Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Pegawai Foxconn Beberkan Dugaan Penyebab Layar iPhone Duo Retak
iPhone Duo (apple.com)
  • Sejumlah pengguna iPhone Duo melaporkan layar bagian dalam retak di sekitar lipatan; mekanisme engsel berisi lebih dari 100 komponen presisi yang berpotensi memicu tekanan lokal pada layar.
  • Produksi iPhone Duo di Foxconn dilaporkan menghadapi assembly yield sedikit di atas 60 persen, dengan kendala pada engsel dan panel OLED lipat yang menuntut penyesuaian proses berulang.
  • Pegawai Foxconn anonim mengklaim Apple melonggarkan QC demi stok peluncuran, tetapi sumber lain membantah; Apple mengakui masalah pada sejumlah kecil unit dan menawarkan penggantian lewat AppleCare.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Peluncuran iPhone Duo sebagai smartphone lipat pertama Apple seharusnya menjadi momen bersejarah yang dinantikan. Namun, antusiasme tersebut mulai goyah setelah sejumlah pengguna melaporkan kerusakan pada layar bagian dalam, bahkan ketika perangkat baru digunakan beberapa kali. Sejumlah laporan menyebut keretakan muncul di sekitar garis lipatan yang menjadi tempat mekanisme engsel bekerja.

Persoalan ini kemudian berkembang menjadi perbincangan mengenai kualitas produksi iPhone Duo. Laporan PhoneArena mengungkap pengakuan seorang pegawai Foxconn yang menyebut Apple diduga menurunkan standar quality control (QC) demi memenuhi ketersediaan stok perangkat saat peluncuran. Lantas, apakah tekanan produksi tersebut ikut berkontribusi terhadap masalah engsel yang berujung pada kerusakan layar iPhone Duo?

1. Engsel menjadi salah satu komponen paling rumit pada smartphone lipat

iPhone Duo (apple.com)

Engsel memiliki peran penting dalam menjaga layar smartphone lipat tetap stabil ketika perangkat dibuka maupun ditutup. Komponen ini harus mampu menopang layar agar tetap rata ketika dibentangkan sekaligus memberikan ruang bagi panel untuk melengkung mengikuti desain perangkat saat dilipat. Kedua fungsi tersebut harus berjalan secara presisi agar tekanan pada layar dapat dikendalikan.

Menurut laporan TrendForce, mekanisme teardrop hinge pada iPhone Duo bertugas mengatur pergerakan layar sekaligus menjaga jarak antarkomponen ketika perangkat dilipat. Desain tersebut memungkinkan panel memiliki ruang untuk mengikuti radius lengkungan yang sudah diperhitungkan. Apabila pergerakan engsel tidak sesuai dengan rancangan, kontak antarkomponen dapat menimbulkan tekanan lokal pada lapisan layar.

Tantangannya terletak pada proses pembuatan komponen yang membutuhkan tingkat presisi tinggi. AppleInsider melaporkan bahwa engsel iPhone Duo terdiri dari lebih dari 100 komponen yang harus bekerja secara terkoordinasi. Perbedaan kecil pada dimensi maupun posisi masing-masing bagian berpotensi memengaruhi pergerakan engsel secara keseluruhan.

2. Produksi engsel iPhone Duo diduga mengalami kendala

penampilan visual iPhone Duo (apple.com)

Kerumitan mekanisme engsel ternyata turut menjadi tantangan bagi Apple sebelum iPhone Duo dipasarkan. Laporan AppleInsider menyebut tingkat keberhasilan perakitan (assembly yield) perangkat di fasilitas Foxconn hanya sedikit di atas 60 persen. Angka tersebut merujuk pada perkiraan dari sumber rantai pasok yang dikutip Jiemian News.

Rendahnya yield menunjukkan bahwa proses manufaktur masih menghadapi tantangan untuk menghasilkan perangkat yang memenuhi standar kualitas. Foxconn dilaporkan perlu melakukan penyesuaian berulang terhadap peralatan, proses perakitan, dan pengaturan produksi. Komponen engsel dan panel OLED lipat juga disebut mengalami kendala tingkat keberhasilan produksi sehingga mempersempit waktu penyempurnaan proses manufaktur.

Kondisi tersebut menjadi semakin menantang karena Apple perlu memproduksi iPhone Duo dalam jumlah besar untuk memenuhi permintaan pasar. Sebagai smartphone lipat pertamanya, perangkat ini membutuhkan koordinasi antara pemasok panel layar, produsen engsel, dan fasilitas perakitan akhir. Ketika salah satu komponen mengalami kendala, proses produksi keseluruhan berpotensi ikut tertunda.

