5 Hal yang Membuat Crimson Desert Lebih Unggul Dari The Witcher 3

- Crimson Desert menampilkan dunia terbuka seamless bernama Pywel dengan detail luar biasa, menghadirkan pengalaman eksplorasi yang lebih luas dan imersif dibanding The Witcher 3.
- Sistem NPC dan interaksi lingkungan di Crimson Desert terasa lebih hidup dan dinamis, menghadirkan reaksi realistis serta sistem hukum yang konsisten dalam setiap tindakan pemain.
- Dengan sistem combat variatif, banyak aktivitas sampingan, serta kebebasan traversal tinggi, Crimson Desert menawarkan gameplay yang lebih fleksibel dan modern daripada The Witcher 3.
Di pasar game open-world RPG, The Witcher 3: Wild Hunt masih menjadi tolok ukur yang sulit tertandingi. Karakter, cerita, atmosfer hingga kualitas misinya masih menjadi standar emas hingga hari ini, lebih dari satu dekade setelah perilisannya. Di sisi lain, Crimson Desert hadir sebagai pendatang baru yang langsung mencuri perhatian. Game garapan Pearl Abyss itu memang tidak sempurna, tapi tetap memiliki sejumlah hal yang membuatnya lebih unggul dibanding The Witcher 3. Apa saja itu? Berikut ulasan lengkapnya.
1. Dunia terbuka yang seamless

Meski dunia The Witcher 3 sudah tergolong sangat luas, Crimson Desert berhasil melampauinya di hampir semua aspek dan ini wajar mengingat jarak teknologi sekitar satu dekade antara keduanya. Berbeda dengan The Witcher 3 yang membagi dunianya ke dalam beberapa zona terpisah seperti Velen dan Skellige, Crimson Desert menghadirkan benua Pywel sebagai satu hamparan dunia terbuka yang seamless, lengkap dengan pegunungan megah, pulau-pulau melayang, hutan lebat, rawa, sungai, kota-kota besar hingga gurun pasir yang luas. Detail dunianya pun luar biasa sehingga tak heran jika banyak pemain menyebut Pywel sebagai dunia fantasi favorit mereka yang setara atau bahkan melampaui dunia di Skyrim dan Elden Ring.
2. Reaksi dunia dan NPC-nya
Crimson Desert bukan sekadar unggul dalam skala dunia dan kemegahan visualnya, tapi juga menawarkan sistem NPC dan interaksi lingkungan yang revolusioner. NPC-nya jauh lebih hidup dan reaktif ketimbang The Witcher 3, bahkan hampir menyamai Red Dead Redemption 2, dengan perilaku dinamis yang terasa natural. Mereka bisa disapa, diberi hadiah, dicuri, diancam, ditangkap hingga dibunuh, semuanya dengan respons suara yang unik dan sistem hukum yang berjalan konsisten. Selain itu, kota-kotanya juga ramai dengan kerumunan NPC yang sibuk beraktivitas, sehingga sekadar berkeliling dan mengamati kehidupan dunia di game ini saja sudah menjadi hiburan tersendiri.
3. Sistem combat

Salah satu kelemahan terbesar The Witcher 3 yang sering disorot pemain adalah sistem combat-nya yang dinilai terlalu sederhana. Geralt tidak punya banyak variasi gerakan atau kemampuan yang cukup untuk membuat game-nya tetap terasa fresh setelah ratusan jam bermain. Di sisi lain, Crimson Desert hadir dengan pendekatan yang jauh lebih serius soal sistem combat. Kliff bisa menggunakan berbagai senjata sekunder seperti tombak, busur, perisai, belati hingga bertarung tanpa senjata ala gulat profesional. Ditambah lagi, game ini membawa tiga karakter playable, masing-masing dengan pohon skill, senjata, dan gaya bertarung yang berbeda. Meski sistem progres karakternya belum sempurna, dari segi combat, Crimson Desert jelas selangkah lebih maju dibanding The Witcher 3.
4. Variasi aktivitas sampingan dan mini-game
Berbeda dari The Witcher 3 yang mengandalkan cerita dan misi sebagai daya tarik utamanya, Crimson Desert justru menaruh bobot terbesarnya pada variasi gameplay dan kebebasan eksplorasi. Game ini mengambil inspirasi dari Breath of the Wild dan Red Dead Redemption 2, lalu menjejalkan hampir semua jenis aktivitas, mulai dari gulat, suit, balapan kuda, lomba memanah, memasak, memancing, menambang hingga berbagai puzzle tanpa petunjuk sama sekali. Meski sebagian besar aktivitas sampingan dan mini-game ini lebih seperti pelengkap tanpa tujuan yang jelas, Crimson Desert tetap berhasil membuat pemain terus penasaran karena selalu saja ada hal baru yang bisa ditemukan.
5. Sistem pergerakan, traversal dan fast-travel

Salah satu keunggulan terbesar Crimson Desert dibanding The Witcher 3 terletak pada sistem pergerakan dan traversal-nya. Jika di The Witcher 3 pemain hanya bisa mengandalkan kuda bernama Roach, perahu atau teleportasi di titik-titik tertentu, Crimson Desert memberikan kebebasan yang jauh lebih luas. Kliff bisa memanjat hampir semua permukaan seperti di game-game Zelda modern, menunggangi berbagai jenis hewan seperti serigala, beruang hingga naga, atau bahkan menggunakan jetpack dan robot bersenjata. Tidak hanya itu saja, sistem fast travel-nya pun lebih fleksibel di mana pemain bisa teleportasi dari mana saja tanpa harus mencari titik khusus di map.
Itulah tadi ulasan mengenai beberapa hal yang membuat Crimson Desert lebih unggul dari The Witcher 3. Tertarik memainkan Crimson Desert setelah membaca ulasan di atas?



![[QUIZ] Tebak Game Warnet Jadul, Gen Z Bisa Nebak?](https://image.idntimes.com/post/20240121/game-jadul-105f3a3f3c5df0b114b7fdc833e67f6c-b5a4f1c9ab7a3dacb4ddba52c5a7f6c1.jpg)


![[QUIZ] Dari Mesin AI Favoritmu, Ini Karaktermu yang Sesungguhnya](https://image.idntimes.com/post/20250511/upload_ce55b7cd826ac706ac0bbc9744a854a2.png)











