PUBG Mobile Meminta Maaf Usai Kontroversi Nama Item Pakai Asmaulhusna

PUBG Mobile merupakan salah satu battle royale game terpopuler di platform mobile. Ia menghadirkan mekanisme shooting gameplay yang seru dan menantang. Apalagi, kini PUBG Mobile sering menghadirkan fitur baru dan event kolaborasi.
Namun, pada Mei 2026 ini, developer PUBG Mobile menuai kontroversi. Mereka menerima backlash keras akibat dugaan penistaan agama Islam yang muncul pada patch terbaru versi 4.4. Bagaimana kronologinya? Apa langkah yang diambil oleh developer? Simak pembahasan di bawah ini!
1. PUBG menghadirkan item baru bernama Hand of the Almighty yang memicu kontroversi

Mulai awal 2026, PUBG Mobile menghadirkan fitur baru bernama Card Collection System yang memungkinkan gamer untuk mengumpulkan dan bertukar kartu dengan pemain lain. Adapun, kartu-kartu tersebut bisa ditukarkan dengan hadiah permanen, seperti skin senjata atau senapan yang sudah dimutakhirkan. Ini menjadi fitur favorit baru. Apalagi, kamu bisa mendapatkan kartu gratis setiap hari.
Namun, pada patch terbaru versi 4.4 Hero's Crown, PUBG Mobile merilis kartu baru yang memicu kontroversi. Kartu yang dimaksud adalah Hand of the Almighty. Secara sekilas, sebenarnya tidak ada yang aneh dengan kartu tersebut. Namun, ternyata nama item tersebut memicu reaksi negatif dari gamer yang beragama Islam.
Dalam server Middle East (ME) yang menggunakan bahasa Arab, Hand of the Almighty diterjemahkan menjadi Yad Al-Jabbar atau Al-Jabbar yang berarti 'Tangan Allah Yang Maha Perkasa'. Itu merupakan salah satu dari 99 nama Allah atau asmaulhusna. Tentu saja, penggunaan nama tersebut memicu kontroversi dan dikecam oleh gamer dari server Timur Tengah, seperti Arab Saudi dan Pakistan, juga negara dengan penduduk Islam, seperti Filipina serta Indonesia.
2. PUBG Mobile Team meminta maaf kepada gamer muslim dan menarik item dari dalam game

Gamer musim yang menyadari nama item ini sontak menyuarakan keberatan lewat media sosial resmi maupun laman dan komunitas resmi PUBG Mobile. Kamu bisa melihat keberatan muncul laman resmi, Facebook, hingga Instagram. Ada juga yang mengecam melalui komentar ulasan di Google Play Store dan Apple App Store.
Protes massal ini akhirnya didengar oleh PUBG Mobile Team. Mereka akhirnya mengambil langkah cepat dengan memberikan permintaan maaf terbuka di akun X @PUBGMOBILE. Dalam unggahan pada Selasa (12/5/2026), pihak mereka menyesalkan kelalaian penamaan item tersebut. Sebagai langkah utama, pihak PUBG Mobile langsung menghapus item tersebut dari dalam game. Mereka juga berjanji akan memperkuat pengawasan mereka agar konten yang dihadirkan terbebas dari hal-hal sensitif yang menyangkut agama, ajaran, dan budaya yang beragam dari seluruh dunia.
3. Kontroversi dugaan penistaan agama Islam serupa juga pernah dituduhkan ke beberapa game populer

Selain PUBG, sebenarnya banyak game yang sempat memicu kontroversi dengan kasus serupa. Mereka menggunakan simbol-simbol atau ayat suci Islam yang akhirnya memicu kecaman dari sebagian gamer. Dalam Call of Duty: Vanguard (2021), misalnya, gamer menemukan lembaran kitab suci agama Islam, Al-Qur’an, berserakan di lantai yang dipenuhi noda darah dalam Mode Zombie. Padahal, dalam Islam, Al-Qur’an dilarang ditaruh di tempat kotor seperti lantai.
Contoh lainnya, dalam Devil May Cry 3 (2005), gamer menemukan kemiripan antara gerbang dunia iblis yang dibuka Vergil dengan gerbang Ka'bah yang ada di Mekah. Bahkan, bisa dilihat tulisan Arab pada gerbang tersebut. Sebuah simbol tempat suci digunakan sebagai gerbang menuju dunia iblis. Tentunya, hal tersebut menuai kecaman keras. Capcom akhirnya mengubah desain gerbang tersebut dalam versi baru, seperti HD Remaster dan Special Edition.
Bagaimana menurutmu? Apakah developer harus lebih berhati-hati dalam merancang aset game dan menghindari hal sensitif seperti agama? Apa gamer yang harus berpikiran lebih terbuka dan menerima kebebasan developer dalam berkreasi?



















