5 Alasan Hero MLBB Laris di MPL ID S17 Berbeda dengan Ranked

- MPL ID S17 menampilkan perbedaan mencolok antara hero populer di turnamen dan ranked karena pro player lebih mengutamakan koordinasi tim serta objektif ketimbang permainan individu.
- Hero situasional dan bermekanik tinggi seperti Valentina, Claude, dan Harith bersinar di MPL ID S17 berkat strategi matang serta kemampuan teknis tinggi para pro player.
- Pro player MPL ID S17 lebih cepat beradaptasi dengan perubahan META dibandingkan player ranked, menjadikan pilihan hero mereka lebih relevan dan efektif di setiap patch baru.
Mobile Legends Professional League Indonesia Season 17 (MPL ID S17) tengah memasuki fase Regular Season sejak 27 Maret 2026. Turnamen ini nantinya akan berlanjut ke babak Playoff yang diselenggarakan pada 10—14 Juni 2026 di Jakarta International Velodrome. Seperti musim-musim sebelumnya, MPL ID S17 kembali menyuguhkan persaingan sengit dan berbagai kejutan yang menarik untuk disaksikan.
Pemilihan hero menjadi salah satu faktor krusial untuk memenangkan pertandingan di MPL ID S17. Pernahkah kamu terpikir mengapa hero yang mendominasi MPL ID S17 berbeda dengan hero yang populer di ranked? Perbedaan ini dapat dijelaskan melalui lima alasan berikut.
1. Pro player lebih mengutamakan koordinasi tim daripada "bermain sendiri"

Mobile Legends: Bang Bang bukanlah game single player yang dimenangkan hanya dengan kemampuan individu, melainkan game multiplayer yang menuntut koordinasi dan komunikasi. Setiap player mempunyai jobdesk sesuai dengan role yang dimainkan, seperti damage dealer yang biasanya diisi oleh marksman dan assassin serta inisiator yang biasanya dipegang oleh tank dan fighter. Makanya, tak heran jika hero-hero inisiator, seperti Khaleed dan Gatotkaca, kerap menjadi primadona di MPL ID S17.
Bagi para player ranked, terutama solo player, mendapatkan tim yang kompak saja bagaikan mencari jarum di tumpukan jerami. Mereka merasa kesulitan menunjukkan performa secara maksimal karena minimnya koordinasi dan rekan tim yang kerap bermain asal-asalan. Alhasil, hero-hero inisiator dianggap kurang efektif di ranked karena terlalu bergantung pada kerja sama tim.
2. Pro player MPL ID S17 lebih fokus pada objektif ketimbang player ranked

Masih berkaitan dengan poin sebelumnya, alasan hero inisiator kurang diminati di ranked karena kebanyakan player lebih mengejar kill dibandingkan dengan objektif. Bagi mereka, kill terasa lebih satisfying karena bisa membuatnya tampil sebagai penggendong tim, apalagi jika berhasil mendapat savage dan KDA yang cantik. Hal ini membuat hero dengan burst damage dan kemampuan pick-off lebih populer di ranked karena potensinya untuk melakukan instant kill, seperti Gusion dan Aamon.
Para pro player tidak menjadikan kill sebagai tujuan utama dalam pertandingan. Mereka lebih berfokus pada menguasai objektif dan hanya melakukan war saat benar-benar diperlukan, misalnya ketika perebutan turtle dan lord. Yve dan Yu Zhong, misalnya, merupakan dua hero dengan kemampuan zoning yang efektif digunakan di MPL ID S17 untuk mengacak-acak formasi tim lawan.
3. Banyak hero situasional bersinar di MPL ID S17 berkat strategi yang rapi

Bermain sebagai pro player MPL ID S17 menuntut perencanaan strategi yang matang sejak fase draft pick. Setiap pick dan ban tidak dilakukan secara sembarangan, tetapi dilakukan berdasarkan strategi dan analisis terhadap komposisi tim lawan. Sepanjang MPL ID 17, banyak hero situasional, seperti Chip dan Valentina, yang mampu bersinar karena sesuai dengan kebutuhan tim.
Lain halnya dengan player ranked yang cenderung tidak seketat pro player dalam memilih hero dan menyusun draft pick. Mereka lebih sering mengandalkan hero-hero fleksibel yang dapat digunakan di berbagai komposisi tim. Julian dan Thamuz, contohnya, menjadi primadona di ranked karena efektif untuk melakukan team fight maupun split push.
4. Pro player lebih mampu menguasai hero-hero sulit dan bermekanik tinggi

Player ranked lebih memilih memainkan hero low-mechanic yang lebih mudah ketimbang hero high-mechanic. Bahkan, menurut data statistik di laman resmi Mobile Legends: Bang Bang pada Mei 2026, Miya dan Hanabi termasuk hero yang sering digunakan di ranked, terutama di tier bawah hingga menengah. Kedua hero ini memang memiliki mekanik yang relatif simpel sehingga mudah dipelajari oleh pemula.
Di ranah MPL ID S17, hero high-mechanic justru lebih sering mencuri spotlight. Sebelum aspek makro, para pro player telah dituntut untuk menguasai aspek mikro permainan, mulai dari eksekusi kombo skill yang tepat hingga positioning saat laning phase maupun war. Meski tergolong sulit dikuasai, Claude dan Harith kerap menjadi gold laner andalan yang sering diterjunkan sepanjang MPL ID S17.
5. Pro player lebih siap beradaptasi dengan META dibandingkan player ranked

Mobile Legends: Bang Bang adalah game Multiplayer Online Battle Arena (MOBA) yang rutin menghadirkan patch baru setiap pergantian musim. Seluruh pembaruan (update) biasanya membawa perubahan besar terhadap keseimbangan permainan, termasuk munculnya hero Most Effective Tactics Available (META). Para pro player MPL ID S17 tak hanya dituntut menguasai aspek makro dan mikro, tetapi juga harus mampu beradaptasi dengan META yang terus berubah di setiap patch.
Perubahan META ini sering kali membawa mimpi buruk bagi player ranked yang kurang mengikuti perkembangan Mobile Legends: Bang Bang. Banyak di antara mereka yang masih terjebak dengan stigma "tidak apa-apa pakai hero power asal gendong" tanpa melihat apakah hero power-nya masih relevan dengan META saat ini atau tidak. Padahal, player yang rutin beradaptasi dengan META serta memperluas hero pool memiliki peluang lebih besar untuk memenangkan pertandingan.
Perbedaan pola bermain antara pro player dan player awam menjadi salah satu faktor krusial yang memengaruhi popularitas hero. Jika kamu ingin mempertahankan performa bermain, tidak ada salahnya untuk mempelajari dan mengaplikasikan pola bermain ala pro player MPL ID S17.


















