Di dunia smartwatch Android, pilihan terbaik biasanya mengerucut ke Google Pixel Watch dan Samsung Galaxy Watch. Baik Pixel Watch 4 maupun Galaxy Watch 8 sama-sama menarik, dan pilihan sering bergantung pada HP yang digunakan, selera desain atau preferensi UI. Namun, satu masalah yang masih sering muncul di hampir semua smartwatch Android, termasuk Galaxy Watch, adalah daya tahan baterai yang tergolong biasa saja. Umumnya hanya mampu bertahan selama satu hari, sehingga harus diisi dayanya sebelum tidur. Kabar baiknya, ada beberapa cara sederhana untuk menghemat baterai Galaxy Watch dan berikut ulasan lengkapnya.
5 Tips Memaksimalkan Daya Tahan Baterai Samsung Galaxy Watch

1. Matikan Always-On Display dan Raise to Wake
Fitur Always-on Display di smartwatch memang sangat praktis karena memungkinkan pengguna melihat waktu sekilas tanpa perlu menyentuh layar. Sayangnya, fitur ini juga termasuk yang paling boros baterai, apalagi mengingat kapasitas baterai smartwatch yang terbatas. Jika ingin menghemat daya, ada baiknya untuk mematikan fitur itu. Selain itu, fitur Raise to Wake yang otomatis menyalakan layar ketika pergelangan tangan diangkat juga cukup menguras baterai karena sensor terus aktif di latar belakang. Kedua fitur ini sebenarnya berguna, tapi lebih baik digunakan secara situasional. Aktifkan ketika memang butuh kenyamanan, dan matikan ketika ingin daya tahan baterai lebih lama.
2. Nonaktifkan perintah suara “Hey Google”
Di era AI yang sudah jadi fitur umum di berbagai perangkat, menggunakan Gemini di Galaxy Watch memang sangat membantu, mulai dari untuk memasang pengingat, cek cuaca hingga mengirim pesan ketika tangan sedang sibuk. Biasanya, Gemini dipanggil lewat perintah suara “Hey Google”, tapi fitur ini cukup boros baterai karena smartwatch terus siaga mendengarkan. Jika ingin daya tahan baterai yang lebih lama, opsi terbaik adalah mematikan fitur pendeteksi perintah suara ini lewat pengaturan Gemini di HP. Sebagai alternatif, Gemini tetap bisa diakses dengan cara lain seperti mengatur tombol samping untuk membuka aplikasi atau menjalankannya langsung dari app drawer.
3. Mengurangi frekuensi pemantauan detak jantung
Banyak orang membeli smartwatch terutama untuk memantau kesehatan, seperti menghitung langkah, kalori, hingga aktivitas olahraga seperti lari atau bersepeda. Salah satu data yang selalu direkam ketika smartwatch digunakan adalah detak jantung, yang di Galaxy Watch bisa diatur untuk dipantau terus-menerus atau tiap 10 menit. Masalahnya, kedua opsi itu cukup menguras baterai karena sensor terus aktif di latar belakang. Agar baterai smartwatch lebih awet, pengguna bisa mengatur pengukuran detak jantung ke mode manual lewat Samsung Health, meski konsekuensinya data seperti stres atau detak jantung istirahat jadi kurang akurat.
4. Mematikan konektivitas LTE
Galaxy Watch tersedia dalam dua versi yaitu Bluetooth dan Bluetooth + LTE. Bagian sebagian besar pengguna, versi Bluetooth sebenarnya sudah cukup karena smartwatch akan terhubung ke HP untuk akses internet, sinkronisasi data, notifikasi dan panggilan selama masih dalam jangkauan. Namun masalah muncul ketika pengguna tidak membawa HP karena fitur yang butuh koneksi internet jadi tidak bisa digunakan. Di sinilah versi Bluetooth + LTE jadi unggul karena memiliki eSIM sendiri. Namun, konsekuensinya adalah konsumsi baterai lebih boros karena Galaxy Watch terus mencari sinyal jaringan. Untungnya, pengguna bisa mengatur penggunaan LTE agar lebih hemat, misalnya dengan mematikannya ketika tidak diperlukan atau menggunakan mode otomatis agar tetap terhubung tanpa terlalu menguras baterai.
5. Mengaktifkan mode hemat daya
Daya tahan Galaxy Watch sangat bergantung pada cara pengguna menggunakannya sehari-hari. Jika sering digunakan untuk olahraga dengan semua sensor aktif, menerima panggilan atau bolak-balik membuka aplikasi, baterainya pasti lebih cepat habis. Solusi terbaik dalam kondisi seperti ini adalah mengaktifkan mode hemat daya. Fitur ini akan otomatis mematikan atau membatasi fungsi yang boros baterai seperti performa CPU, penggunaan jaringan di latar belakang, lokasi, sinkronisasi data, hingga fitur kesehatan sekaligus menurunkan tingkat kecerahan layar. Mode ini paling berguna ketika baterai sudah kritis, namun masih jauh dari charger.
Itulah tadi ulasan mengenai beberapa tips memaksimalkan daya tahan baterai Samsung Galaxy Watch. Semoga ulasan di atas bermanfaat dan bisa membantumu mendapatkan daya tahan baterai yang lebih awet di Galaxy Watch-mu.