Xiaomi Resmi Pensiunkan MIUI, Akhiri Era 12 Tahun OS Ikonik

- Xiaomi resmi mengakhiri era MIUI setelah 12 tahun, menutup perjalanan sistem operasi ikonik yang menjadi fondasi awal ekosistem perangkat mereka sejak 2010.
- Redmi A2 dan A2+ menjadi perangkat terakhir yang menjalankan MIUI hingga mencapai status End of Life pada Maret 2026, menandai berakhirnya seluruh dukungan pembaruan.
- HyperOS hadir sebagai penerus MIUI dengan fokus pada integrasi lintas perangkat melalui fitur HyperConnect, menghadirkan pengalaman ekosistem digital yang lebih ringan dan terhubung.
Xiaomi resmi mengakhiri perjalanan MIUI setelah lebih dari satu dekade menjadi bagian penting dari ekosistem perangkatnya. Langkah ini menandai berakhirnya era salah satu antarmuka Android paling populer yang pernah digunakan ratusan juta pengguna di seluruh dunia. Sejak awal, MIUI memang menjadi fondasi Xiaomi sebelum perusahaan tersebut merilis smartphone pertamanya.
Kini, peran MIUI resmi digantikan oleh sistem operasi baru bernama HyperOS. Peralihan ini juga dibarengi dengan penghentian seluruh pembaruan perangkat lunak untuk perangkat terakhir yang masih menjalankan MIUI, sekaligus menutup perjalanan 12 tahun OS ikonik tersebut.
1. MIUI berawal dari ROM kustom hingga jadi OS global

MIUI pertama kali diperkenalkan pada Agustus 2010, bahkan sebelum Xiaomi memproduksi smartphone sendiri. Saat itu, MIUI hadir sebagai ROM kustom berbasis Android 2.2 Froyo yang bisa dipasang di berbagai perangkat Android. Dari awal, sistem ini langsung menarik perhatian karena pendekatannya yang berbeda. Xiaomi rutin merilis pembaruan mingguan dengan fitur baru dan kustomisasi luas, sehingga MIUI cepat dikenal sebagai sistem yang fleksibel dan sesuai kebutuhan pengguna.
Salah satu daya tarik utamanya adalah tingkat kustomisasi yang tinggi. MIUI dibekali aplikasi bawaan seperti telepon, pesan, musik, hingga galeri, serta fitur tema yang memungkinkan pengguna mengubah tampilan secara menyeluruh, mulai dari ikon, font, hingga layar kunci. Selain itu, MIUI juga menghadirkan fitur khas seperti Second Space, Dual Apps, dan App Lock untuk meningkatkan keamanan.
Berkat inovasi tersebut, MIUI berkembang pesat. Pengguna aktif bulanannya meningkat dari sekitar 100 juta pada 2015 menjadi lebih dari 500 juta pada 2021. Popularitas ini juga membuka jalan bagi Xiaomi untuk memperluas pasar smartphone ke berbagai negara, termasuk India dan kawasan global lainnya.
2. Redmi A2 dan A2+ jadi perangkat terakhir yang memakai MIUI

Meski Xiaomi telah beralih ke sistem operasi baru, dua perangkat, Redmi A2 dan Redmi A2+, masih mempertahankan MIUI hingga 2026. Keduanya menerima Android 13 sebagai pembaruan sistem operasi utama terakhir. Setelah itu, Xiaomi hanya memberikan patch keamanan dan pembaruan minor untuk menjaga performa dan keamanan perangkat.
Pembaruan terakhir untuk Redmi A2 dan A2+ tercatat dirilis pada Desember 2025 dengan versi firmware V14.0.44.0.TGOMIXM. Berdasarkan laporan Gizmochina, kedua perangkat tersebut resmi mencapai status End of Life (EOL) pada 24 Maret 2026, sehingga tidak lagi menerima pembaruan sistem maupun keamanan. Berakhirnya dukungan ini menandai MIUI resmi dihentikan di seluruh lini produk Xiaomi.
3. HyperOS jadi pengganti dengan fokus ekosistem terintegrasi

Sebagai pengganti MIUI, Xiaomi memperkenalkan HyperOS pada Oktober 2023. Sistem operasi ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman yang lebih terintegrasi di seluruh ekosistem perangkat. HyperOS pertama kali hadir melalui seri Xiaomi 14 dan menjadi langkah besar perusahaan dalam menyatukan berbagai kategori produk, mulai dari smartphone hingga perangkat rumah pintar dan kendaraan listrik.
Berbeda dengan MIUI, HyperOS dibangun dengan integrasi Android yang lebih dalam serta sistem IoT milik Xiaomi. Sistem ini juga diklaim lebih ringan, hemat penyimpanan, dan memiliki performa yang lebih optimal. Salah satu fitur unggulannya adalah HyperConnect, yang memungkinkan konektivitas lintas perangkat secara real-time. Melalui teknologi ini, pengguna dapat menghubungkan smartphone dengan perangkat lain seperti TV, mobil, hingga perangkat smart home dengan lebih mudah.
HyperOS juga menjadi bagian dari strategi besar Xiaomi yang mengusung konsep “Manusia x Mobil x Rumah” untuk menciptakan ekosistem digital yang saling terhubung dalam satu platform. Meski membawa banyak perubahan, HyperOS tetap mempertahankan sebagian elemen visual MIUI agar pengguna tidak merasa asing saat beralih ke sistem baru.
Setelah MIUI resmi dihentikan, Xiaomi menutup satu bab penting dalam perjalanannya. Fokus perusahaan kini beralih ke HyperOS sebagai fondasi ekosistem digital di masa depan.


