3. Pegawai Foxconn ungkap dugaan penurunan standar QC Apple

iPhone Duo (apple.com)

Isu kualitas produksi kembali menjadi perhatian setelah PhoneArena menerbitkan laporan mengenai pengakuan seorang pegawai Foxconn pada 28 Oktober 2026. Sumber anonim tersebut mengklaim Apple diduga menurunkan standar pemeriksaan kualitas iPhone Duo untuk memastikan jumlah perangkat yang tersedia mencukupi saat peluncuran. Keputusan tersebut disebut berkaitan dengan rendahnya yield produksi ketika jadwal peluncuran semakin dekat.

Jika klaim tersebut benar, pelonggaran pemeriksaan kualitas berpotensi membuat sejumlah komponen yang sebelumnya tidak memenuhi kriteria pemeriksaan tetap lolos ke tahap berikutnya. Dalam konteks smartphone lipat, hal ini cukup krusial karena mekanisme engsel membutuhkan kesesuaian dimensi, posisi, dan pergerakan antarkomponen. Ketidaksesuaian kecil yang tidak terdeteksi selama proses produksi dapat memengaruhi cara engsel menopang layar ketika perangkat dibuka dan ditutup.

Laporan tersebut juga menyebut lini produksi iPhone Duo telah melakukan penggantian sejumlah komponen sebagai respons terhadap permasalahan yang muncul. Namun, produksi dan rencana penyediaan stok disebut tetap berjalan sesuai rencana. Perlu digarisbawahi bahwa informasi mengenai penurunan standar QC tersebut berasal dari pengakuan seorang pegawai anonim yang dikutip media, bukan konfirmasi resmi Apple.

4. Dugaan masalah engsel belum sepenuhnya terbukti

Pengguna iPhone Duo dapat memindahkan aplikasi ke salah satu sisi layar dalam dan meluncurkan aplikasi kedua di sisi lain untuk multitasking Split View (apple.com)

Meski dugaan penurunan standar QC mulai mencuat, penyebab pasti kerusakan layar iPhone Duo masih belum dapat dipastikan. Situs iPhone Wired menyebut adanya sumber lain dari rantai pasok Apple yang membantah bahwa perusahaan mengubah standar pemeriksaan kualitas. Artinya, terdapat dua keterangan berbeda mengenai kebijakan produksi iPhone Duo yang belum didukung bukti dokumenter secara terbuka.

Penjelasan dari pihak pemasok komponen juga menambah kompleksitas persoalan ini. Fine M-Tec, salah satu produsen komponen pelat penyangga dan engsel untuk layar lipat, membantah produknya menjadi penyebab kerusakan layar. Perusahaan tersebut menyatakan bahwa masalah kualitas yang dilaporkan bukan disebabkan oleh cacat komponen yang mereka pasok. Dengan demikian, ada beberapa kemungkinan yang masih perlu ditelusuri, mulai dari desain mekanisme engsel, ketepatan pemasangan komponen, hingga konsistensi pemeriksaan kualitas selama proses manufaktur. Dugaan bahwa pelonggaran standar QC berkontribusi terhadap kerusakan layar juga belum bisa dianggap sebagai kesimpulan akhir.

5. Apple siapkan penggantian untuk iPhone Duo yang bermasalah

pengujian iPhone Duo yang dilakukan di kanal JerryRigEverything (youtube.com/JerryRigEverything)

Di tengah berbagai dugaan tersebut, Apple telah mengakui adanya permasalahan pada layar bagian dalam sejumlah kecil unit iPhone Duo. Perusahaan teknologi raksasa ini menyarankan pengguna yang mengalami gangguan layar untuk menghubungi AppleCare guna mendapatkan penggantian perangkat. Namun, Apple belum menjelaskan penyebab teknis kerusakan maupun mengonfirmasi dugaan penurunan standar QC dalam proses produksinya.

Respons tersebut menjadi langkah awal untuk menangani keluhan konsumen, tetapi persoalan keandalan perangkat masih membutuhkan perhatian lebih lanjut. Sebab, smartphone lipat memiliki karakteristik konstruksi yang berbeda dari smartphone konvensional, terutama karena layar dan engsel harus bekerja secara berulang dalam satu mekanisme. Apple perlu memastikan bahwa setiap komponen mampu mempertahankan kinerjanya dalam penggunaan jangka panjang.

Pada akhirnya, kasus layar retak iPhone Duo memperlihatkan bahwa inovasi desain saja belum cukup untuk menjamin kualitas sebuah smartphone lipat. Ketepatan rekayasa engsel harus diikuti proses manufaktur dan pemeriksaan kualitas yang konsisten. Apabila dugaan penurunan standar QC terbukti benar, persoalan ini bisa menjadi pelajaran penting bagi Apple bahwa mengejar target produksi seharusnya tidak mengorbankan keandalan produk.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article