Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Teknologi Kacamata Pintar Jadi Tren di China, AI Ada di Depan Mata

Teknologi Kacamata Pintar Jadi Tren di China, AI Ada di Depan Mata
kacamata AI dari GetD (dok. GetD)
Intinya Sih
  • Kacamata pintar di China berkembang pesat dengan dukungan AI, menghadirkan fitur penerjemahan, kamera, dan AR dalam desain ringan yang siap digunakan sehari-hari.
  • Perusahaan seperti Rokid dan INMO mengintegrasikan AI generatif untuk interaksi suara alami, menjadikan smart glasses sebagai asisten pribadi multifungsi dengan ribuan workflow AI.
  • Produk seperti INMO Air3 menunjukkan pergeseran fokus ke pengalaman pengguna realistis, menandai ambisi China menjadi pusat inovasi global di bidang smart glasses dan teknologi wearable.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Kacamata pintar tampaknya mulai memasuki babak baru di industri teknologi China. Jika beberapa tahun lalu perangkat wearable identik dengan smartwatch dan earbuds, kini semakin banyak perusahaan teknologi yang berlomba menghadirkan smart glasses dengan kemampuan AI, penerjemahan bahasa, kamera, hingga augmented reality dalam bentuk yang semakin ringan dan mendekati kacamata biasa.

Perkembangan tersebut terlihat dalam hadirnya beberapa brand teknologi yang fokus pada produk smart wearables, termasuk kacamata cerdas. Menariknya, arah pengembangan smart glasses di China tidak lagi berfokus pada eksperimen teknologi semata. Perusahaan-perusahaan seperti GetD, Rokid, dan INMO mulai mengemas perangkat mereka sebagai produk yang siap digunakan sehari-hari, baik untuk bekerja, berkomunikasi, menikmati hiburan, maupun berinteraksi dengan AI secara lebih natural.

AI menjadi alasan utama kebangkitan smart glasses

20260601134100-LANE7012_2615176004-4670688520-opq4670752825.jpg
kacamata cerdas Rokid (dok. Rokid)

Kemunculan AI generatif menjadi salah satu faktor yang mendorong kebangkitan smart glasses. Jika sebelumnya kacamata pintar kesulitan menemukan fungsi yang benar-benar dibutuhkan pengguna, kini AI memberi alasan yang jauh lebih jelas mengapa perangkat tersebut relevan digunakan sehari-hari.

Rokid menjadi salah satu perusahaan yang paling agresif mengembangkan konsep tersebut. Perusahaan ini baru mengumumkan integrasi Gemini dari Google ke dalam platform smart glasses mereka. Teknologi tersebut memungkinkan interaksi AI yang lebih kontekstual, responsif, dan percakapan yang lebih natural langsung melalui kacamata.

Menurut Rokid, smart glasses kini berkembang menjadi salah satu antarmuka paling alami untuk berinteraksi dengan AI. Pengguna tidak perlu lagi membuka aplikasi atau mengetik perintah panjang di smartphone karena AI dapat diakses langsung melalui suara dan perangkat yang selalu berada di depan mata.

Dari penerjemah hingga asisten pribadi

IMG20260601153020.jpg
kacamata AR dari INMO (dok. INMO)

Generasi terbaru smart glasses juga tidak lagi hanya berfungsi sebagai perangkat audio. Rokid dan INMO hadir juga sebagai produk smart glasses yang punya fitur penerjemahan langsung. Mereka bisa membantu menerjemahkan interaksi suara dalam 12 bahasa serta penerjemahan hingga 89 bahasa.

Pendekatan tersebut menunjukkan bagaimana smart glasses mulai diposisikan sebagai asisten pribadi yang selalu aktif. Pengguna dapat meminta informasi, melakukan navigasi, menerjemahkan percakapan, hingga menjalankan berbagai perintah hanya melalui interaksi suara.

Rokid bahkan telah membangun Agent Store yang memungkinkan pengembang membuat berbagai workflow AI yang berjalan langsung di perangkat. Hingga saat ini perusahaan mengaku telah menerima lebih dari 3.000 pengajuan workflow AI dengan ratusan di antaranya telah tersedia untuk pengguna.

AR glasses mulai bergerak ke pasar yang lebih luas

IMG20260601152739.jpg
kacamata AR dari INMO (dok. INMO)

Selain AI glasses tanpa layar, perusahaan China juga mulai mendorong adopsi augmented reality melalui desain yang lebih praktis. Salah satunya adalah INMO Air3 yang menggabungkan layar AR penuh warna, sistem operasi mandiri, serta dukungan berbagai aplikasi Android melalui Google Mobile Services.

INMO Air3 menawarkan pengalaman yang lebih mendekati komputer wearable dibanding aksesori smartphone. Pengguna dapat menikmati layar virtual berukuran besar untuk menonton video, bermain game cloud, membaca dokumen, hingga menjalankan berbagai aplikasi produktivitas langsung dari kacamata.

Keberadaan produk seperti INMO Air3 menunjukkan bahwa perusahaan China kini tidak lagi hanya mengejar teknologi AR sebagai demonstrasi kemampuan teknis. Fokusnya mulai bergeser ke pengalaman penggunaan yang lebih realistis dan dekat dengan kebutuhan konsumen sehari-hari.

China ingin menjadi pusat inovasi smart glasses

ZFS_1172-opq4670709594.jpg
produk AIoT dari INMO (dok. INMO)

Fenomena banyaknya smart glasses yang bermunculan bukan terjadi secara kebetulan. China kini menjadi rumah bagi perusahaan yang mengembangkan AI, wearable, augmented reality, hingga robotika secara bersamaan. Bagi industri teknologi, tren ini memperlihatkan arah yang semakin jelas. Jika beberapa tahun terakhir AI berkembang melalui chatbot dan aplikasi mobile, kini perusahaan-perusahaan China mulai mencoba membawa AI ke perangkat yang lebih dekat dengan pengguna.

Berdasarkan rilis yang diterima IDN Times, Global Connect Show sebagai salah satu pameran teknologi di China juga turut mengamini hal tersebut. Tak cuma teknologi AI dan robotika semata, teknologi kacamata cerdas dan kacamata AI juga jadi produk yang banyak hadir di sana. Hadirnya teknologi tersebut jadi wujud nyata dari upaya mendekatkan teknologi ke pengguna, sekaligus menunjukkan bagaimana kacamata pintar perlahan berubah dari produk niche menjadi kategori perangkat yang semakin serius diperhitungkan.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Achmad Fatkhur Rozi
EditorAchmad Fatkhur Rozi

Related Articles

See More