melihat apa yang perlu diwaspadai di ranah digital dalam bentuk sebuah buku," Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid

Komdigi mengapresiasi Youtube yang sudah hadir untuk melakukan edukasi, berkomitmen dalam membangun anak-anak Indonesia menjadi generasi emas yang cerdas, tangguh, dan bijak di era digital.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Achmad Fatkhur Rozi
EditorAchmad Fatkhur Rozi

Related Articles

See More