Bocoran Samsung Galaxy Glasses Terungkap, Mirip Meta Ray-Ban?

- Samsung dikabarkan menyiapkan dua model kacamata pintar bernama Jinju dan Haean, dengan desain mirip Meta Ray-Ban serta fokus pada fitur kamera dan kecerdasan buatan.
- Galaxy Glasses akan berjalan di sistem Android XR dengan integrasi Gemini AI, memungkinkan perintah suara untuk menerjemahkan teks, mengambil foto, hingga navigasi real-time.
- Bocoran menyebut model Jinju memakai prosesor Snapdragon AR1, kamera Sony 12MP, konektivitas WiFi dan Bluetooth 5.3, serta diperkirakan rilis penuh pada 2026 dengan harga mulai USD 379.
Samsung dikabarkan tengah menyiapkan kacamata pintar pertamanya yang disebut akan menjadi pesaing Meta Ray-Ban di pasar wearable. Bocoran terbaru dari Android Headlines bahkan mengungkap desain, spesifikasi, hingga perkiraan harga perangkat tersebut. Perangkat ini disebut menjadi bagian dari ekosistem Android XR yang juga terintegrasi dengan AI Gemini milik Google.
Dalam bocoran yang beredar, Samsung dikabarkan menyiapkan dua model kacamata pintar dengan pendekatan berbeda. Model pertama dengan nama kode Jinju disebut hadir tanpa layar, namun dilengkapi dua kamera 12MP untuk mendukung fitur berbasis AI. Sementara model lain bernama Haean dikabarkan akan membawa layar dan diposisikan sebagai versi lebih premium dengan target peluncuran pada 2027.
1. Desain mirip Meta Ray-Ban, tanpa layar
Berdasarkan laporan Android Headlines, Samsung disebut tengah menyiapkan dua model kacamata pintar dengan nama kode “Jinju” dan “Haean”. Bocoran gambar yang beredar diklaim berasal dari unit pengujian asli, sehingga memberi gambaran awal terkait desain perangkat tersebut. Dari segi tampilan, Galaxy Glasses disebut memiliki kemiripan dengan Meta Ray-Ban maupun prototipe Google Gemini Glasses.
Namun, model pertama Jinju dikabarkan belum dibekali layar. Sebagai gantinya, perangkat ini mengandalkan dua kamera 12MP yang difokuskan untuk kebutuhan pembuatan konten, dokumentasi, serta fitur berbasis kecerdasan buatan (AI). Samsung tampaknya lebih menonjolkan fungsi praktis ketimbang pengalaman augmented reality penuh pada tahap awal.
2. Mengandalkan Android XR dan Gemini AI

Samsung Galaxy Glasses akan berjalan di sistem operasi Android XR, platform baru yang dikembangkan Google untuk perangkat extended reality. Sistem ini juga menjadi fondasi bagi berbagai perangkat wearable masa depan, termasuk headset Galaxy XR. Salah satu daya tarik utama perangkat ini adalah integrasi Gemini AI.
Dengan dukungan AI tersebut, pengguna nantinya bisa melakukan berbagai aktivitas lewat perintah suara, mulai dari menerjemahkan teks, mengambil foto, mencari informasi, hingga mendapatkan navigasi real-time melalui Google Maps. Kolaborasi ini memperkuat posisi Samsung di pasar wearable berbasis AI. Google sendiri saat ini juga tengah menyiapkan kacamata pintar serupa bersama Warby Parker dan Gentle Monster.
3. Rumor spesifikasi Samsung Galaxy Glasses

Meski belum dikonfirmasi secara resmi, Android Headlines membagikan sejumlah bocoran spesifikasi Samsung Galaxy Glasses dengan nama kode Jinju. Perangkat ini disebut akan ditenagai prosesor Qualcomm Snapdragon AR1 dan dibekali kamera Sony IMX681 12MP. Untuk mendukung konektivitas, Samsung dikabarkan menyematkan WiFi dan Bluetooth 5.3. Kacamata pintar ini diperkirakan memiliki bobot sekitar 50 gram.
Samsung juga disebut menyematkan speaker terarah serta teknologi konduksi tulang berdasarkan paten yang pernah diajukan sebelumnya. Selain itu, perangkat ini dikabarkan menggunakan lensa fotokromik yang dapat menyesuaikan tingkat cahaya secara otomatis. Meski membawa sejumlah fitur pintar, model Jinju disebut belum dibekali layar. Fitur layar baru diperkirakan akan hadir pada varian berikutnya yang lebih premium.
Berikut bocoran spesifikasi Samsung Galaxy Glasses Jinju:
Bocoran spesifikasi Samsung Galaxy Glasses Jinju
Spesifikasi | Detail |
|---|---|
Prosesor | Qualcomm Snapdragon AR1 |
Kamera | Sony IMX681 12MP |
Baterai | 155mAh |
Konektivitas | WiFi dan Bluetooth 5.3 |
Berat | Sekitar 50 gram |
Audio | Speaker terarah dan teknologi konduksi tulang |
Lensa | Fotokromik |
Sistem operasi | Android XR dengan Gemini AI |
Selain Jinju, laporan tersebut juga menyebut Samsung tengah mengembangkan model lain bernama Haean. Perangkat ini dikabarkan meluncur pada 2027 dengan dukungan layar micro-OLED dan kemampuan augmented reality yang lebih lengkap. Model Haean diprediksi menjadi versi lebih canggih dengan harga yang jauh lebih tinggi.
4. Jadwal peluncuran dan harga

Samsung hingga kini belum memberikan konfirmasi resmi terkait jadwal peluncuran Galaxy Glasses. Meski begitu, perangkat ini disebut berpeluang diperkenalkan dalam acara Galaxy Unpacked mendatang yang biasanya digelar pada pertengahan tahun. Namun, menurut laporan yang beredar, Samsung kemungkinan baru akan merilis perangkat tersebut secara penuh pada 2026. Pola ini dinilai mirip dengan strategi Galaxy XR yang sebelumnya lebih dulu diperkenalkan sebagai teaser sebelum resmi dipasarkan.
Soal harga, model Jinju diperkirakan dibanderol sekitar 379-499 dolar AS atau setara Rp6,6 juta-Rp8,7 juta. Sementara itu, model Haean yang dibekali layar diprediksi hadir di kisaran 600-900 dolar AS atau sekitar Rp10,5 juta-Rp15,7 juta. Jika bocoran tersebut akurat, Samsung akan langsung bersaing dengan Meta Ray-Ban dan Meta Ray-Ban Display yang lebih dulu meramaikan pasar kacamata pintar. Samsung disebut mengandalkan integrasi Android XR dan Gemini AI untuk bersaing di pasar wearable berbasis AI.
Samsung tampaknya semakin serius meramaikan pasar kacamata pintar seiring berbagai bocoran yang mulai terungkap ke publik. Jika meluncur sesuai rencana, Galaxy Glasses berpotensi menjadi salah satu perangkat wearable paling menarik dalam beberapa tahun ke depan.



















